Kerap Menangis di Sekolah Lama, Adam Pilih Masuk SRT 1 Jepara demi Belajar Lebih Nyaman
deni setiawan August 20, 2026 06:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Muhammad Adam Al Fatih punya alasan khusus memilih melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Jepara.

Siswa asal Kecamatan Welahan itu berharap bisa belajar lebih nyaman dan fokus setelah sebelumnya kerap tidak betah di sekolah lama.

Adam bahkan beberapa kali menangis saat pulang sekolah. Lingkungan pergaulan dan teman belajar yang dinilai kurang mendukung membuatnya tidak nyaman.

Baca juga: 270 Siswa SRT 1 Jepara Mulai Jalani MPLS Kamis 20 Agustus 2026

Kini, Adam menjadi satu dari 270 siswa baru SRT 1 Jepara yang mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) mulai Kamis (20/8/2026).

Dia datang ke sekolah baru tersebut didampingi kedua orangtuanya, Muh Solikhin dan Khumaidah, serta sang adik.

Adam sebelumnya bersekolah di salah satu sekolah dasar negeri di Kecamatan Welahan.

Keputusan pindah ke SRT 1 Jepara mendapat dukungan penuh dari kedua orangtuanya.

Khumaidah mengatakan, dirinya sering melihat Adam menangis ketika pulang sekolah. Salah satunya karena sang anak merasa tidak nyaman saat bergaul dengan teman-temannya.

"Kalau melihat anak tidak nyaman dalam belajar, kasihan juga. Orangtua pasti ingin mencarikan solusinya," kata Khumaidah saat mengikuti pembukaan MPLS SRT 1 Jepara, Kamis (20/8/2026).

Menurut Khumaidah, Adam sebelumnya memang memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan di lingkungan pondok pesantren.

Ketika mendapat informasi mengenai Sekolah Rakyat yang menerapkan sistem asrama, kesempatan tersebut pun tidak disia-siakan.

"Kebetulan anak ingin mondok, ada usulan masuk sebagai siswa sekolah rakyat yang katanya boarding tidur di asrama," tuturnya.

Khumaidah dan Muh Solikhin akhirnya mendukung keputusan Adam untuk menempuh pendidikan di SRT 1 Jepara.

Mereka berharap anaknya dapat menemukan lingkungan belajar yang lebih nyaman sekaligus mengembangkan potensinya.

"Harapan kami semoga betah, kerasan, dan bisa belajar dengan nyaman. Orangtua hanya bisa mendukung dan mendoakan agar bisa tercapai cita-citanya," ujar Khumaidah.

Adam disebut memiliki cita-cita menjadi atlet olahraga.

Karena sistem pendidikan SRT 1 Jepara merupakan sekolah berasrama, orangtua Adam harus terbiasa berpisah dengan anak.

Khumaidah mengatakan, dirinya tetap akan rutin mengunjungi Adam sesuai jadwal yang telah ditentukan.

"Katanya sih mau jadi atlet olahraga, kebetulan anaknya juga mau sekolah di sini, kami sambangi pas waktu sambangan," katanya.

270 Siswa Ikuti MPLS

• Afrilia Upacara dengan Separuh Badan Terendam di Pantai Pelayaran Jepara

Sementara itu, sistem pendidikan Sekolah Rakyat di Jepara resmi memasuki tahap baru.

Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 1 Jepara kini bertransformasi menjadi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Jepara.

Dengan perubahan tersebut, SRT 1 Jepara tidak hanya memfasilitasi pendidikan jenjang SD, tetapi juga SMP dan SMA dalam satu lingkungan sekolah.

MPLS SRT 1 Jepara berlangsung pada 20-31 Agustus 2026.

270 siswa baru mengikuti kegiatan tersebut yang berasal dari jenjang SD, SMP, dan SMA.

Sementara itu, 75 siswa yang sebelumnya telah mengikuti pendidikan di sekolah rakyat rintisan langsung melanjutkan pendidikan di gedung permanen dan tidak mengikuti MPLS.

Kepala SRT 1 Jepara, Asri Linda Listyaningrum mengatakan, MPLS menjadi penanda dimulainya pendidikan bagi siswa baru.

Para siswa diperkenalkan dengan lingkungan sekolah agar dapat beradaptasi sebelum mengikuti kegiatan belajar secara penuh.

Mengusung tema "Dari Sekolah Rakyat Untuk Bangsa. Belajar Tanpa Batas, Mengukir Karakter, Menggapai Cita", MPLS juga diarahkan untuk membangun karakter siswa.

"SR ini sekolah berasrama. Tujuannya membentuk karakter, kedisiplinan mental dan kecakapan siswa."

"Di dalamnya juga memberikan pembekalan materi dan praktik baik kepada siswa baru untuk mewujudkan mimpi di SRT 1 Jepara," kata Asri.

Saat ini, SRT 1 Jepara memiliki 88 tenaga pendidik dan kependidikan.

Mereka terdiri atas kepala sekolah, guru, wali asuh, wali asrama, petugas keamanan, tenaga kebersihan, hingga juru masak.

Sementara tenaga pendidik dan kependidikan hasil rekrutmen kementerian direncanakan mulai bergabung pada Oktober 2026.

CEK SEKOLAH - Para orangtua dan siswa mengecek Gedung SRT 1 Jepara di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, baru-baru ini. 270 siswa bakal mengikuti MPLS mulai Kamis (20/8/2026).
CEK SEKOLAH - Para orangtua dan siswa mengecek Gedung SRT 1 Jepara di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, baru-baru ini. 270 siswa bakal mengikuti MPLS mulai Kamis (20/8/2026). (TRIBUN JATENG/Saiful Ma sum)

SRT 1 Jepara Diharapkan Cetak SDM Unggul

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Jepara, Diyar Susanto mengatakan, perkembangan fasilitas pendidikan saat ini jauh lebih lengkap dibandingkan masa sebelumnya.

Dia berharap kelengkapan tersebut diikuti peningkatan kualitas pendidikan yang diterima para siswa.

Menurutnya, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan memiliki berbagai keterampilan.

"Pendidikan di sini (SRT 1 Jepara) akan dibuktikan dengan hasilnya nanti untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Mudah-mudahan menghasilkan siswa berprestasi," harap Diyar.

Dengan dimulainya MPLS, SRT 1 Jepara resmi menjalankan sistem pendidikan terintegrasi dari jenjang SD hingga SMA dalam satu lingkungan sekolah berasrama. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.