SRIPOKU.COMPALEMBANG – Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang Heriyanto mengatakan, padamnya sejumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) di Palembang disebabkan aksi vandalisme dan pencurian kabel oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Dia mengatakan, seluruh lampu penerangan jalan di Palembang hidup dan menyala bola lampunya, tapi ada komponen yang hilang yakni kabel dan trafonya sehingga lampu tidak menyala.
Sudah berulang kali diganti, tapi tetap saja hilang dicuri maling dan terus berulang sehingga tidak pernah selesai masalahnya.
"Di Gandus itu seluruhnya hilang kabel bawah tanah dan kabel di tiang listriknya, padahal sudah diganti. Saya sendiri langsung turun mantau sampai jam 11 malam, tapi besoknya langsung hilang," kata Heriyanto saat dikonfirmasi Sripoku.com, Kamis (20/8/2026).
Ia mengungkapkan, kondisi tersebut terjadi berulang kali. Kabel yang baru saja diperbaiki dan diganti kembali hilang sehingga membuat Dishub kesulitan menjaga agar fasilitas PJU tetap berfungsi.
Baca juga: Kejari Palembang Kembali Periksa Dua Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Lampu Penerangan Jalan
“Kita juga pusing dan bingung bagaimana caranya agar kabel ini tidak hilang. Baru diganti, hilang lagi. Diganti lagi, hilang lagi. Seolah-olah kami tidak bekerja padahal sudah dikerjakan tapi hilang,” ujarnya.
Untuk meminimalisasi pencurian, Dishub Palembang juga telah melakukan upaya dengan mengganti jenis kabel yang sebelumnya menggunakan tembaga menjadi timah.
Namun, upaya tersebut ternyata belum sepenuhnya efektif. Kabel PJU masih tetap menjadi sasaran pencurian hingga kini karena meski timah dianggap tidak terlalu berharga dibandingkan tembaga, nyatanya tetap saja raib.
Heriyanto berharap masyarakat ikut menjaga fasilitas PJU karena lampu penerangan jalan merupakan fasilitas umum yang digunakan dan dinikmati bersama seluruh masyarakat.
“Ini milik masyarakat bersama, bukan milik Pemkot atau Dinas Perhubungan. Kalau tidak dijaga bersama, sampai kapan pun masalah maling ini tidak akan hilang,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat segera melapor apabila melihat adanya aksi pencurian kabel PJU agar dapat ditindaklanjuti oleh Dishub maupun kepolisian.
Heriyanto menyebut pencurian kabel PJU umumnya dilakukan pada siang hari karena saat siang lampu penerangan jalan ini padam sehingga arus listrik mati.
"Jadi malingnya lebih paham dan lihai kapan beraksi dan tidak tersetrum, buktinya tidak ketahuan tiba-tiba langsung hilang kabelnya dan lampu padam gelap," ujar Heriyanto.
Ia berharap keterlibatan masyarakat dapat membantu menjaga keberadaan fasilitas PJU sehingga lampu penerangan jalan dapat berfungsi dan dinikmati masyarakat secara optimal juga mengurangi dampak potensi kejahatan di jalan raya.
Heriyanto menyebut seluruh urusan lampu penerangan jalan di Palembang ini dikelola semuanya oleh Dinas Perhubungan termasuk lampu penerangan jalan Jembatan Musi IV.
Heriyanto mengatakan lampu penerangan jalan di Jembatan Musi IV misalnya sudah berulang kali padam karena pencurian. Diperbaiki menyala, kemudian kembali padam dan siklus ini terus berulang lagi.
Dia mengatakan sangat pusing memikirkan bagaimana solusinya agar kabel lampu penerangan jalan ini awet tidak hilang lagi dicuri sebab kendalanya memang itu. Bukan masalah lainnya.
"Ini padam, nanti kita hidupkan biasanya kembali padam karena dicuri, jadi ayo masyarakat sama-sama jaga fasilitas umum ini agar awet dan bermanfaat," katanya.
Pantauan di lapangan kondisi lampu penerangan jalan yang kerap padam yakni di kawasan Jalan Yusuf Singadekane Keramasan, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Noerdin Pandji Kebun Sayur, Jalan M.P. Mangkunegara dari simpang BLK hingga Noerdin Panjdi, Kadir TKR Gandus, Jalan Sako Baru dan lainnya.