SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Presidium Aremania Utas turut memberikan respons mengenai mural Malang The Glory Land yang ditimpa oleh mural Malang Menyala Bersama, Kamis (20/8/2026).
Mural tersebut ditimpa oleh oknum, untuk menyemarakkan event Festival Mbois yang akan berlangsung di Stadion Gajayana, Kota Malang akhir pekan ini.
Hal tersebut menyulut amarah Aremania, sekaligus memicu perbincangan di kalangan masyarakat Malang.
Mural yang telah digambar sejak tahun 2016 itu dianggap memiliki nilai historis bagi Aremania maupun warga Malang.
Malang The Glory Land atau Malang Tanah Kejayaan merupakan karya dari almarhum Sam Nyek, salah satu tokoh Aremania dari This Is Arema.
Humas Presidium Aremania Utas, Dedi Arisandi menyampaikan, bahwa sebagai organisasi suporter pihaknya mendorong penyelesaian persoalan secara damai dan kekeluargaan.
Pria yang akrab disapa Pak Wo itu menyayangkan tindakan panitia Festival Mbois yang disebut melakukan perubahan terhadap mural tanpa terlebih dahulu berkomunikasi dengan pihak yang membuat atau menginisiasi karya tersebut.
Menurutnya, komunikasi seharusnya menjadi langkah awal sebelum mengambil tindakan terhadap sebuah karya yang memiliki nilai emosional bagi sebagian Aremania.
Baca juga: Mural Legendaris Karya Tokoh Aremania Hilang Ditimpa Gambar Baru, Panitia Festival Mbois Minta Maaf
Ia menegaskan, meskipun mural tersebut bukan milik organisasi, namun isu yang berkaitan dengan identitas Aremania kerap menyeret nama organisasi suporter untuk memberikan penjelasan kepada publik.
Dalam hal ini, Presidium Aremania Utas hanya sebagai penengah bagi kedua belah pihak.
Agar nantinya persoalan tersebut bisa selesai dan tidak ini berkembang menjadi konflik berkepanjangan yang berpotensi memicu gesekan di kalangan suporter.
"Kami di sini hanya sebagai penengah atau mediator supaya permasalahan ini tidak berlarut-larut ataupun menjadi permasalahan-permasalahan berikutnya," ucapnya.
Pak Wo meminta seluruh pihak harus menjaga citra Malang dan Aremania dengan mengedepankan dialog serta menghindari tindakan yang berujung pada sikap arogan maupun anarkis.
Ia juga berharap panitia bersedia memberikan klarifikasi kepada pihak yang merasa dirugikan serta menunjukkan itikad baik untuk bertanggung jawab.
Bentuk tanggung jawab itu, menurut Pak Wo, dapat berupa permintaan maaf maupun langkah lain yang disepakati bersama, termasuk kemungkinan pengecatan ulang apabila memang diperlukan.
"Kami harap dari panitia yang tidak mengklarifikasi ini atau melakukan perbuatan sepihak agar ada klarifikasi kepada yang memiliki tulisan ini dan legowo meminta maaf ataupun bertanggung jawab," tandasnya.
Sementara itu, mural Malang Menyala Bersama kini telah ditutup menggunakan cat biru sekitar pukul 16.30 WIB.
Dari informasi yang diterima Surya, mural tersebut ditutup sendiri oleh pihak panitia Festival Mbois.
Rencananya, setelah tembok tersebut diblok biru akan kembali digambar tulisan Malang The Glory Land.
Baca juga: Arema FC Terus Perjuangkan Logo Singa Bertindik, Proses Hukum Masih Berjalan Alot