TRIBUN-MEDAN.COM, PEMATANGSIANTAR-Bau menyengat dari sebuah rumah di Jalan Singosari Gang Demak, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, membuat warga curiga. Rumah itu berada tepat di samping Masjid Nurul Hadi.
Pada Selasa malam, 18 Agustus 2026, seusai salat Isya sekitar pukul 20.00 WIB, seorang warga berinisial SA bersama Nazir Masjid Nurul Hadi mencium bau seperti bangkai tikus dari arah rumah tersebut. Kecurigaan semakin kuat keesokan paginya.
Seusai salat Subuh, Rabu, 19 Agustus, sekitar pukul 05.30 WIB, bau itu semakin menyengat. Warga kemudian mencari tahu keberadaan penghuni rumah, SW, 63 tahun, seorang tukang becak yang diketahui tinggal seorang diri.
Menurut keterangan warga, SW sudah sekitar dua hari tidak terlihat keluar rumah untuk menarik becak. Lampu rumahnya juga terus menyala, baik siang maupun malam.
SA kemudian menghubungi Babinsa Kelurahan Martoba Sertu Karnadi dan melaporkan adanya bau menyengat dari dalam rumah. Bersama warga, Babinsa mendatangi lokasi.
Di dalam rumah, mereka menemukan SW sudah meninggal dunia. Jenazah ditemukan dalam posisi terlentang di lantai dapur. Kondisinya telah mengalami perubahan fisik yang diduga akibat proses pembusukan.
Kapolsek Siantar Utara IPTU Nana Sandra SH bersama personel piket dan Tim Inafis Polres Pematangsiantar kemudian mendatangi lokasi. Polisi melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Jenazah selanjutnya dievakuasi ke ruang jenazah RSUD dr. Djasamen Saragih, Pematangsiantar, untuk pemeriksaan.
Dari keterangan keluarga, SW sebelumnya diketahui mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan dan asam urat. Ia tinggal seorang diri karena tidak memiliki anak. Istrinya bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia.
Adik kandung korban, RD, 57 tahun, kemudian mewakili keluarga membuat surat pernyataan bermaterai yang menyatakan menolak autopsi. Keluarga menerima kematian SW dan meyakini korban meninggal akibat penyakit yang dideritanya.
Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Atas dasar itu, jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan.
“Jenazah korban sudah diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan dan dikuburkan. Korban meninggal karena sakit yang dideritanya,” kata IPTU Nana.
Penemuan itu mengakhiri pencarian warga terhadap SW yang selama dua hari tak terlihat di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Bau dari rumah di samping masjid itulah yang akhirnya mengungkap keberadaannya.(Jun-tribun-medan.com).