Ahmad Baharudin Lantik Pengurus Baznas Tulungagung, Ajak Bersinergi Agar Sevisi dengan Pemkab
Rendy Nicko August 20, 2026 08:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Lima pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) akhirnya terpilih setelah melewati proses seleksi panjang.

Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, melantik para pengurus baru periode 2026-2031 ini di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (20/8/2026).

Abdul Wachid terpilih sebagai Ketua, sementara Khoiru Rohim menjadi Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan.

Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dijabat M Fatah Masrun, Wakil Ketua III Bidang keuangan dijabat Imam Koirudin, dan Wakil Ketua IV Bidang Pengembangan SDm dijabat Imam Maliki.

Baca juga: Pencurian di Toko Madura Sidoarjo, Maling Embat HP dan Kotak Amal

Ahmad Baharudin mengatakan, Baznas punya peran penting di Kabupaten Tulungagung.

“Baznas tidak hanya mengumpulkan kemudian membagikan zakat dan sedekah.

Tapi penyaluran harus sesuai syariat dan aturan yang ada,” ucapnya.

Para pimpinan Baznas ini diyakini yang terbaik, karena sudah melalui seleksi yang melibatkan Baznas provinsi dan Baznas pusat.

Apalagi para pengurus baru ini relatif masih muda-muda, hanya ketuanya yang senior.

Baharudin juga meminta pengurus baru ini bisa bekerja sama dengan Pemkab Tulungagung, untuk memberikan pelayanan ke masyarakat yang lebih baik .

“Tujuannya sesuai visi misi Pemkab Tulungagung, meningkatkan kesejahteraan ekonomi sosial masyarakat Tulungagung,” tegasnya.

Ahmad Baharudin juga meminta pengurus Baznas mengikuti perkembangan saat ini.

Salah satu yang ditekankan adalah digitalisasi agar kinerja Baznas tidak ketinggalan perkembangan zaman.

Mantan Wakil Ketua DPRD Tulungagung ini juga meminta pengurus Baznas  secara rutin berkomunikasi dengan Pemkab Tulungagung, khususnya Kabag Kesejahteraan Masyarakat.

“Agar program-programnya sinkron dengan visi misi Kabupaten Tulungagung. Kami siap berkolaborasi agar tidak melenceng dari visi misi,” katanya.

Ketua Baznas Tulungagung, Abdul Wachid, mengatakan zakat telah menjadi salah satu instrumen ekonomi Islam, yang mempunyai dimensi spiritual dan dimensi sosial.

Dimensi spiritual karena zakat adalah bentuk ketaatan ibadah kepada Allah SWT.

Sementara dimensi sosial, karena menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, dan solidaritas sosial.

“Di tengah kondisi saat ini, zakat, infaq, dan sedekah tidak sebatas bantuan, tapi instrumen pemberdayaan umat. Menumbuhkan ekonomi mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat),” jelasnya.

Lanjutnya, Baznas memegang mandat fundamental untuk pengembangan zakat, infaq, sedekah, dan dana sosial lainnya.

Sebab itu perlu harmonisasi program agar selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.

Sinkronisasi ini menjadi keharusan sebagai jalan keluar untuk masalah mustahik, membuka lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan.

“Baznas selama ini memberikan modal usaha tanpa bunga, tanpa agunan. Kami juga melakukan pembinaan UMKM,” tegasnya.

Baca juga: Kisah Kapal Besar Pencari Ikan di Pantau Prigi Trenggalek, Bisa Bawa 30 Ton Cakalang

Sebelumnya, Baznas Tulungagung memberi bantuan wirausaha mie dengan nama Z Mie Gaess (Gerakan Ajakan Empati Senang Sodaqoh).

Kemudian ada program Baznas Microfinance Desa (BMD) untuk bantuan modal usaha masyarakat.

BMD memberikan akses permodalan ke masyarakat tanpa agunan, dan tanpa bunga.

BMD bertujuan memberi solusi masyarakat agar tidak terjerat rentenir atau lintah darat dan pinjaman daring (Pindar) ilegal. (David Yohanes/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.