SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Di balik reputasi SMA Kolese Santo Yusup Malang (Kosayu) sebagai salah satu tim basket unggulan di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South, tersimpan kisah inspiratif dari salah satu pemainnya.
Musim lalu, nama Kenzu Nicholas Liem mulai mencuri perhatian di panggung AZA 3X3 Competition 2025 East Java-South setelah berhasil membawa timnya melaju hingga semifinal.
Namun, musim ini Kenzu membuktikan bahwa kemampuannya tidak terbatas pada kompetisi tiga lawan tiga.
Ia tidak hanya berhasil masuk ke skuad utama tim lima lawan lima Kosayu, yang memiliki tradisi kuat sebagai langganan finalis dalam dua musim terakhir.
Pemain kelas XII tersebut juga mencatatkan prestasi membanggakan di berbagai kompetisi sains tingkat internasional.
Di tengah padatnya latihan fisik dan taktik Kosayu yang dikenal memiliki disiplin tinggi, Kenzu tetap aktif mengejar prestasi akademik. Ia bahkan berhasil mengoleksi sejumlah medali dari olimpiade tingkat nasional hingga internasional.
Saat sebagian remaja mungkin menganggap soal aljabar dan kalkulus sebagai sesuatu yang rumit, Kenzu justru menikmatinya.
Kecintaannya terhadap angka bahkan sudah muncul sejak duduk di bangku TK.
“Dari TK sudah senang sama materi tambah-kurang. Dulu kalau guru kasih soal dan aku sudah selesai, aku malah minta soal lagi."
"Matematika itu ada challenge-nya, kita disuruh memecahkan suatu masalah,” kenang Kenzu sembari tersenyum.
Keinginannya untuk serius mengikuti kompetisi akademik mulai tumbuh ketika memasuki jenjang SMA.
Di balik semangat tersebut, terdapat dorongan kuat dari kedua orang tuanya yang terus memotivasinya untuk berprestasi di bidang akademik.
Baca juga: Obala Usung Ambisi Besar, Smabul Incar Panggung Championship
“Jujur, kalau lomba akademik itu awalnya sering dipaksa sama Mama dan Papa. Mereka minta aku kejar akademiknya dulu, non-akademik seperti basket dijadikan hobi saja."
"Dari situ aku mulai fokus riset lomba, belajar terus, dan siapkan mental,” ungkap siswa yang gemar belajar secara mandiri tersebut.
Dorongan itu kemudian membuahkan hasil. Ketika memasuki kelas XI, Kenzu mulai menyadari bahwa prestasi akademik dapat menjadi modal penting untuk membangun portofolio sekaligus mengejar impiannya melanjutkan pendidikan di luar negeri.
Puncak pencapaian akademiknya terjadi di ajang Asia International Science Mathematics Competition (ASMC) 2026.
Setelah lebih dulu meraih medali perunggu di tingkat nasional, Kenzu berkesempatan terbang ke Malaysia untuk mengikuti kompetisi tingkat internasional secara langsung atau on the spot.
Berhadapan dengan peserta dari berbagai negara, mulai dari kawasan Timur Tengah, Afrika, India, hingga sesama perwakilan Indonesia, Kenzu sempat merasa pesimistis.
Tingkat kesulitan soal yang dihadapi membuatnya tidak terlalu berharap bisa meraih hasil tinggi.
“Lombanya susah banget. Aku bahkan jadi orang ketiga terakhir yang selesai ngerjain. Pasrah banget, mikirnya paling mentok dapat juara tiga atau honorable mention,” kenangnya.
Namun, rasa pasrah tersebut berubah menjadi kejutan besar ketika pengumuman pemenang disampaikan pada hari berikutnya.
Nama Kenzu Nicholas Liem ternyata dipanggil sebagai peraih Medali Emas (Gold Medalist) sekaligus peringkat pertama di kategorinya.
“Nggak expect sama sekali tiba-tiba dipanggil sebagai gold medalist. Padahal waktu dihitung skornya sama kayak temanku, tapi ternyata aku dapat gold yang pertama,” tambahnya.
Kecintaannya terhadap matematika serta kemampuan menganalisis masalah turut membentuk visi Kenzu mengenai masa depannya.
Ia kini membidik jurusan Business Mathematics di kampus impiannya, University of Melbourne, Australia.
“Dari dulu aku pengen kerja jadi orang yang bisa menganalisis risiko bisnis. Bagaimana soal prospek ke depannya, uang ini enaknya dipakai ke mana, dan kalau bangun proyek apakah bakal untung atau rugi. Makanya pengen kuliah di Australia sekalian cari pengalaman part-time,” terangnya.
Meski memiliki ambisi untuk melanjutkan pendidikan di salah satu universitas terbaik dunia, perhatian Kenzu saat ini tetap tertuju pada panggung Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South.
Sebagai pemain baru di skuad lima lawan lima Kosayu, ia datang dengan kepercayaan diri tinggi. Targetnya pun jelas, yakni membawa Kosayu kembali meraih posisi tertinggi.
“Targetku champion di Malang, dan kalau bisa harus champion juga di Surabaya. Seberapa pede? 100 persen pede!” tegas Kenzu mantap.
Berikut deretan prestasi Kenzu Nicholas Liem dalam dua tahun terakhir:
● Medali Emas – Asia International Science Mathematics Competition (ASMC) Internasional 2026, Malaysia
● Medali Perunggu – Asia International Science Mathematics Competition (ASMC) Nasional 2026
● Medali Emas – Olimpiade Sains Nusantara (OLIMNUS) 2026
● Finalis – Eduversal Mathematics Competition 2026
● Grand Finalis – Kompetisi Pelajar Garuda Nusantara 7 (KPGN) 2026
● Semifinalis – AZA 3X3 Competition 2025 East Java-South
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100 persen Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Baca juga: Magmatroopers Hadirkan Kraken dalam Koreo Berseri di GOR Ken Arok Kota Malang