Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa merespons lambatnya pertumbuhan kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Untuk menggenjot penyaluran pembiayaan, ia siap mengoptimalkan peran Badan Layanan Umum (BLU) di bawah naungan Kementerian Keuangan, salah satunya Pusat Investasi Pemerintah (PIP).
Langkah ini diambil menanggapi catatan Penjabat Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti yang menyebutkan penyaluran kredit UMKM hanya tumbuh tipis sebesar 1,2% hingga pertengahan 2026.
"Saya mau itu galakkin lagi PIP, PIP kan khusus UMKM. Selama ini kan nyalurnya lewat KUR BRI, PNM, BRI. Jadi PIP, BRI, PNM, tapi itu kan ada klaim bahwa belum merata," ujar Purbaya saat ditemui di JICC Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Purbaya ingin PIP ikut memperkuat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan tidak hanya bergantung pada lembaga seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk maupun PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Ia berencana memanggil jajaran manajemen PIP dalam waktu dekat untuk meninjau ulang strategi bisnis mereka.
"Enggak lama lagi saya panggil mereka akan lihat rencana mereka seperti apa sebetulnya, kalau cuma nitipin uang saja memang gampang kan, keenakan dia. Jadi saya minta nanti PIP lebih kreatif lagi untuk mendorong UMKM," tegasnya.
Selain PIP, Bendahara Negara ini juga mendorong Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk ikut memasok pembiayaan bagi pelaku UMKM yang berorientasi ekspor.
"Nanti kalau yang bertujuan ekspor saya minta juga nanti LPEI untuk dukung juga bisa enggak ya UMKM, saya enggak tau, nanti saya bisa pastikan itu bisa terjadi ya," jelas Purbaya.

Sebelumnya, Pjs Gubernur BI, Destry Damayanti mengungkapkan bahwa rendahnya angka pertumbuhan kredit UMKM yang cuma terserap 1,2% harus menjadi perhatian serius semua pihak. Padahal, terdapat sekitar 64 juta pelaku UMKM di Indonesia yang menyerap 97% tenaga kerja serta menyumbang hingga 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Memang kita harus mengakui ada suatu fakta bahwa kredit UMKM saat ini memang menjadi PR kita semua," kata Destry dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Melihat kondisi tersebut, Destry menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga agar penyaluran pembiayaan bisa ditingkatkan secara signifikan ke depan.
"Jadi UMKM itu baru tumbuhnya 1,2%, ini benar-benar menjadi PR bagi kita. Nah oleh karena itu dari Bank Indonesia tentunya kita akan terus mengajak sinergi yang optimal sehingga UMKM kita ini juga bisa naik kelas dan juga bisa terus menyerap lapangan pekerjaan secara optimal," tuturnya.
Di hadapan para praktisi perbankan yang hadir dalam acara tersebut, Destry secara terbuka mengimbau perbankan nasional untuk lebih aktif dan berani mengucurkan pembiayaan ke sektor riil UMKM.
"Saya juga ingin mengimbau bank-bank ayo dong nyalurin kredit buat UMKM. Jadi bukan hanya beli tapi nyalurin kredit ini buat teman-teman semua bankers-bankers yang ada disana, terima kasih sudah hadir dan terus bekerjasama dengan kami dalam pengembangan UMKM," tutup Destry.