PLN Perkuat Elektrifikasi Industri Sawit, Dukung Operasional Truk Listrik di Kalimantan Barat
Mirna Tribun August 20, 2026 07:28 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG – PT PLN (Persero) terus mendorong perluasan elektrifikasi di sektor industri melalui dukungan infrastruktur kelistrikan bagi operasional kendaraan listrik. 

Kali ini, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Singkawang menyiapkan peningkatan kapasitas daya listrik untuk PT Sentosa Asih Makmur (SAM) dan PT Wawasan Kebun Nusantara (WKN) guna mendukung pengoperasian charging station truk listrik pengangkut hasil perkebunan kelapa sawit.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Minutes of Meeting (MoM) dan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) pada 13 Juni 2026. Melalui kerja sama ini, masing-masing perusahaan akan meningkatkan kapasitas daya listrik dari 555 kVA menjadi 1.210 kVA.

Tambahan kapasitas tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi charging station yang mendukung pengoperasian truk listrik dalam aktivitas perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi operasional menuju pemanfaatan energi yang lebih efisien dan berkelanjutan di sektor perkebunan.

Group Mill Manager PT SAM dan PT WKN, Septriaman Erwinsyah Saragih, mengatakan pemanfaatan energi listrik menjadi salah satu langkah perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

“Kami berharap kerja sama dengan PLN ini dapat mendukung kesiapan infrastruktur untuk operasional truk listrik, membantu meningkatkan efisiensi biaya operasional, sekaligus menjadi bagian dari penerapan energi yang lebih ramah lingkungan dalam kegiatan perusahaan,” ujar Septriaman.

Manager PLN UP3 Singkawang, Made Hary Palguna, menjelaskan bahwa PLN telah melakukan koordinasi dengan pelanggan untuk memastikan kebutuhan daya dan kesiapan sistem kelistrikan mampu mendukung rencana pengoperasian charging station secara optimal.

“PT SAM dan PT WKN masing-masing meningkatkan daya dari 555 kVA menjadi 1.210 kVA untuk mendukung kebutuhan charging station truk listrik. PLN memastikan seluruh kebutuhan tersebut dipersiapkan melalui koordinasi teknis dan pelayanan yang terintegrasi agar kapasitas listrik yang tersedia sesuai dengan kebutuhan operasional pelanggan,” ujar Made.

Baca juga: YBM PLN UID Kalbar Berikan Tali Kasih kepada Veteran dalam Semarak Kemerdekaan HUT ke-81 RI

Menurut Made, peningkatan kebutuhan listrik dari pelanggan sektor industri menunjukkan bahwa pemanfaatan energi listrik terus berkembang. Tidak hanya mendukung proses produksi, listrik kini juga menjadi bagian penting dalam menunjang transformasi kendaraan operasional di lingkungan industri dan perkebunan.

“Kami melihat kebutuhan pelanggan terus berkembang seiring transformasi proses bisnis di sektor industri. PLN siap menjadi mitra pelanggan dengan menghadirkan solusi kelistrikan yang andal, kompetitif, dan sesuai kebutuhan sehingga elektrifikasi dapat memberikan nilai tambah bagi operasional perusahaan,” tambahnya.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, menegaskan bahwa elektrifikasi sektor industri merupakan bagian dari upaya PLN memperluas pemanfaatan energi listrik sekaligus mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing dunia usaha.

Menurutnya, pemanfaatan kendaraan listrik dalam aktivitas operasional industri membuka peluang pengembangan ekosistem elektrifikasi yang semakin luas, termasuk di sektor-sektor produktif seperti perkebunan.

“Elektrifikasi menjadi salah satu instrumen strategis untuk mendorong industri bergerak menuju operasional yang semakin efisien, produktif, dan berkelanjutan. Pemanfaatan truk listrik di sektor perkebunan menunjukkan bahwa ekosistem kendaraan listrik dapat berkembang hingga ke aktivitas produktif dan industri,” ujar Maria.

Maria menambahkan, PLN akan terus memperkuat infrastruktur kelistrikan dan meningkatkan kualitas layanan melalui kolaborasi dengan berbagai sektor usaha. Upaya tersebut diharapkan mampu menghadirkan manfaat ekonomi bagi pelanggan sekaligus mendukung transisi menuju penggunaan energi yang lebih bersih.

“PLN akan terus membangun kolaborasi dengan dunia usaha serta menghadirkan layanan dan solusi kelistrikan sesuai kebutuhan pelanggan. Dengan dukungan infrastruktur yang andal, kami berharap elektrifikasi dapat menciptakan nilai tambah bagi dunia usaha, mendukung efisiensi operasional, serta berkontribusi terhadap upaya penurunan emisi dan transisi energi,” tambah Maria.

Kolaborasi PLN dengan PT SAM dan PT WKN menjadi langkah nyata dalam memperluas implementasi elektrifikasi pada sektor perkebunan di Kalimantan Barat. Dengan dukungan infrastruktur kelistrikan yang memadai, pemanfaatan kendaraan listrik diharapkan terus berkembang pada berbagai aktivitas produktif dan mendorong terciptanya ekosistem industri yang semakin efisien, modern, dan berkelanjutan di Kalimantan Barat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.