TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ketua PWNU Riau KH Abdul Khalim Mahali merespons pemberian konsesi tambang kepada organisasi kemasyarakatan (ormas), termasuk Nahdlatul Ulama (NU).
Menurut Abdul Khalim, pemberian konsesi tambang oleh pemerintah merupakan hal yang baik. Ia menyebut, bukan hanya NU yang mendapatkan konsesi, tetapi juga ormas lain seperti Muhammadiyah.
Namun, ia menegaskan konsesi tambang yang diberikan kepada NU hingga kini masih dalam tahap persiapan. Belum ada kegiatan eksplorasi yang menghasilkan keuntungan secara materi bagi PBNU.
"Selama ini yang diberikan kepada NU sebenarnya masih tahap persiapan-persiapan. Belum ada eksplorasi yang kemudian memberi keuntungan secara materi untuk PBNU, itu belum ada," ujar Abdul Khalim.
Abdul Khalim menilai NU maupun ormas lainnya tidak perlu menolak kebijakan tersebut. Ia menyebut pemberian konsesi merupakan bentuk penghormatan negara kepada organisasi kemasyarakatan yang selama ini turut berkontribusi dalam perjalanan bangsa Indonesia.
"NU, ormas lain juga tidak ada yang menolak. Karena itu adalah penghormatan negara atau pemerintah kepada yang namanya ormas-ormas," jelasnya.
Ia menambahkan, NU dan Muhammadiyah merupakan bagian dari kekuatan masyarakat yang memiliki sejarah panjang dalam ikut membangun serta menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"NU Muhammadiyah terutama selaku yang salah satu ikut menjadikan negara kesatuan di Indonesia. Jadi soal tambangnya tidak perlu diperbesar. Itu bukan jatah, tetapi penghormatan negara kepada ormas," tegas Abdul Khalim.(Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)