Kecamatan Pare Kediri Pilih Tiadakan Karnaval Sound Horeg dalam Perayaan PHBN 2026 
Rendy Nicko August 20, 2026 09:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia di wilayah Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, tetap disiapkan meriah meski tahun ini tidak menggelar karnaval dengan sound system besar atau sound horeg.

Keputusan tersebut menjadi hasil kesepakatan panitia PHBN Kecamatan Pare dalam rapat persiapan. Pemerintah Kecamatan Pare memilih mengemas rangkaian perayaan kemerdekaan dengan berbagai kegiatan yang disesuaikan berdasarkan jenjang pendidikan serta kegiatan umum yang melibatkan masyarakat.

Camat Pare Habib Adnan mengatakan sejak awal pembentukan panitia, pelaksanaan PHBN di wilayahnya memang diarahkan agar kegiatan di masing-masing jenjang pendidikan dapat dikelola secara mandiri oleh sekolah.

"Untuk kegiatan PHBN, kita fokuskan di masing-masing tingkatan. Jadi mulai PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK mengatur sendiri jadwal maupun jenis lombanya," kata Habib, Kamis (20/8/2026).

Baca juga: 158 Jabatan Kepala Sekolah di Tulungagung Kosong, 49 Usulan Terkendala di Kemendikdasmen

Menurut Habib, pola tersebut dinilai lebih efektif karena masing-masing sekolah dapat menyesuaikan jenis perlombaan dengan kondisi peserta sekaligus kesiapan teknis penyelenggara.

Sementara untuk masyarakat umum, Kecamatan Pare menyiapkan sejumlah agenda, di antaranya gerak jalan umum serta karnaval yang dijadwalkan menjadi salah satu puncak rangkaian PHBN.

Karnaval umum dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (22/8/2026) mulai pukul 13.00 WIB. Kegiatan tersebut terbuka bagi berbagai unsur masyarakat, mulai lembaga pendidikan, instansi, pemerintah desa hingga dunia usaha di wilayah Kecamatan Pare.

Jumlah peserta nanguo sekitar 100 regu. Pembatasan tersebut dilakukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib dan selesai sesuai waktu yang telah disiapkan panitia.

"Harapannya seluruh lembaga di Kecamatan Pare bisa ikut berpartisipasi. Namun peserta kita batasi sekitar 100 agar durasi kegiatan tetap terkendali," ujarnya.

Rute yang ditempuh mengambil titik start dan finish di Lapangan Canda Bhirawa. Dari lokasi tersebut peserta bergerak ke arah timur menuju kawasan Ringin Budho, kemudian ke utara hingga Perempatan Tulungrejo.

Selanjutnya peserta bergerak ke arah barat menuju Jalan Brawijaya sebelum kembali ke arah selatan dan menyelesaikan perjalanan di Lapangan Canda Bhirawa.

Untuk kegiatan pelajar, gerak jalan juga dilaksanakan berdasarkan jenjang pendidikan. Gerak jalan SD/MI sederajat, disusul tingkat SMP/MTs dan tingkat SMA/SMK sederajat.

Berbeda dengan sejumlah wilayah lain di Kabupaten Kediri yang menggelar karnaval dengan penggunaan sound system berukuran besar, Kecamatan Pare memastikan konsep kegiatan tidak diarahkan pada karnaval sound horeg.

Habib mengatakan, keputusan tersebut telah menjadi bagian dari kesepakatan panitia. Meski demikian, masyarakat tetap diberikan ruang untuk menunjukkan kreativitas dalam karnaval selama tidak menampilkan hal-hal yang berlebihan maupun tidak pantas.

"Kalau temanya sesuai dengan tema kegiatan. Tahun ini temanya Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur. Monggo nanti menyesuaikan. Bisa menampilkan terkait budaya, yang terpenting sifatnya positif," jelasnya.

Kreativitas peserta, lanjut Habib, tetap dapat ditonjolkan melalui berbagai bentuk penampilan, termasuk mengangkat budaya daerah. Namun seluruh peserta diminta menjaga suasana kegiatan agar tetap menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan yang positif. 

Sementara itu, berdasarkan jadwal karnaval wilayah Kediri yang beredar, sejumlah desa di beberapa kecamatan juga telah menyiapkan agenda karnaval sound sistem besar sepanjang Agustus hingga Oktober 2026. 

Jadwal tersebut antara lain berada di wilayah Kecamatan Ngadiluwih, Semen, Tarokan, Kras hingga sejumlah wilayah lain yang berdekatan dengan Pare yakni di Kecamatan Badas, Kandangan, Kepung, Kandangan.

Habib berharap seluruh rangkaian PHBN di Kecamatan Pare dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk merayakan HUT ke-81 RI dengan penuh semangat sekaligus tetap menjaga ketertiban.

Baca juga: Hadapi Perspa Pacitan di Piala Soeratin, Persiga Trenggalek Fokus Benahi Penyelesaian Akhir 

"Bisa menampilkan terkait dengan budaya Monggo yang terpenting kita tampilkan ya sifatnya positif jangan sampai nanti kebablasan akhirnya yang mungkin tampilan-tampilan yang kurang baik itu kita harapan tidak akan muncul di Kecamatan Pare," pungkasnya.

Karnaval di Pare ini menjadi salah satu agenda yang dinantikan masyarakat. Terlebih, Pare merupakan salah satu kawasan ramai di Kabupaten Kediri dan dikenal sebagai salah satu tujuan wisata pendidikan, khususnya dengan keberadaan Kampung Inggris.

Salah satu warga Pare, Teguh Wibowo menyambut baik rangkaian PHBN yang disiapkan Kecamatan Pare. Menurutnya, kegiatan tersebut setiap tahun menjadi momentum yang ditunggu masyarakat untuk merayakan kemerdekaan secara bersama-sama.

"Jadi salah satu agenda yang ditunggu-tunggu," katanya.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.