SMPN 1 Kelapa Kampit Tampilkan Replika KRI Spensaka di Pawai Pembangunan
Ardhina Trisila Sakti August 20, 2026 10:20 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dentuman musik dari sound system organ tunggal bergema nyaring, mengiringi jalannya miniatur kapal perang yang di lambungnya bertuliskan KRI Spensak, melintas sepanjang Jalan Raya Kelapa Kampit, Kamis (20/8/2026) siang.

Di atas geladak kapal berukuran tinggi tiga meter dan panjang empat meter tersebut, dua siswa berbalut seragam TNI Angkatan Laut berdiri memberikan hormat disertai pandangan lurus ke depan.

Kemeriahan semakin pecah kala barisan di belakang kapal menampilkan para murid berkostum mangrove (hutan bakau) hingga pemeran kostum buaya. 

Aksi kreatif yang dibawakan oleh rombongan SMP Negeri 1 Kelapa Kampit ini menjadi satu di antara yang paling riuh dan menyedot perhatian warga dalam Pawai Pembangunan HUT ke-81 RI di Kecamatan Kelapa Kampit.

Bahkan saat melintas di panggung kehormatan, atraksi memikat ini sukses membuat Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, terpikat hingga turun untuk berfoto bersama di hadapan replika kapal tersebut.

Koordinator Pawai SMPN 1 Kelapa Kampit, Aditya Candra, mengungkapkan bahwa dalam pawai tahun ini mereka sengaja mengusung isu lingkungan melalui tema kedaulatan laut dan perairan Belitung Timur.

Candra menjelaskan, laut merupakan fondasi utama perekonomian masyarakat Belitung. Namun di sisi lain, aktivitas tambang yang merambah area pesisir kerap mengancam ekosistem seperti terumbu karang dan hutan bakau.

"Tema kita lebih menekankan pada kedaulatan laut dan perairan. Karena selain nelayan, tambang di Belitung ini kan banyak yang mengarah ke laut hingga merusak terumbu karang, hutan bakau, dan habitat ikan. Itu pesan utama yang ingin kami tegaskan," ujar Candra kepada Posbelitung.co, Kamis (20/8/2026).

Untuk memperkuat pesan tersebut, SMPN 1 Kelapa Kampit menghadirkan miniatur kapal Angkatan Laut sebagai simbol penjagaan ekosistem bahari.

Replika KRI Spensaka itu dirancang megah mengandalkan sasis baja ringan yang ditutup rapat dengan instalasi pipa kabel serta lembaran tripleks.

Candra membocorkan bahwa kerangka baja ringan yang menopang kapal tersebut merupakan aset sekolah yang telah digunakan secara berturut-turut selama empat tahun terakhir.

"Sasis baja ringannya itu sudah kami pakai selama empat tahun ini. Rangkanya dirangkai pakai pipa kabel dan tripleks. Pengerjaan fisik kapalnya sendiri memakan waktu sekitar satu minggu," ucapnya. 

Kemeriahan rombongan sekolah dari Desa Mentawak ini kian hidup berkat narasi yang digaungkan melalui pengeras suara di sepanjang jalan.

Petugas audio memperkenalkan secara berkala jajaran kru yang terlibat, mulai dari personil Angkatan Laut, figur nelayan, penambang, hingga tokoh seperti "Putri Bakau" dan "Buaya Laut".

Secara keseluruhan, SMPN 1 Kelapa Kampit memboyong sekitar 60 murid untuk terlibat aktif memperagakan berbagai peran di sepanjang rute dua kilometer tersebut.

"Total ada 60-an siswa yang ikut. Respons penonton heboh sekali, apalagi saat melihat siswa berjoget dan atraksi seluncuran buaya di jalanan," kata Candra. 

Melihat antusiasme penonton, Candra mengaku sangat optimis timnya mampu mempertahankan tradisi juara dalam ajang tingkat kecamatan ini.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab dalam tiga tahun berturut-turut sebelumnya, SMPN 1 Kelapa Kampit selalu berhasil membawa pulang predikat juara pertama.

Ia menyatakan kesiapan sekolahnya untuk melangkah lebih jauh mewakili kecamatan pada ajang pawai pembangunan di tingkat kabupaten mendatang.

"Kalau soal percaya diri, tentu kami sangat PD. Selama tiga tahun berturut-turut kemarin kita selalu juara. Setelah ini kami bersiap untuk lanjut tampil di tingkat kabupaten," tutupnya.

(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.