Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), menyoroti kondisi pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bula saat ini, Kamis (20/8/2026).
Hal itu disampaikan langsung Anggota DPRD, Rudi Rumodar menyusul banyaknya pasien asal SBT yang disebut masih harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan medis.
Rudi meminta Pemkab SBT tidak mengabaikan persoalan tersebut dan segera ditindaklanjuti dalam pembahasan APBD Perubahan 2026.
Salah satu yang paling disoroti, terutama dari sisi dukungan anggaran dan kebutuhan tenaga medis.
“Saya kira kondisi kesehatan kita di RSU Bula saat ini sangat membutuhkan sekali. Pemerintah daerah mestinya cukup serius untuk melihat kondisi kesehatan kita di Kabupaten Seram Bagian Timur,” ujarnya.
Rudi mengatakan persoalan kebutuhan tenaga dokter di RSUD Bula sebelumnya telah beberapa kali disampaikan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah.
Namun, menurutnya, pemenuhan tenaga medis harus diikuti dukungan anggaran yang memadai agar pelayanan rumah sakit dapat berjalan optimal.
“Beberapa kali kondisi tersebut disampaikan oleh Kadis Kesehatan soal dokter-dokter kita. Tapi kalau misalnya tidak didukung dengan anggaran cukup, itu juga menjadi masalah,” jelasnya.
Baca juga: Aksi Adat di Kantor Gubernur, Vigel Faubun Tagih Bukti Janji Hendrik Lewerissa soal Manusela
Baca juga: 90 Persen Desa di SBT Masih Dipimpin Penjabat, DPRD Desak Segera Gelar Pilkades
Ia mengaku telah berdiskusi langsung dengan Direktur RSUD Bula dr. Deny Suryana untuk mengetahui penyebab kondisi tersebut.
Hanya saja, pihak rumah sakit menyebut kondisi keuangan daerah menjadi salah satu kendala dalam pelayanan.
“Saya diskusi banyak juga dengan Direktur RSU soal kondisi kesehatan kita. Saya tanya kenapa pasien-pasien kita banyak di rujuk ke Masohi. Dia menjawab bahwa itu memang kondisi keuangan daerah kita saat ini,” katanya.
Rudi menilai alasan tersebut tidak boleh membuat persoalan pelayanan kesehatan dibiarkan berlarut-larut.
Ia meminta pemerintah daerah melihat secara langsung kendala yang membuat RSUD Bula belum mampu memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat.
“Pemerintah daerah mesti harus tahu apa kendalanya di RSU Bula saat ini,” tegasnya.
Menurut Rudi, penguatan RSUD Bula menjadi penting agar masyarakat tidak terus bergantung pada rumah sakit di luar SBT.
Apalagi, proses rujukan pasien ke luar daerah membutuhkan waktu dan biaya tambahan bagi masyarakat maupun pemerintah.
Karena itu, ia berharap kebutuhan anggaran RSUD Bula mendapat perhatian serius dalam APBD Perubahan 2026.
“Supaya pasien-pasien kita yang akan dirujuk dari Bula tidak lagi di luar daerah, menjadi perhatian pemerintah daerah,” tutupnya.(*)