Pelajar Tewas Terjatuh di Jalan Raya Bogor, DPRD Desak PKL Kramat Jati Direlokasi
Jaisy Rahman Tohir August 20, 2026 11:07 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - DPRD DKI Jakarta mendorong Pemprov melakukan relokasi terhadap pedagang kaki lima (PKL) di ruas Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur. 

Hal ini menyusul kasus pelajar berinisial HH (17) yang meninggal setelah terjatuh akibat kondisi jalan licin imbas kegiatan PKL, lalu tertabrak truk pengangkut sampah pada Senin (20/8/2026). 

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Taufik Zoelkifli mendorong relokasi untuk mencegah kasus kecelakaan serupa dan agar para pedagang dapat memiliki tempat berjualan lebih baik. 

"Jadi memang, pertama kita lihat PKL di situ memang harusnya direlokasi ya ke pasar, Pasar Jaya misalnya yang punya BUMD," kata Taufik saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Kamis (20/8/2026). 

Selain ke kios aset Pasar Jaya, alternatif relokasi lain yakni para PKL ditempatkan pada lokasi binaan (Lokbin) atau Lokasi Sementara (Loksem) Dinas PPKUKM DKI Jakarta. 

Sehingga para PKL tetap dapat menjalankan usahanya sesuai aturan ditetapkan Pemprov DKI Jakarta, dan kondisi pada ruas Jalan Raya Bogor, Kramat Jati dapat lebih tertata. 

Pasalnya hingga kini penanganan yang dilakukan Pemkot Jakarta Timur sebatas memberikan imbauan agar pedagang tidak membuang air limbah dagangannya ke ruas Jalan Raya Bogor. 

"Harusnya memang diambil kebijakan seperti itu. Kalau misal belum ada (lokasi relokasi), saya kira Dinas PPKUKM harus memikirkan cara supaya PKL tersebut bisa mendapatkan tempat," ujarnya. 

Taufik menuturkan penyelesaian masalah PKL di Jalan Raya Bogor, Kramat Jati harus dilakukan sesuai aturan dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis kepada para PKL. 

Dalam hal ini Pasar Jaya dan Dinas PPKUKM DKI Jakarta dapat menempatkan para PKL di Jalan Raya Bogor pada kios dengan mengikuti aturan yang sudah ditetapkan. 

"Untuk penertiban dari para pedagang PKL dengan manusiawi, dengan merelokasi mereka ke pasar-pasar milik Pasar Jaya itu banyak yang kosong kiosnya, kemudian ke lokasi Lokbin dan Loksem," tuturnya. 

Awak media sudah mengonfirmasi Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin terkait ada atau tidaknya pembahasan dengan Pasar Jaya untuk penataan PKL di Kramat Jati, namun Munjirin urung merespons. 

Sebelumnya seorang pelajar berinisial HH (17) meninggal saat dalam perjalanan menuju sekolahnya untuk mengikuti kegiatan upacara pada Senin (17/8/2026) sekira pukul 06.00 WIB. 

Kejadian bermula ketika korban yang mengemudikan sepeda motor dari arah Cililitan menuju Kramat Jati terjatuh di Jalan Raya Bogor, diduga korban terjatuh akibat jalan licin. 

"Mengalami kecelakaan lalulintas diduga karena jalan licin dan terjatuh ke sebelah kanan," kata Kepala Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Jakarta Timur, AKP Darwis Yunarta. 

Nahas di saat bersamaan korban terjatuh, dari arah belakang melaju truk pengangkut sampah lalu seketika menabrak korban hingga HH mengalami luka berat pada sekitar kepala dan leher. 

Akibat kejadian HH seketika meninggal dunia, jasadnya kemudian personel Satlantas Jakarta Timur dibawa ke Instalasi Forensik Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.