Penerbangan di Bandara Supadio Terdampak Kabut Asap, Enam Penerbangan Alami Delay
Maudy Asri Gita Utami August 20, 2026 11:32 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Kabut asap mulai berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak, terutama pada penerbangan pagi hari. 

Kondisi tersebut terjadi karena jarak pandang atau visibility berada di bawah 1.000 meter.

Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio Pontianak, Joko Wahyudi, mengatakan dampak kabut asap mulai terasa dalam dua hari terakhir.

"Benar, dampak dari kabut asap ini sudah mulai terasa di Bandara Supadio, terutama untuk penerbangan pagi. Penerbangan pagi itu karena tingkat visibility-nya di bawah seribu," kata Joko Wahyudi kepada Tribunpontianak.co.id, Kamis, 20 Agustus 2026.

Menurutnya, kondisi visibility mulai membaik setelah pukul 08.00 WIB. Penerbangan setelah waktu tersebut tidak lagi terdampak karena tingkat visibility telah berada di atas 1.000 meter.

"Untuk penerbangan di atas jam delapan itu sudah tidak ada pengaruh karena tingkat visibility-nya sudah di atas seribu," ujarnya.

Dalam dua hari terakhir, terdapat enam penerbangan yang mengalami keterlambatan atau delay akibat kondisi tersebut. Rinciannya, empat penerbangan terdampak pada hari sebelumnya dan dua penerbangan terdampak pada hari ini.

• Kasus ISPA di Ketapang Naik Jadi 673, 24 Puskesmas Diminta Siaga

Joko menegaskan, kondisi tersebut bukan berarti penerbangan dibatalkan. Penerbangan tetap dilaksanakan setelah visibility memenuhi standar keselamatan penerbangan.

"Jadi tidak gagal, tapi delay. Tidak sesuai dengan schedule, delay karena menunggu visibility-nya di atas seribu dulu. Baru pesawat ini berani take off sama landing," jelasnya.

Secara umum, kondisi kabut asap yang berdampak terhadap penerbangan terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 06.00 hingga 08.00 WIB.

"Rata-rata dari jam 6 sampai dengan jam 7, jam 8 lah. Jam 8 sudah mulai normal," katanya.

Joko kembali menegaskan, pada rentang waktu tersebut bukan berarti tidak ada penerbangan sama sekali. Jadwal penerbangan tetap ada, tetapi keberangkatannya dapat mengalami penundaan hingga kondisi visibility mencapai standar yang ditetapkan.

"Iya, bukan tidak ada penerbangan. Jadwalnya tetap ada, cuma memang penerbangannya delay. Terbangnya diundur karena asap tadi sampai visibilitinya mencapai titik yang distandarkan, yaitu di atas 1.000 meter," ujarnya.

Sementara itu, untuk penerbangan hari ini, Joko menyebut terdapat dua penerbangan yang mengalami keterlambatan pada sisi keberangkatan. Salah satunya penerbangan rute Pontianak-Surabaya.

• Kasus ISPA di Ketapang Naik Jadi 673, 24 Puskesmas Diminta Siaga

"Kalau untuk yang mendarat untuk yang datang tidak ada kendala. Kalau untuk yang berangkat saja yang kendala," katanya.

Ia menambahkan, penerbangan yang datang ke Bandara Supadio pada hari ini masih berlangsung normal karena kondisi visibility masih memungkinkan pesawat untuk mendarat.

"Kalau untuk yang mendarat masih normal, masih bisa didaratin. Kalau untuk yang berangkat yang kendala," ujarnya.

Joko berharap kondisi kabut asap tidak kembali mengganggu penerbangan pada hari berikutnya. Ia juga berharap tidak terjadi penumpukan penumpang di ruang tunggu akibat keterlambatan penerbangan.

"Prediksi besok, kita sih berharap normal, sehingga tidak terjadi penumpukan di ruang tunggu," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.