TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dalam upaya meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan di bidang penanganan nyeri dan gangguan muskuloskeletal, Universitas Panca Bhakti (UPB) sukses menyelenggarakan Workshop International Clinical Dry Needling Certificate Batch 10.
Acara yang berlangsung selama dua hari, yakni pada Rabu 19 Agustus hingga Kamis 20 Agustus 2026.
Ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara UPB, Reframing Physio Indonesia, dan institusi terkemuka asal Inggris, Prime Physio UK (United Kingdom).
Kegiatan bergengsi ini diikuti oleh 32 peserta yang terdiri dari para dokter dan fisioterapis berkompeten.
Menariknya, antusiasme peserta tidak hanya datang dari berbagai wilayah di daerah Kalimantan Barat, tetapi juga menarik perhatian tenaga medis dari luar daerah.
Tercatat, sejumlah ahli fisioterapi dan dokter yang berasal dari Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, hingga Provinsi Lampung turut hadir langsung di Pontianak untuk mengikuti sertifikasi ini.
Fokus utama dari pelatihan ini adalah pendalaman pengetahuan teoritis serta implementasi praktis penggunaan metode Dry Needling pada anatomi tubuh manusia.
Dry Needling sendiri merupakan teknik terapi medis modern yang menggunakan jarum filamen halus untuk menyasar trigger point (titik pemicu nyeri) pada otot, guna meredakan ketegangan myofascial, mengurangi nyeri lokal, dan mengembalikan fungsi gerak tubuh secara optimal.
Dengan menggandeng Prime Physio UK, materi yang disampaikan dalam workshop ini dipastikan berstandar internasional dan berbasis bukti ilmiah (evidence-based practice).
Para peserta dilatih secara intensif mengenai teknik penusukan yang presisi, aman, dan efektif sesuai dengan panduan klinis global.
“Kegiatan Batch 10 ini adalah wujud nyata komitmen kami bersama Reframing Physio Indonesia dalam menjembatani tenaga medis lokal dengan ilmu bertaraf global. Mengingat dry needling membutuhkan pemahaman anatomi yang sangat spesifik, kolaborasi dengan pakar dari Inggris ini sangat krusial. Melihat dedikasi 32 rekan sejawat dari berbagai provinsi yang hadir, kami optimis kualitas layanan penanganan nyeri di Indonesia akan semakin modern dan terstandarisasi," ungkap Listya Triandari, Ftr., M.Fis selaku ketua panitia kegiatan Workshop International Clinical Dry Needling.
• UPB Pontianak Resmikan UNIMAS Learning Centre, Kini Kuliah S2 dan S3 Internasional Lebih Mudah
Pihak panitia penyelenggara berharap, melalui sertifikasi Batch 10 ini, para peserta dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan Dry Needling secara profesional di fasilitas kesehatan tempat mereka bertugas.
Hal ini sejalan dengan komitmen Universitas Panca Bhakti dan mitra penyelenggara untuk terus memfasilitasi transfer pengetahuan ( knowledge transfer) berskala global demi peningkatan kualitas layanan kesehatan, khususnya layanan fisioterapi, di Indonesia.