TRIBUNJAKARTA.COM - Atmosfer berbeda terasa saat Garuda International Cup (GIC) 2026 resmi dibuka di ASIOP Training Ground, Sentul, Jawa Barat, Kamis (20/8/2026).
Pembukaan turnamen sepak bola usia muda internasional itu dikemas layaknya gelaran Piala Dunia.
Para pemain yang tercantum dalam Daftar Susunan Pemain (DSP) berjalan memasuki lapangan, menyanyikan lagu kebangsaan masing-masing negara, kemudian berfoto sebelum pertandingan dimulai.
Sebanyak 72 tim dari 13 negara ambil bagian dalam GIC 2026 yang mempertandingkan lima kelompok usia, yakni U-10 Boys, U-12 Boys, U-15 Boys, U-15 Girls, dan U-17 Boys.
Pertandingan ASIOP melawan Zhejiang pada kategori U-15 menjadi penanda seremoni pembukaan GIC 2026.
Technical Advisor GIC 2026, Indra Sjafri, menilai persaingan tahun ini semakin menarik dengan meningkatnya jumlah negara peserta.
"Total 72 tim dari 13 negara berkumpul di sini. Pemain-pemain Indonesia mendapat kesempatan berharga menghadapi negara lain tanpa harus bepergian ke luar negeri," ujar Indra Sjafri, kepada wartawan, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, pembinaan pemain muda membutuhkan proses panjang dan tidak dapat dilakukan secara instan.
"Sejatinya sepak bola itu butuh proses. Tidak bisa instan. GIC menjadi salah satu rangkaian dalam proses tersebut. Menempa pemain muda Indonesia melalui kompetisi bertaraf internasional," jelasnya.
Meski seremoni pembukaan baru berlangsung Kamis, rangkaian pertandingan GIC 2026 sejatinya sudah dimulai sehari sebelumnya, Rabu (19/8/2026).
GIC tahun ini dipusatkan di dua lokasi yang berada di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, yakni ASIOP Training Ground dan AYO Arena.
Kehadiran 13 negara membuat edisi keenam GIC menjadi salah satu penyelenggaraan dengan cakupan peserta terbesar sepanjang sejarah turnamen.
Peserta datang dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Singapura, Kamboja, Laos, Brunei Darussalam, Sri Lanka, Pakistan, Jepang, dan China.
GIC sendiri pertama kali digelar pada 2015 sebagai kompetisi sepak bola usia muda bertaraf internasional.
Setelah sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, turnamen kembali rutin digelar mulai 2022 hingga sekarang.
Jumlah negara yang terlibat juga terus bertambah. Dari hanya tiga negara pada 2015, meningkat menjadi lima negara pada 2022, tujuh pada 2023, delapan pada 2024, 12 pada 2025, hingga mencapai 13 negara pada GIC 2026.
GIC 2026 tak sekadar mempertemukan tim-tim lokal. Sejumlah akademi dan klub dari luar negeri yang memiliki reputasi kuat di pembinaan usia muda turut meramaikan kompetisi.
Di antaranya Shonan Bellmare dari Jepang, Zhejiang asal China, serta PT Prachuap dari Thailand.
Akademi PVF asal Vietnam juga ikut ambil bagian pada kategori U-12 Boys. Akademi tersebut dikenal sebagai salah satu tempat pembinaan pemain muda Vietnam yang memasok talenta ke tim nasional berbagai kelompok usia.
Kehadiran tim-tim tersebut menjadi kesempatan bagi pemain Indonesia untuk mendapatkan pengalaman menghadapi lawan dari karakter permainan berbeda tanpa harus bertanding ke luar negeri.
Pembukaan GIC 2026 turut dihadiri sejumlah figur yang selama ini berkecimpung dalam pembinaan sepak bola Indonesia.
Di antaranya Indra Sjafri, Fakhri Husaini, serta Eduardo Perez Moran yang pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan Timnas Indonesia pada era Luis Milla.
Eduardo Perez Moran atau Edu memberikan apresiasi terhadap konsistensi GIC yang terus berkembang dan mampu mendatangkan peserta dari berbagai negara.
Ia bahkan menyebut turnamen tersebut sebagai pesta bagi sepak bola usia muda.
"GIC adalah pesta sepak bola usia muda. 13 negara berkompetisi di sini. Bisa dilihat sendiri keseruannya. Sangat bagus untuk Indonesia. Event internasional seperti ini harus diperbanyak," kata Edu.
Edu juga menilai keberadaan kompetisi seperti GIC penting untuk mempersiapkan generasi pemain yang nantinya menjadi bagian dari masa depan sepak bola Indonesia.
"Kompetisi usia muda itu adalah fondasi masa depan tim nasional, sehingga penting untuk terus dilaksanakan. Terlebih sekarang GIC juga menambah kategori putri. Sebuah gebrakan yang bagus untuk perkembangan sepak bola di Indonesia," ujarnya.
Salah satu pembeda GIC 2026 adalah keterlibatan kategori U-15 Girls.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ruang kompetisi bagi pesepak bola putri usia muda.
Selain kategori putri, empat kelompok lainnya tetap mempertandingkan sektor putra, yakni U-10, U-12, U-15, dan U-17.
Dengan format tersebut, GIC memberikan panggung kompetitif bagi pemain dari berbagai rentang usia sekaligus mempertemukan mereka dengan peserta dari mancanegara.
Penyelenggaraan GIC 2026 turut mendapat dukungan dari Srilankan Airlines dan Ethiopian Airlines.
Country Manager Srilankan Airlines Indonesia, Balakrishnan Pirathapan, mengapresiasi perkembangan turnamen tersebut yang kini menghadirkan peserta dari 13 negara.
"Kami dari Srilankan Airlines sangat bangga bisa terlibat mendukung GIC 2026. Event ini semakin besar dan tahun ini ada satu tim dari Srilanka yang ikut serta. Harapannya bisa lebih berkembang lagi ke depannya," ucap Balakrishnan.
Sementara itu, Area Manager Ethiopian Airlines Indonesia, Selamawit Walelegn, melihat sepak bola sebagai medium yang mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
"Sepak bola bisa menyatukan manusia. Sebuah campaign penting dan kami berkesempatan mempromosikan Ethiopian Airlines di GIC 2026. Sungguh membanggakan bisa mendukung event yang semakin berkembang setiap tahun," tutur Selamawit.
GIC 2026 selanjutnya akan terus bergulir di dua venue di Sentul dengan melibatkan puluhan tim dari berbagai negara hingga seluruh rangkaian pertandingan selesai.
Baca juga: Thom Haye Diduga Kena Pukul Pemain Bali United: Tak Ikut Pesta Persib Juara, Akun Instagram Hilang
Baca juga: Shin Tae-yong Menang Bareng Persija, Igor Tolic Bawa Persib Juara: Dua Pelatih Kirim Sinyal Berbeda
Baca juga: Ada Pameran di Pulau Onrust Kepulauan Seribu, Ungkap Jejak Perjalanan Haji dari Batavia ke Baitullah