TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Berikut 15 contoh laporan perjalanan menarik ke tempat wisata di Jawa Barat - Bandung dalam bentuk narasi menggunakan kalimat efektif dan majas metafora untuk kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 4 halaman 146 147 soal Menulis Bab 6 Satu Titik dalam buku paket Kurikulum Merdeka terbitan Kemendibudristek edisi revisi 2023 .
Baca juga: 10 Contoh Laporan Perjalanan ke Banten-Serang, Narasi Menggunakan Kalimat Efektif dan Majas Metafora
Bab 6 Satu Titik
Soal :
Bahas Bahasa
Majas Metafora
Majas adalah kiasan. Majas metafora adalah kiasan yang menggunakan kata atau kelompok kata yang bukan arti sebenarnya untuk menggambarkan sesuatu. Kata atau kelompok kata tersebut memiliki persamaan atau perbandingan dengan kata yang diwakilinya.
Berikut ini kalimat yang menggunakan majas metafora dalam teks “AnakAnak Merapi”.
1. Beberapa tahun lalu, wedhus gembel menjadi buah bibir orang-orang di Indonesia.
Arti buah bibir sebenarnya : bahan pembicaraan
2. Wedhus gembel membabi buta, menghanguskan apa saja yang dilaluinya.
Arti membabi buta sebenarnya : menerjang tanpa memilih
3. “Abu dan lava yang dikeluarkan itu baik untuk menyuburkan tanah,” Ratna angkat bicara.
Arti angkat bicara sebenarnya : mulai berbicara atau memberi pendapat
4. Mereka meminta Panji berlapang dada menerima kenyataan itu.
Arti berlapang dada sebenarnya : sabar
5. Mendung menyelimuti wajah Panji ketika dia teringat sapi kesayangannya.
Arti mendung sebenarnya : sedih
Menulis
Apa
Siapa
Mengapa
Dimana
Kapan
Bagaimana
Laporan Perjalanan
Kamu tentu pernah melakukan perjalanan ke suatu tempat untuk berwisata atau keperluan lainnya. Kegiatan itu dapat kamu tuangkan dalam bentuk laporan perjalanan.
Apakah laporan perjalanan itu? Laporan perjalanan adalah tulisan yang berisi hasil dari kunjungan atau perjalanan ke suatu tempat. Laporan perjalanan berisi fakta atau informasi berdasarkan pengamatan atau pengalaman orang yang melakukan perjalanan. Laporan perjalanan harus ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Laporan perjalanan dapat dituliskan dalam bentuk narasi . Kamu tentu masih ingat ADiKSiMBa (apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, bagaimana). Unsur-unsur di dalam laporan perjalanan harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Sekarang, ingat-ingatlah perjalanan menarik yang pernah kamu lakukan. Lalu, buatlah laporan perjalanan dalam bentuk narasi . Tuliskan karanganmu dengan memulai dari bagian awal yang menarik, diikuti bagian tengah yang seru, ditutup dengan bagian akhir yang juga menarik. Jangan lupa gunakan kalimat efektif dan majas metafora yang telah kalian pelajari.
Gunakan kerangka karangan berikut untuk memudahkan kamu bekerja.
Judul :
Awal (1 paragraf)
Ceritakan nama dan waktu perjalanan yang dilakukan (apa dan kapan), orang yang ikut dalam perjalanan (siapa), dan untuk apa perjalanan itu dilakukan (mengapa).
Tengah (2—3 paragraf)
Ceritakan proses perjalanannya (bagaimana). Kamu dapat menceritakan kendaraan yang digunakan, berapa lama waktu yang diperlukan, dan suasana perjalanannya. Kalau kamu mengetahui biaya-biaya dalam perjalanan tersebut, kamu dapat mencantumkannya. Ceritakan suka duka yang dialami selama perjalanan atau saat sampai di tujuan. Ceritakan pula hal-hal yang dijumpai atau dilakukan di tempat tujuan.
Akhir (1 paragraf)
Sampaikan kesan yang kamu dapat dari perjalanan ini. Kamu juga dapat menyampaikan rencana atau saran untuk perjalanan selanjutnya. Misalnya, “Kalau berkunjung ke tempat ini, sebaiknya membawa payung.”
Kunci jawaban :
Berikut contoh jawaban menulis laporan perjalanan menarik yakni 15 contoh laporan perjalanan menarik ke tempat wisata di Jawa Barat - Bandung dalam bentuk narasi menggunakan kalimat efektif dan majas metafora :
1. Laporan Perjalanan ke Gedung Sate, Bandung
Judul: Mahkota Jawa Barat yang Menjulang Tegak Menembus Awan
Pada awal bulan Juni, saat embun masih menyejukkan tanah Parahyangan, aku bersama kedua orang tuaku berangkat menuju Gedung Sate, ikon kebanggaan Kota Bandung yang menjulang gagah bagai mahkota perak bertabur emas di puncaknya. Perjalanan ini kami lakukan untuk mengisi libur sekolah sekaligus menyaksikan langsung bangunan bersejarah yang bagai pelita abadi menerangi peradaban dan keindahan tanah Jawa Barat.
Kami menempuh perjalanan menggunakan kendaraan pribadi yang melaju tenang menyusuri jalan kota yang rindang dan rapi. Perjalanan dari pinggiran kota memakan waktu sekitar empat puluh menit dengan biaya tiket masuk sebesar Rp5.000 per orang. Di sepanjang jalan, udara sejuk menyapa wajah dan pepohonan hijau berjejer rapi bagai barisan penyambut yang ramah dan tulus.
Sesampainya di lokasi, bangunan megah dengan menara yang dihiasi bola sate di puncaknya tampak menyambut kedatangan kami bagai pelukan hangat leluhur yang penuh keagungan. Arsitekturnya memadukan keindahan budaya nusantara dan Eropa dengan harmonis, seakan menjadi jembatan emas yang menghubungkan masa lalu dan masa kini dalam satu keindahan yang tak terlukiskan.
Kami berjalan menyusuri halaman yang luas dan bersih sambil memandang setiap sudut bangunan yang penuh ukiran dan seni. Setiap dinding dan tiang kokoh seakan bercerita tentang kejayaan dan keteguhan hati para pendahulu yang membangunnya dengan penuh ketekunan dan kasih sayang terhadap tanah air tercinta.
Menjelang sore, saat cahaya matahari mulai miring dan menyinari seluruh bangunan dengan warna keemasan yang hangat, kami berpamitan meninggalkan kawasan itu dengan hati yang penuh rasa bangga. Gedung Sate tetap berdiri tegak bagai tak ingin beranjak, seakan mengantar kepergian kami dengan pesan agar senantiasa menjaga keindahan dan kejayaan tanah air dengan penuh kasih sayang.
Gedung Sate adalah mahkota bersejarah yang mengajarkan kita arti keindahan, kejayaan, dan persatuan dalam keberagaman. Jika kamu berkunjung ke sini, sebaiknya datanglah menjelang sore agar dapat menikmati pemandangan yang hangat dan indah, serta jaga kebersihan halaman agar tetap cantik dan nyaman dinikmati semua orang.
2. Laporan Perjalanan ke Jalan Braga, Bandung
Judul: Jalan Bersejarah yang Menyimpan Jejak Kejayaan dan Pesona Abadi
Pada pertengahan bulan Juli, aku dan kedua sahabatku melangkah beriringan menuju Jalan Braga, jalan bersejarah yang bagai lembaran masa lalu yang masih hidup dan bernapas di tengah hiruk-pikuk Kota Bandung. Perjalanan ini kami lakukan untuk menikmati suasana masa lalu yang masih terasa nyata, sekaligus menyaksikan bagaimana keindahan dan ketertiban masa lalu tetap menjadi pelita yang menuntun langkah kita di masa kini.
Kami menempuh perjalanan menggunakan angkutan kota yang melaju tenang menyusuri jalan-jalan kota yang asri. Perjalanan memakan waktu sekitar tiga puluh menit dan dapat dikunjungi secara bebas tanpa biaya tiket masuk. Di sepanjang perjalanan, hati merasa gembira dan tak sabar segera melangkah di jalan yang penuh kenangan dan keindahan itu.
Sesampainya di Jalan Braga, bangunan-bangunan tua yang masih berdiri kokoh dan tertata rapi tampak menyambut kedatangan kami bagai saksi bisu kejayaan masa lalu yang tak pernah pudar dimakan waktu. Jalan yang bersih dan tertata rapi seakan menjadi cermin budaya yang memantapkan langkah dan menyejukkan hati setiap yang melintas di atasnya.
Kami berjalan santai menikmati suasana yang tenang dan penuh seni sambil memandang bangunan-bangunan indah dan kafe-kafe yang menambah pesona jalan itu. Setiap sudut dan fasad bangunan seakan bercerita tentang masa keemasan yang mengajarkan kita bahwa ketertiban, keindahan, dan kesopanan adalah jendela yang memancarkan cahaya kebudayaan yang luhur.
Menjelang sore, saat lampu jalan mulai menyala satu per satu dan memancarkan cahaya lembut yang menambah keindahan suasana, kami berpamitan pulang dengan hati yang penuh kenangan manis. Jalan Braga tetap tampak anggun dan menawan bagai wanita terpelajar yang senantiasa memancarkan keindahan dan kelembutan hati kepada siapa saja yang berkunjung ke sana.
Jalan Braga mengajarkan kita arti keindahan, ketertiban, dan kelestarian budaya. Jika kamu berkunjung ke sini, sebaiknya berjalanlah dengan santai dan sopan agar tidak mengganggu kenyamanan orang lain, serta jaga kebersihan agar jalan bersejarah ini tetap cantik dan terawat bagai warisan luhur yang dijaga sepenuh hati.
3. Laporan Perjalanan ke Kawah Putih, Ciwidey
Judul: Danau Putih Berwarna Susu yang Terbaring Tenang di Atas Pelukan Gunung
Pada awal bulan Agustus, aku beserta keluarga besar berangkat menuju Kawah Putih, danau kawah berwarna putih susu yang terbaring tenang di ketinggian bagai cermin perak yang diletakkan di atas hamparan selimut hijau pegunungan. Perjalanan ini kami lakukan untuk menikmati keindahan alam yang luar biasa sejuk dan menakjubkan, sekaligus menyaksikan keagungan ciptaan Tuhan yang penuh keajaiban dan kebesaran.
Kami menempuh perjalanan menggunakan mobil keluarga yang melaju perlahan menanjak menyusuri jalan berkelok di antara perkebunan teh yang hijau dan luas. Perjalanan dari pusat kota Bandung memakan waktu sekitar dua setengah jam dengan biaya tiket masuk sebesar Rp25.000 per orang. Semakin naik ke puncak, udara semakin dingin dan segar bagai air yang baru saja menetes dari langit, menyegarkan segenap jiwa dan raga seketika.
Sesampainya di lokasi, hamparan air berwarna putih susu yang jernih dan permukaan yang tenang seakan menyambut kedatangan kami bagai senyum damai yang tulus dari alam. Kabut tipis yang melayang-layang di atas permukaan air bagai kain sutra putih yang sesekali menutup dan membuka keindahan kawah, menciptakan suasana magis seakan berada di negeri dongeng yang penuh keajaiban.
Kami berjalan menyusuri tepian kawah sambil menikmati udara dingin yang segar dan aroma belerang yang samar namun khas. Air yang berwarna putih susu dan tepian yang berpasir putih seakan menjadi buaian lembut yang menampung keindahan dan kedamaian, mengingatkan kita betapa dahsyatnya kekuasaan Tuhan yang menciptakan keindahan dari kekuatan alam yang dahsyat sekalipun.
Menjelang siang, kabut mulai turun semakin tebal menyelimuti kawasan bagai selimut lembut yang menidurkan alam dalam damai. Kami pun perlahan berpamitan pulang membawa kesegaran dan rasa kagum yang mendalam di dalam hati, menyadari bahwa keindahan alam ini adalah titipan Tuhan yang wajib dijaga agar tetap utuh dan lestari bagi anak cucu kita kelak.
Kawah Putih menyimpan keindahan alam yang luar biasa dan menyejukkan hati. Jika kamu berkunjung ke sini, sebaiknya bawalah jaket tebal karena udaranya terasa sangat dingin, serta gunakan alas kaki yang nyaman dan berhati-hatilah saat berjalan di tepian kawah yang terkadang berpasir dan licin.
4. Laporan Perjalanan ke Kebun Teh Ciwidey
Judul: Lautan Hijau yang Membentang Luas Menyapa Langit yang Biru
Pada hari Sabtu pertengahan bulan Agustus, aku bersama ayah dan ibu berkunjung ke Kebun Teh Ciwidey yang membentang luas di lereng pegunungan yang sejuk dan asri. Perjalanan ini kami lakukan untuk menikmati hamparan hijau yang menenangkan pandangan dan menyejukkan hati, bagai berjalan di atas permadani hijau yang terbentang luas tanpa batas hingga menyapa kaki langit yang biru bersih.
Kami menempuh perjalanan menggunakan mobil keluarga yang melaju perlahan menyusuri jalan berkelok yang dikelilingi hamparan hijau tak bertepi. Perjalanan dari pusat kota memakan waktu sekitar dua jam dengan biaya tiket masuk sebesar Rp15.000 per orang. Di sepanjang jalan, udara sejuk berhembus lembut menyapa wajah dan pemandangan hijau yang terus berjalan seakan ikut menyambut kedatangan kami dengan penuh keramahan.
Sesampainya di kawasan perkebunan, hamparan tanaman teh yang tertata rapi dan berwarna hijau segar tampak bagai lautan hijau yang bergoyang lembut ditiup angin sejuk. Barisan tanaman yang berjejer rapi mengikuti kontur lereng bukit seakan menciptakan lukisan alam yang penuh seni dan ketertiban, menyejukkan pandangan mata dan menenangkan hati setiap yang memandangnya.
Kami berjalan menyusuri jalan setapak di antara hamparan teh sambil menikmati pemandangan bukit yang berjejer rapi di kejauhan. Para pemetik teh yang bekerja dengan tekun dan teratur bagai penari alam yang bergerak serasi menciptakan harmoni kehidupan, mengajarkan kita bahwa ketekunan dan keteraturan senantiasa melahirkan keindahan dan kemakmuran yang bermanfaat bagi sesama.
Menjelang sore, saat cahaya matahari mulai miring dan menyinari hamparan hijau dengan warna keemasan yang hangat, kami berpamitan pulang dengan hati yang tenang dan pikiran yang segar. Kebun Teh Ciwidey tetap tampak hijau dan subur bagai tak pernah lelah menyambut siapa saja yang datang mencari kesegaran dan kedamaian di pelukan alam yang sejuk ini.
Kebun Teh Ciwidey adalah hamparan keindahan alam yang menyejukkan jiwa dan menyegarkan raga. Jika kamu berkunjung ke sini, sebaiknya datanglah pagi atau sore hari agar udara terasa sejuk dan pemandangan tampak indah disinari cahaya matahari, serta jangan merusak tanaman agar keindahan perkebunan ini tetap terjaga dan lestari selamanya.
5. Laporan Perjalanan ke Alun-Alun Bandung
Judul: Jantung Kota yang Selalu Berdenam Penuh Kehidupan dan Kebersamaan
Pada awal bulan September, aku beserta teman-teman sekelas dan guru pembimbing berkunjung ke Alun-Alun Bandung yang terletak di jantung kota yang selalu hidup dan ramai. Perjalanan ini kami lakukan untuk menikmati suasana kebersamaan dan keramahan warga yang berkumpul di tempat yang bagai jantung kota yang senantiasa berdenam penuh kehidupan dan kasih sayang sesama warga.
Kami menempuh perjalanan menggunakan bus sekolah yang melaju tenang menyusuri jalan kota yang ramai namun tertib. Perjalanan memakan waktu sekitar empat puluh menit dan dapat dikunjungi secara bebas tanpa biaya tiket masuk. Di sepanjang perjalanan, hati merasa gembira dan tak sabar segera tiba di tempat yang menjadi jantung dan kebanggaan warga Bandung ini.
Sesampainya di lokasi, halaman yang luas dan tertata rapi dengan dua masjid megah di sisi-sisinya tampak menyambut kedatangan kami bagai pelukan hangat yang penuh kedamaian dan kerukunan. Rumput hijau yang segar dan halaman yang luas seakan menjadi panggung kebersamaan yang mengajarkan kita bahwa kedamaian sejati lahir dari kerukunan iman dan kasih sayang antar sesama warga kota.
Kami berjalan santai menikmati keramaian dan kegembiraan warga yang berkumpul bersama keluarga dan kerabat. Suara tawa anak-anak, jajanan khas yang harum semerbak, dan suasana yang hidup namun tetap tertib seakan menjadi irama kehidupan yang harmonis, mengajarkan kita bahwa kebahagiaan sederhana lahir dari kebersamaan dan kedamaian hati yang tulus.
Menjelang malam, lampu-lampu mulai menyala indah dan memancarkan cahaya lembut yang menambah keindahan suasana alun-alun. Kami pun berpamitan pulang dengan hati yang gembira dan pikiran yang hangat, menyadari bahwa tempat yang terbuka dan luas ini adalah milik semua orang yang wajib dijaga ketertiban dan kebersihannya agar tetap nyaman dan indah bagi setiap warga.
Alun-Alun Bandung adalah tempat kebersamaan dan kedamaian yang menjadi kebanggaan warga kota. Jika kamu berkunjung ke sini, sebaiknya jaga kebersihan dan ketertiban agar tetap nyaman bagi semua orang, serta berhati-hatilah saat bergerak karena tempat ini cukup ramai dan banyak orang yang berjalan ke sana kemari.
6. Laporan Perjalanan ke Dago Dreampark
Judul: Puncak Keindahan yang Menyuguhkan Pemandangan Kota Bagai Lautan Cahaya
Pada hari libur pertengahan bulan September, aku bersama adik dan sepupu-sepupu berangkat menuju Dago Dreampark yang terletak di kawasan pegunungan Dago yang sejuk dan indah. Perjalanan ini kami lakukan untuk menikmati keindahan alam dan pemandangan kota dari ketinggian yang bagai melihat hamparan permata yang berkilauan di bawah sinar remang langit senja.
Kami menempuh perjalanan menggunakan mobil keluarga yang melaju perlahan menanjak menyusuri jalan berkelok yang asri dan rindang. Perjalanan dari pusat kota memakan waktu sekitar empat puluh lima menit dengan biaya tiket masuk sebesar Rp30.000 per orang. Semakin naik ke puncak, udara semakin sejuk dan pemandangan kota yang mulai tampak dari kejauhan sungguh menakjubkan dan menyenangkan hati.
Sesampainya di lokasi, pemandangan hamparan Kota Bandung yang tampak dari ketinggian bagai lautan rumah yang berjejer rapi dan berkilauan cahayanya sungguh menakjubkan. Berbagai sudut pandang dan taman yang tertata indah seakan menjadi jendela alam yang membuka pandangan mata dan hati agar senantiasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Agung atas segala keindahan yang diciptakan-Nya.
Kami berkeliling menikmati pemandangan dari berbagai titik yang indah dan mempesona sambil menikmati udara sejuk yang berhembus lembut menyapa wajah. Dari ketinggian itu, kota tampak tenang dan damai bagai hamparan permata yang diletakkan di atas kain hijau yang luas, mengingatkan kita betapa indahnya tempat tinggal kita jika dijaga dengan penuh kasih sayang dan ketertiban.
Menjelang malam, lampu-lampu kota mulai menyala satu per satu dan tampak bagai bintang-bintang yang turun menyinari bumi dengan cahaya lembut dan hangat. Kami pun berpamitan pulang membawa rasa kagum dan kenangan indah di dalam hati, menyadari bahwa keindahan sejati tampak ketika kita melihat sesuatu dari ketinggian dengan hati yang tulus dan penuh rasa syukur.
Dago Dreampark menyuguhkan pemandangan yang menakjubkan dan udara yang sejuk menyejukkan hati. Jika kamu berkunjung ke sini, sebaiknya datanglah menjelang sore agar dapat menikmati pemandangan siang dan malam yang sama-sama indah, serta kenakan alas kaki yang nyaman karena banyak berjalan naik turun tangga di kawasan wisata ini.
7. Laporan Perjalanan ke Saung Angklung Udjo
Judul: Rumah Seni Tempat Budaya Mengalir Bagai Air yang Tak Pernah Kering
Pada awal bulan Oktober, aku bersama paman dan sepupu berkunjung ke Saung Angklung Udjo, tempat pelestarian seni dan budaya Sunda yang bagai mata air jernih yang senantiasa mengalir membawa kesegaran dan keindahan budaya bagi siapa saja yang berkunjung ke sana. Perjalanan ini kami lakukan untuk menikmati keindahan seni musik tradisional sekaligus belajar menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur yang penuh keindahan dan kebijaksanaan.
Kami menempuh perjalanan menggunakan kendaraan umum yang melaju tenang menyusuri jalan yang asri dan tenang. Perjalanan memakan waktu sekitar tiga puluh menit dengan biaya tiket masuk sebesar Rp50.000 per orang. Di sepanjang perjalanan, hati merasa gembira dan tak sabar segera mendengarkan irama musik yang lahir dari kebijaksanaan dan ketekunan para leluhur kita.
Sesampainya di lokasi, bangunan yang terbuat dari bambu dan tertata rapi dengan nuansa alam yang sejuk langsung menyambut kedatangan kami bagai pelukan hangat kerabat yang penuh keramahan dan kesederhanaan. Suasana yang asri dan penuh seni seakan mengajarkan kita bahwa keindahan sejati lahir dari kesederhanaan dan keselarasan hidup bersama alam yang tulus dan penuh kasih sayang.
Kami menyaksikan pertunjukan angklung yang dimainkan dengan penuh kerjasama dan keharmonisan oleh para pemain yang cekatan dan gembira. Bunyi angklung yang saling bersahutan dan menyatu menjadi irama yang merdu bagai suara alam yang bernyanyi memuji kebesaran Tuhan, mengajarkan kita bahwa keindahan dan keharmonisan lahir dari kerjasama dan kesatuan hati yang tulus.
Di akhir pertunjukan, kami pun diajak ikut bermain angklung bersama yang terasa menyenangkan dan menyatukan hati semua penonton yang hadir. Pengalaman itu mengajarkan kita bahwa setiap orang memiliki peran penting dalam menciptakan keindahan dan keharmonisan, bagai nada-nada yang berbeda namun bersatu menjadi irama yang indah dan menenangkan jiwa.
Menjelang sore, kami berpamitan meninggalkan Saung Angklung Udjo dengan hati yang gembira dan penuh rasa bangga akan kekayaan budaya leluhur. Tempat sederhana itu tetap berdiri tegak bagai pelita budaya yang senantiasa bersinar, mengajak kita semua untuk senantiasa menjaga dan melestarikan warisan luhur ini agar tetap mekar dan harum di tanah air tercinta.
Saung Angklung Udjo adalah rumah seni yang melestarikan budaya dan mengajarkan kita arti kerjasama serta keharmonisan. Jika kamu berkunjung ke sini, sebaiknya datanglah tepat waktu agar tidak ketinggalan pertunjukan, serta jaga ketenangan dan ikuti petunjuk pemandu agar dapat menikmati keindahan seni dan budaya ini dengan sepenuh hati.
8. Laporan Perjalanan ke Curug Maribaya
Judul: Tirai Air Jernih yang Turun Lembut Membawa Kesegaran dari Pelukan Bukit Hijau
Pada pertengahan bulan Oktober, aku beserta keluarga besar berkunjung ke Curug Maribaya yang tersembunyi di kawasan hutan hijau yang sejuk dan asri. Perjalanan ini kami lakukan untuk menyaksikan keajaiban alam yang airnya turun lembut bagai tirai bening yang diturunkan dari puncak bukit membawa kesegaran dan kehidupan bagi segenap makhluk yang hidup di sekitarnya.
Kami menempuh perjalanan menggunakan mobil keluarga yang melaju perlahan menuju kawasan pegunungan, lalu melanjutkan berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang rindang dan sejuk. Perjalanan memakan waktu sekitar satu jam dari pusat kota dengan biaya tiket masuk sebesar Rp15.000 per orang. Semakin mendekati lokasi, suara gemuruh air terdengar semakin jelas memanggil-manggil kedatangan kami bagai irama musik alam yang merdu dan menenangkan jiwa.
Sesampainya di lokasi, air terjun yang turun dari ketinggian bukit tampak bagai tirai bening berkilauan yang jatuh menyentuh bebatuan dengan lembut namun terus mengalir tanpa henti. Butiran air yang memercik terasa sejuk menyapa wajah, menciptakan kabut tipis yang melayang-layang di sekitar air terjun bagai kain sutra halus yang menambah keindahan dan keagungan tempat ini.
Kami mendekat ke kolam alami di bawah air terjun yang airnya jernih dan dingin. Air yang jatuh dari ketinggian membasahi tubuh yang terasa segar dan menyehatkan segenap raga, seakan menyadarkan kami bahwa perjuangan menempuh perjalanan yang sedikit melelahkan ini sebanding dengan kesegaran dan keindahan yang kami temukan di tempat yang menyejukkan jiwa ini.
Kami juga berjalan menyusuri aliran sungai yang jernih dan berbatu sambil menikmati kesegaran udara dan keindahan pepohonan yang rimbun di sepanjang jalan. Suara gemuruh air yang berirama merdu menyatu dengan suara kicauan burung dan gemerisik dedaunan menciptakan simfoni alam yang menenangkan hati, seakan segala beban dan lelah perlahan hilang tersapu kesegaran air yang jernih dan dingin itu.
Menjelang siang, kami berpamitan meninggalkan curug yang terus mengalir turun tanpa henti bagai semangat kehidupan yang tak pernah berhenti. Kami pulang membawa kesegaran yang meresap hingga ke dalam tulang dan pesan luhur bahwa kesabaran serta ketekunan dalam menjalani kehidupan akan senantiasa membawa kita ke tempat yang indah dan penuh berkah bagai Curug Maribaya yang menyejukkan ini.
Curug Maribaya mengajarkan kita arti kesabaran dan ketekunan dalam menjalani kehidupan. Jika kamu berkunjung ke sini, sebaiknya kenakan alas kaki yang kuat dan anti selip karena jalannya berbatu dan licin, serta berhati-hatilah saat mendekat ke kolam agar tidak terpeleset dan tetap aman menikmati keindahan alam yang luar biasa ini.
9. Laporan Perjalanan ke Tangkuban Perahu, Lembang
Judul: Perahu Raksasa yang Terbalik Menjadi Gunung Penuh Legenda dan Keajaiban
Pada awal bulan November, aku bersama teman-teman sekelas dan guru pembimbing berkunjung ke Gunung Tangkuban Perahu, gunung berapi yang bentuknya menyerupai perahu terbalik dan menyimpan kisah legenda yang abadi. Perjalanan ini kami lakukan untuk menyaksikan keajaiban alam yang bagai perahu raksasa yang terbalik menjadi gunung, sekaligus mendengarkan kisah luhur yang mengajarkan kita tentang janji, kesabaran, dan keteguhan hati yang tak boleh goyah.
Kami menempuh perjalanan menggunakan bus sekolah yang melaju perlahan menanjak menyusuri jalan berkelok di antara hamparan perkebunan dan hutan hijau yang rimbun. Perjalanan dari pusat kota Bandung memakan waktu sekitar dua jam dengan biaya tiket masuk sebesar Rp20.000 per orang. Semakin naik ke puncak, udara semakin dingin dan segar bagai napas alam yang menyejukkan segenap jiwa dan raga seketika.
Sesampainya di kawah, lubang besar yang mengeluarkan uap putih panas tampak menyambut kedatangan kami bagai mulut raksasa yang senantiasa hidup dan berdenyut. Bentuk gunung yang menyerupai perahu terbalik seakan menjadi bukti bisu kebesaran Tuhan sekaligus pengingat kisah masa lalu, mengajarkan kita bahwa kesungguhan hati dan keteguhan hati harus selalu disertai kebijaksanaan dan kesabaran yang penuh.
Kami berjalan menyusuri tepian kawah sambil mendengarkan kisah legenda yang menyertai keberadaan gunung ini. Uap putih yang mengepul dari dasar kawah seakan bercerita tentang perjuangan dan keteguhan hati, sekaligus mengingatkan kita betapa dahsyatnya kekuasaan Tuhan yang menciptakan dan menjaga keseimbangan alam dengan penuh kebijaksanaan.
Dari tepian kawah, hamparan hutan hijau yang membentang luas ke kejauhan tampak bagai lautan hijau yang tak bertepi. Di kejauhan, pemandangan lembah dan kota yang tampak samar di bawah cahaya kabut tipis menciptakan suasana magis yang menakjubkan, menyadarkan kita betapa kecilnya kita di hadapan kebesaran Tuhan yang menciptakan segala sesuatu dengan penuh keajaiban dan keindahan.
Menjelang siang, kabut mulai turun menyelimuti kawasan bagai selimut putih yang menutup keindahan gunung sejenak. Kami pun berpamitan pulang membawa rasa kagum dan pesan luhur di dalam hati, menyadari bahwa keindahan dan keajaiban alam ini adalah titipan Tuhan yang wajib kita jaga dan pelihara dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab.
Gunung Tangkuban Perahu menyimpan keajaiban alam sekaligus pesan luhur dari kisah masa lalu. Jika kamu berkunjung ke sini, sebaiknya bawalah jaket tebal karena udara di puncak terasa sangat dingin, serta berhati-hatilah dan jangan mendekat terlalu jauh ke tepian kawah yang berbahaya demi keselamatan diri.
10. Laporan Perjalanan ke Floating Market Lembang
Judul: Pasar Unik yang Mengapung di Atas Air Bagai Permata di Tengah Danau
Pada hari libur pertengahan bulan November, aku beserta keluarga besar berkunjung ke Floating Market Lembang, tempat berbelanja dan bersantai yang unik karena berdagang di atas perahu-perahu kecil yang mengapung tenang di atas danau. Perjalanan ini kami lakukan untuk menikmati suasana yang sejuk dan unik, bagai berkunjung ke negeri dongeng yang penuh kehangatan, keramahan, dan kelezatan yang menyenangkan hati.
Kami menempuh perjalanan menggunakan mobil keluarga yang melaju perlahan menuju kawasan Lembang yang sejuk dan asri. Perjalanan dari pusat kota memakan waktu sekitar satu jam dengan biaya tiket masuk sebesar Rp15.000 per orang. Di sepanjang jalan, udara sejuk berhembus lembut menyapa wajah dan pemandangan hijau yang berjejer rapi membuat hati merasa gembira dan tak sabar segera tiba di lokasi.
Sesampainya di pasar, perahu-perahu kecil yang berisi jajanan dan makanan khas tampak berjejer rapi mengapung tenang di atas air yang jernih dan tenang. Suasana yang hidup namun tetap damai seakan menjadi lukisan kehidupan yang harmonis, mengajarkan kita bahwa kemakmuran dan kebahagiaan lahir dari keramahan, kesederhanaan, dan kerjasama yang tulus antar sesama.
Kami berjalan menyusuri tepian danau sambil menikmati beragam jajanan khas yang lezat dan minuman hangat yang menyejukkan tubuh. Suara tawar-menawar yang ramah dan tawa pengunjung yang gembira menyatu dengan pemandangan perahu-perahu yang berwarna-warni di atas air jernih, menciptakan suasana hangat yang menenangkan hati dan menghapus segala lelah seketika.
Kami juga duduk bersantai menikmati pemandangan danau yang tenang dan udara yang sejuk sambil menikmati hidangan yang kami beli dari perahu-perahu itu. Air danau yang tenang memantulkan bayangan perahu dan langit bagai cermin bening yang memukau, menciptakan kedamaian yang membuat hati merasa tenang dan bahagia seakan waktu berhenti sejenak membiarkan kami menikmati kebahagiaan sederhana ini.
Menjelang sore, saat lampu-lampu mulai menyala lembut dan memantulkan cahayanya di permukaan air yang berkilauan indah, kami berpamitan pulang dengan hati yang penuh kebahagiaan dan perut yang kenyang. Floating Market tetap tampak hidup dan hangat bagai pelukan kerabat yang menyambut siapa saja yang datang dengan hati yang gembira dan tulus.
Floating Market Lembang adalah tempat yang menyuguhkan keunikan, kehangatan, dan keramahan yang menenangkan hati. Jika kamu berkunjung ke sini, sebaiknya datanglah pagi atau sore hari agar udara terasa sejuk dan nyaman, serta jaga kebersihan dan jangan membuang sampah ke dalam air agar danau tetap jernih dan indah dipandang mata.
11. Laporan Perjalanan ke Rumah Mode, Jalan Setiabudi
Judul: Surga Belanja yang Menyimpan Keindahan dan Kesenangan di Setiap Sudutnya
Pada awal bulan Desember, aku bersama kedua orang tuaku berkunjung ke Rumah Mode yang terletak di Jalan Setiabudi, tempat belanja yang luas, sejuk, dan indah bagai taman bunga yang penuh warna dan keindahan yang tak kunjung habis dipandang mata. Perjalanan ini kami lakukan untuk mencari kebutuhan sekaligus menikmati suasana yang nyaman dan menyenangkan, seakan berjalan di taman yang penuh kenangan dan kebahagiaan.
Kami menempuh perjalanan menggunakan kendaraan pribadi yang melaju tenang menyusuri jalan yang ramai namun tertib. Perjalanan dari pusat kota memakan waktu sekitar empat puluh menit dan masuk tanpa biaya tiket. Di sepanjang perjalanan, hati merasa gembira dan tak sabar segera tiba di tempat yang luas, sejuk, dan penuh keindahan itu.
Sesampainya di lokasi, bangunan yang luas, sejuk, dan tertata rapi tampak menyambut kedatangan kami bagai rumah besar yang menyambut tamu dengan penuh keramahan dan kemewahan yang sederhana. Barang-barang yang tertata rapi dan berwarna-warni seakan menjadi bunga-bunga indah yang bermekaran di taman, menawarkan keindahan dan kegunaan bagi siapa saja yang membutuhkannya dengan penuh kebijaksanaan.
Kami berkeliling menikmati beragam barang dagangan yang berkualitas dan tertata rapi dengan penuh keramahan pelayan yang menyambut kami dengan senyum tulus. Suasana yang sejuk dan nyaman membuat perjalanan belanja terasa ringan dan menyenangkan, seakan berjalan di taman yang teduh dan segar tanpa merasa lelah sedikit pun.
Setelah puas berkeliling dan memilih barang yang kami butuhkan, kami pun beristirahat sejenak menikmati hidangan segar dan lezat yang tersedia di dalamnya. Tempat yang nyaman dan menyenangkan ini seakan mengajarkan kita bahwa kenyamanan dan keindahan lahir dari ketertiban, keramahan, dan pelayanan yang tulus dari hati kepada sesama.
Menjelang sore, kami berpamitan pulang membawa barang yang kami butuhkan dan hati yang gembira penuh kenangan manis. Rumah Mode tetap tampak indah dan menyambut siapa saja yang datang, seakan mengingatkan kita bahwa kebahagiaan sederhana lahir dari pemenuhan kebutuhan yang disertai kebijaksanaan dan rasa syukur yang tulus.
Rumah Mode adalah tempat yang nyaman dan lengkap untuk berbelanja sekaligus bersantai. Jika kamu berkunjung ke sini, sebaiknya datanglah pada hari yang tidak terlalu ramai agar dapat berkeliling dengan nyaman dan tenang, serta bawalah tas belanja yang cukup agar barang belanjaan tetap tertata rapi dan aman dibawa pulang.
12. Laporan Perjalanan ke De Ranch, Lembang
Judul: Peternakan Indah yang Mengajak Kita Menikmati Kesederhanaan dan Kegembiraan
Pada pertengahan bulan Desember, aku dan kedua sahabatku berkunjung ke De Ranch yang terletak di kawasan Lembang yang sejuk dan asri. Perjalanan ini kami lakukan untuk menikmati suasana peternakan yang asri dan menyenangkan, bagai hidup di padang rumput yang luas dan hijau yang penuh kedamaian, kegembiraan, dan kesederhanaan yang menyejukkan hati.
Kami menempuh perjalanan menggunakan mobil keluarga yang melaju perlahan menuju kawasan Lembang yang sejuk dan rimbun. Perjalanan dari pusat kota memakan waktu sekitar satu jam dengan biaya tiket masuk sebesar Rp20.000 per orang. Di sepanjang jalan, udara sejuk berhembus lembut menyapa wajah dan pemandangan hijau yang terus berjalan seakan ikut menyambut kedatangan kami dengan penuh keramahan.
Sesampainya di lokasi, hamparan padang rumput hijau yang luas dan tertata rapi langsung menyambut kedatangan kami bagai pelukan hangat yang penuh kegembiraan. Kuda-kuda yang tampak sehat dan tenang berjalan di padang rumput seakan menjadi simbol kebebasan, keteguhan, dan keindahan yang lahir dari kesederhanaan dan kedekatan dengan alam.
Kami menunggang kuda berkeliling menyusuri padang rumput dan jalan setapak yang hijau dan rindang. Saat menunggangi kuda yang berjalan tenang dan mantap, hati merasa tenang dan berani, seakan menunggangi kekuatan yang penuh kelembutan dan kesetiaan, mengajarkan kita bahwa kekuatan yang besar harus disertai kelembutan hati dan kasih sayang agar bermanfaat bagi sesama.
Kami juga menikmati berbagai kegiatan seru lainnya sambil menikmati udara sejuk dan pemandangan hijau yang menyejukkan pandangan mata. Suara tawa dan kegembiraan pengunjung yang lain menyatu dengan suara kicauan burung dan desiran angin sejuk, menciptakan suasana damai yang membuat hati merasa bahagia dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala keindahan dan kegembiraan ini.
Menjelang sore, saat cahaya matahari mulai miring dan menyinari padang rumput dengan warna keemasan yang hangat, kami berpamitan pulang dengan hati yang penuh kegembiraan dan kenangan manis. De Ranch tetap tampak asri dan menyenangkan bagai taman surga kecil yang menyambut siapa saja yang datang dengan hati yang gembira dan sederhana.
De Ranch mengajarkan kita arti kesederhanaan, kebebasan, dan kasih sayang terhadap hewan serta alam. Jika kamu berkunjung ke sini, sebaiknya bawalah pakaian hangat dan alas kaki yang nyaman karena udaranya terasa sejuk, serta ikuti arahan petugas saat menunggang kuda agar tetap aman dan nyaman menikmati keseruan di tempat ini.
13. Laporan Perjalanan ke Kebun Raya Bandung
Judul: Hutan Pendidikan yang Menyimpan Ribuan Kekayaan Tumbuhan Berharga
Pada awal bulan Januari, aku beserta teman-teman sekelas dan guru pembimbing berkunjung ke Kebun Raya Bandung yang menjadi tempat pelestarian dan pembelajaran kekayaan tumbuhan yang luar biasa. Perjalanan ini kami lakukan untuk mengenal lebih dekat beragam jenis tumbuhan yang tumbuh subur di tanah yang sejuk dan subur ini, bagai membuka lembaran buku alam yang penuh ilmu pengetahuan dan keajaiban ciptaan Tuhan.
Kami menempuh perjalanan menggunakan bus sekolah yang melaju tenang menyusuri jalan yang asri dan rindang. Perjalanan memakan waktu sekitar tiga puluh menit dari pusat kota dengan biaya tiket masuk sebesar Rp10.000 per orang. Di sepanjang perjalanan, udara yang segar dan pemandangan hijau di sisi jalan membuat hati merasa gembira dan tak sabar segera menikmati kekayaan alam yang ada di dalamnya.
Sesampainya di dalam kawasan Kebun Raya, beragam jenis tumbuhan dari yang berukuran besar hingga yang kecil dan langka tertata rapi dan diberi keterangan yang jelas. Pohon-pohon besar yang menjulang tinggi ke langit tampak bagai raksasa bersahabat yang menaungi kehidupan di bawah rimbunnya dedaunan, menciptakan suasana teduh, sejuk, dan damai yang menenangkan jiwa setiap yang memasukinya.
Kami berjalan menyusuri jalan setapak sambil membaca keterangan dan mempelajari nama serta manfaat setiap tumbuhan yang kami temui. Setiap tanaman memiliki keunikan, bentuk, dan manfaatnya masing-masing bagai setiap manusia yang memiliki bakat dan kelebihan yang berbeda-beda namun tetap berharga dan bermanfaat bagi sesama jika dikembangkan dengan benar.
Di tengah kawasan terdapat kolam kecil yang airnya jernih dan dikelilingi pepohonan hijau yang rimbun. Air yang tenang memantulkan bayangan pohon dan langit bagai cermin bening yang memukau, menciptakan suasana damai yang membuat hati merasa tenang dan bahagia, seakan waktu berhenti sejenak membiarkan kami menikmati kedamaian dan keindahan ciptaan Tuhan yang luar biasa ini.
Menjelang siang, kami berpamitan meninggalkan Kebun Raya dengan pikiran yang penuh dan hati yang gembira bagai orang yang baru saja selesai membaca buku penuh ilmu pengetahuan. Kami pulang membawa kesadaran bahwa setiap tumbuhan memiliki peran dan manfaatnya, sehingga wajib kita jaga dan lestarikan agar kekayaan alam ini tetap utuh bagi anak cucu kita kelak.
Kebun Raya Bandung adalah jendela pengetahuan dan keindahan alam yang patut dilestarikan. Jika kamu berkunjung ke sini, sebaiknya bawalah buku catatan dan pulpen untuk mencatat hal-hal berharga, serta jangan merusak atau memetik tumbuhan agar keindahan dan kelestariannya tetap terjaga bagai warisan ilmu pengetahuan yang abadi bagi generasi mendatang.
14. Laporan Perjalanan ke Kawasan Wisata Lembang
Judul: Tanah Dataran Tinggi yang Menyuguhkan Sejuk Udara dan Indah Pemandangan
Pada hari Sabtu pertengahan bulan Januari, aku bersama ayah dan ibu berkunjung ke kawasan Lembang yang terletak di dataran tinggi yang sejuk dan asri. Perjalanan ini kami lakukan untuk menikmati kesegaran udara pegunungan dan pemandangan alam yang bagai lukisan indah yang terbentang luas di hadapan mata, menyejukkan pandangan dan menenangkan hati setiap yang memandangnya.
Kami menempuh perjalanan menggunakan mobil keluarga yang melaju perlahan menanjak menyusuri jalan berkelok yang dikelilingi pemandangan hijau yang indah. Perjalanan dari pusat kota Bandung memakan waktu sekitar satu jam dengan biaya yang bervariasi sesuai tempat yang dikunjungi. Di sepanjang jalan, udara semakin sejuk dan pemandangan semakin indah seakan menyambut kedatangan kami dengan penuh keramahan dan keindahan.
Sesampainya di kawasan Lembang, hamparan perkebunan, ladang sayur, dan pemandangan bukit yang berjejer rapi tampak bagai permadani hijau yang terbentang luas hingga ke kaki langit. Rumah-rumah yang tertata rapi dan suasana yang tenang seakan menjadi simbol kedamaian dan kesederhanaan hidup yang lahir dari kedekatan dengan alam yang subur dan diberkahi Tuhan.
Kami berkeliling menikmati pemandangan yang indah dan udara yang sejuk sambil mampir membeli hasil bumi yang segar dan sehat dari tangan petani yang ramah dan sederhana. Keramahan penduduk dan kesederhanaan hidup mereka seakan mengajarkan kita bahwa kebahagiaan sejati lahir dari kesederhanaan, kerja keras, dan kedekatan dengan alam yang penuh berkah dan kemakmuran.
Dari ketinggian kawasan Lembang, hamparan lembah dan pemandangan Kota Bandung yang tampak samar di kejauhan menciptakan pemandangan yang sungguh menakjubkan. Langit yang biru bersih menyatu dengan hamparan hijau di bawahnya, menciptakan keindahan yang menyadarkan kita betapa indahnya tanah kelahiran kita yang diberkahi Tuhan dengan segala kebaikan dan keindahan ciptaan-Nya.
Menjelang sore, saat kabut tipis mulai turun menyelimuti kawasan dengan lembut dan hangat, kami berpamitan pulang dengan hati yang tenang dan pikiran yang segar. Kawasan Lembang tetap tampak asri dan sejuk bagai pelukan lembut alam yang senantiasa menyambut siapa saja yang datang mencari kesegaran dan kedamaian di pelukannya.
Kawasan Lembang menyuguhkan sejuk udara dan indah pemandangan yang menenangkan jiwa. Jika kamu berkunjung ke sini, sebaiknya bawalah pakaian yang hangat karena udaranya terasa sejuk dan dingin, serta berhati-hatilah saat berkendara karena jalannya berkelok dan terkadang berkabut, dan belilah hasil bumi lokal untuk membantu kesejahteraan penduduk setempat.
15. Laporan Perjalanan ke Masjid Raya Bandung
Judul: Rumah Ibadah yang Luas dan Megah Menjadi Simbol Iman dan Persatuan
Pada akhir bulan Januari, aku beserta keluarga besar berkunjung ke Masjid Raya Bandung yang berdiri megah di jantung kota menjadi simbol keimanan dan persatuan umat yang tegak kokoh bagai tiang agama yang tak pernah goyah diterpa zaman. Perjalanan ini kami lakukan untuk beribadah sekaligus menikmati keindahan bangunan yang penuh seni dan ketenangan jiwa yang menyelimuti setiap sudutnya, bagai pelita iman yang senantiasa bersinar menerangi jalan kehidupan umat.
Kami menempuh perjalanan menggunakan kendaraan umum yang melaju tenang menyusuri jalan kota yang ramai namun tertib. Perjalanan memakan waktu sekitar tiga puluh menit dan dapat dikunjungi secara bebas dengan berpakaian sopan dan menutup aurat. Di sepanjang perjalanan, hati merasa tenang dan penuh pengharapan untuk segera tiba di tempat yang suci dan penuh berkah itu.
Sesampainya di lokasi, bangunan masjid yang luas dan megah dengan kubah-kubah yang menjulang indah tampak menyambut kedatangan kami bagai pelukan kasih sayang yang penuh kedamaian dan keagungan Tuhan. Halaman yang luas dan tertata rapi seakan menjadi simbol kelapangan hati dan kebersamaan yang menyatukan hati setiap umat yang datang beribadah dan memohon ridha Tuhan Yang Maha Esa.
Kami memasuki ruang utama masjid yang luas, sejuk, dan tenang untuk melaksanakan ibadah bersama umat lainnya. Suasana yang khidmat dan tenang menyelimuti hati seakan segala beban dan kegelisahan perlahan hilang digantikan ketenangan jiwa yang mendalam, menyadari bahwa ketenangan sejati lahir dari kedekatan hati dengan Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Setelah selesai beribadah, kami berkeliling menikmati keindahan bangunan dan arsitektur masjid yang penuh keindahan dan kesederhanaan yang menyejukkan hati. Setiap sudut dan ornamen yang indah seakan mengingatkan kita untuk menghias hati dengan keimanan, kesabaran, dan kasih sayang yang tulus, karena keindahan sejati bukanlah yang tampak di mata, melainkan yang terpancar dari dalam hati yang suci dan bersih.
Menjelang sore, kami berpamitan meninggalkan masjid dengan hati yang tenang dan penuh kedamaian. Masjid Raya Bandung tetap berdiri megah dan kokoh bagai tiang iman yang senantiasa tegak, mengingatkan kita untuk senantiasa menjaga keimanan dan persatuan antar sesama umat agar tetap kuat dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara tercinta.
Masjid Raya Bandung adalah simbol keimanan, keagungan, dan persatuan yang patut kita jaga bersama. Jika kamu berkunjung ke sini, sebaiknya berpakaian sopan dan menutup aurat, serta bicaralah dengan suara pelan dan jaga ketenangan agar tidak mengganggu orang yang sedang beribadah maupun menikmati suasana damai yang penuh berkah di tempat ini.
Demikian 15 contoh laporan perjalanan menarik ke tempat wisata di Jawa Barat - Bandung dalam bentuk narasi menggunakan kalimat efektif dan majas metafora untuk kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 4 halaman 146 147 soal Menulis Bab 6 Satu Titik dalam buku paket Kurikulum Merdeka terbitan Kemendibudristek edisi revisi 2023 .
( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )