TRIBUNTRENDS.COM - Seorang warga yang terdampak gempa bumi di wilayah Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meminta bantuan kepada mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Permintaan tersebut kemudian mendapat respons langsung dari Ganjar.
Alih-alih hanya memberikan bantuan dari jauh, Ganjar disebut langsung bergerak menuju wilayah yang terdampak. Ia datang untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat sekaligus memastikan bantuan yang dibawa dapat diterima oleh warga yang membutuhkan.
Kisah tersebut diketahui melalui sejumlah video yang diunggah Jhon Sitorus di akun Instagram miliknya pada Kamis, 20 Agustus. Dalam unggahan itu, Jhon memperlihatkan aktivitas Ganjar ketika berada di wilayah terdampak gempa.
Kedatangan Ganjar bermula dari pesan yang diterimanya dari salah seorang warga. Pesan tersebut berisi permintaan bantuan untuk masyarakat yang terdampak bencana di Manggarai Timur.
Setelah mengetahui kondisi warga, Ganjar kemudian mengambil langkah untuk mendatangi lokasi secara langsung. Kehadirannya sekaligus menjadi bentuk respons terhadap permintaan masyarakat yang tengah menghadapi kondisi sulit setelah bencana.
Baca juga: Kritik Pedas Connie Bakrie ke Prabowo soal Gempa NTT, Soroti Negara Open Donasi: ke Paris Pakai APBN
Jhon Sitorus dalam keterangan unggahannya menyampaikan apresiasi kepada Ganjar. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pria yang akrab disapa Mr. White tersebut karena telah merespons permintaan warga dan datang langsung ke lokasi terdampak.
Namun, perjalanan Ganjar dalam menyalurkan bantuan ternyata tidak sepenuhnya berjalan mulus. Dalam unggahan lainnya, Jhon memperlihatkan momen ketika Ganjar sempat dihadang oleh sejumlah warga saat hendak menuju lokasi penyaluran bantuan.
Situasi tersebut berpotensi menimbulkan ketegangan. Meski demikian, Ganjar tidak memilih untuk menghadapi warga dengan cara yang keras. Komunikasi dilakukan untuk mengetahui persoalan yang menjadi penyebab warga menghadang rombongan.
Melalui komunikasi yang baik, situasi akhirnya dapat diselesaikan tanpa terjadi konflik. Bantuan yang dibawa Ganjar pun tetap bisa disalurkan kepada masyarakat di tempat tujuan.
Tidak hanya itu, warga yang sebelumnya menghadang juga akhirnya mendapatkan bantuan. Penyelesaian tersebut membuat proses penyaluran bantuan dapat terus berjalan tanpa memperbesar ketegangan di tengah masyarakat yang sedang berada dalam situasi pascabencana.
Momen tersebut kemudian mendapat perhatian dari Jhon Sitorus. Ia menilai kemampuan berkomunikasi dalam menghadapi masyarakat menjadi hal penting, terutama ketika kondisi di lapangan tidak selalu sesuai dengan rencana.
Menurut Jhon, cara Ganjar menghadapi warga dengan pendekatan komunikasi menunjukkan bahwa persoalan di lapangan tidak selalu harus diselesaikan dengan tindakan tegas atau konfrontatif. Dialog dan kemampuan memahami kondisi masyarakat dinilai dapat menjadi jalan untuk menemukan solusi.
Jhon bahkan mengaitkan kejadian tersebut dengan cara pemerintah berkomunikasi dengan masyarakat. Ia menilai para menteri di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih perlu banyak belajar dari Ganjar atau yang ia sebut sebagai Mr. White.
Bagi Jhon, pembelajaran tersebut terutama berkaitan dengan bagaimana menyampaikan pesan kepada masyarakat secara baik, efektif, dan efisien. Menurutnya, komunikasi yang tepat dapat membantu mencegah kesalahpahaman sekaligus membuat kebijakan atau bantuan pemerintah lebih mudah diterima masyarakat.
"Menteri2 Presiden Prabowo perlu belajar banyak dari Ganjar Pranowo soal komunikasi yang baik, efektif dan efesien," kata Jhon.
Peristiwa di Manggarai Timur itu pada akhirnya bukan hanya memperlihatkan proses penyaluran bantuan kepada warga terdampak gempa. Momen tersebut juga menjadi sorotan karena adanya cara penyelesaian persoalan melalui komunikasi ketika Ganjar sempat dihadang warga.
Kehadiran Ganjar di tengah masyarakat terdampak pun menjadi perhatian setelah kisah tersebut dibagikan melalui media sosial. Respons cepat terhadap permintaan warga serta pendekatan komunikasi yang dilakukan ketika menghadapi situasi sulit menjadi bagian yang paling disoroti dalam unggahan Jhon Sitorus.
Presiden Prabowo Subianto direncanakan melakukan kunjungan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat sekaligus memantau penanganan bencana gempa yang terjadi di wilayah tersebut.
Rencana kunjungan Presiden itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai waktu kedatangan Prabowo ke lokasi bencana. Pemerintah masih mempertimbangkan kondisi di lapangan sebelum menentukan jadwal kunjungan.
Prasetyo menjelaskan, dalam situasi bencana, pemerintah tidak hanya harus mempertimbangkan agenda kunjungan kepala negara, tetapi juga memastikan penanganan terhadap masyarakat terdampak menjadi prioritas utama.
"Sedang direncanakan. Sedang direncanakan. Tetapi perlu juga kami sampaikan bahwa kadang-kadang memang di masa-masa awal itu kondisi di lapangan bukan kita memilih untuk lebih fokus mengatasi masalah terlebih dahulu. Karena kalau kehadiran seorang presiden tentu membutuhkan persiapan dan sarana prasarana yang tidak seperti kunjungan biasa gitu," ujar Mensesneg, Prasetyo Hadi, dikutip TribunTrends dari kanal YouTube KOMPASTV, Kamis (20/8/2026).
Baca juga: Salurkan Bantuan untuk NTT, Menkeu Purbaya Keluhkan Koordinasi Penanganan Gempa: Banyak Gak Tahunya
Menurut Prasetyo, kedatangan seorang presiden ke wilayah yang baru saja dilanda bencana membutuhkan persiapan lebih kompleks dibandingkan kunjungan kerja dalam kondisi normal. Selain aspek keamanan, kesiapan sarana dan prasarana di lokasi juga menjadi pertimbangan pemerintah.
Karena itu, pemerintah memilih untuk terlebih dahulu memastikan proses penanganan darurat berjalan dengan baik. Pemantauan terhadap perkembangan situasi di NTT juga dilakukan secara berkala oleh pemerintah pusat melalui laporan dari sejumlah kementerian dan lembaga.
"Jadi yang penting adalah kami setiap hari memonitor ya, para menteri juga melaporkan, kepala Basarnas setiap hari laporan kepada kami, kemudian BNPB juga laporan," lanjutnya.
Laporan tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan pemerintah dalam menentukan langkah berikutnya, termasuk mengenai kemungkinan Presiden Prabowo datang langsung ke wilayah terdampak.
Prasetyo mengatakan pemerintah terus mengikuti perkembangan kondisi di lapangan. Menurutnya, keputusan terkait kunjungan Presiden tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan agenda pemerintahan, tetapi juga harus memperhatikan situasi aktual di lokasi bencana.
"Tapi ada kemungkinan pekan ini presiden ke sana atau nanti kita lihat, kan kita lihat kondisinya di lapangan," imbuh Prasetyo.
Selain memastikan penanganan dilakukan pemerintah pusat, dukungan juga datang dari sejumlah pemerintah daerah. Bantuan dikirimkan dari berbagai wilayah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat NTT yang terdampak bencana.
Prasetyo secara khusus mengapresiasi bantuan yang diberikan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah lainnya. Ia menyebut dukungan tersebut sebagai bentuk solidaritas antardaerah dalam menghadapi bencana.
"Dan kami juga mengapresiasi karena banyak pemerintah provinsi, pemerintah daerah yang lain juga mengirimkan bantuan-bantuan, termasuk misalnya seperti dari Pemprov Jawa Tengah," bebernya.
Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah lain menjadi bagian penting dalam memperkuat penanganan bencana. Bantuan yang dikirimkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.
"Ini bukti solidaritas kita bersama-sama untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah," sahut Presetyo.
Di sisi lain, sejumlah pejabat pemerintah juga telah berada di wilayah terdampak untuk membantu memantau proses penanganan bencana. Kehadiran para pejabat tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kondisi di lapangan dapat terus dilaporkan kepada pemerintah pusat.
Ketika ditanya mengenai menteri yang akan ditugaskan untuk datang ke lokasi bencana dan agenda yang akan dilakukan, Prasetyo menyebut sebagian pejabat pemerintah telah berada di sana.
"Loh kan sudah sebagian sudah ada di sana semua. Mas bagian ada di sana. Tapi Mas Pras ikut saya, Mas Pras akan berangkat juga. Nanti kita lihat. Oke," pungkasnya.
Baca juga: Frater Leonardus Meninggal Usai Jatuh dari Lantai 3 Saat Gempa NTT, Keluarga Ungkap Momen Terakhir
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah masih melakukan penyesuaian terhadap agenda kunjungan pejabat ke NTT. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan penanganan masyarakat terdampak tetap berjalan, sementara rencana kedatangan Presiden Prabowo akan disesuaikan dengan perkembangan situasi.
Pemerintah juga terus mengandalkan laporan dari Basarnas, BNPB, para menteri, serta pemerintah daerah untuk memperoleh gambaran terbaru mengenai kondisi bencana. Informasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan penanganan sekaligus langkah pemerintah berikutnya.
Dengan adanya kemungkinan kunjungan Presiden pada pekan ini, masyarakat masih menunggu kepastian mengenai waktu kedatangan Prabowo ke NTT. Pemerintah menegaskan keputusan tersebut akan mempertimbangkan kondisi di lapangan agar kunjungan Presiden dapat berlangsung secara efektif tanpa mengganggu proses penanganan darurat.
Rencana kunjungan Prabowo sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap situasi masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Namun, sebelum kunjungan tersebut dilakukan, pemerintah memastikan seluruh unsur terkait tetap bekerja untuk menangani kondisi darurat dan memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan.
(TribunTrends)