Pertamina Patra Niaga Kirim Bantuan Logistik ke Reo melalui Jalur Laut
Oby Lewanmeru August 21, 2026 09:19 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Kepedulian terhadap masyarakat dan pekerja Pertamina Patra Niaga yang terdampak gempa di Reo, Kabupaten Manggarai, terus mengalir dari berbagai penjuru Nusa Tenggara Timur (NTT).

Keluarga besar Pertamina Patra Niaga dari seluruh Aviation Fuel Terminal (AFT) dan Fuel Terminal (FT) di wilayah NTT bergerak bersama mengumpulkan bantuan logistik untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan pekerja Fuel Terminal Reo.

Bantuan tersebut merupakan hasil sinergi dan kepedulian antarunit dalam Pertamina Group di NTT. Bantuan yang dihimpun secara swadaya dari seluruh FT dan AFT di wilayah NTT itu diberangkatkan dari Maumere menuju Reo pada 18 Agustus 2026 menggunakan MT PIS Prabumulih, kapal tanker milik Pertamina International Shipping (PIS).

Kapal tiba di Reo pada 19 Agustus 2026 dengan membawa berbagai kebutuhan untuk mendukung masyarakat dan pekerja dalam menghadapi masa pemulihan pascagempa.

Baca juga: Pertamina Hadir Bantu Korban Gempa Flores, Jaga Pasokan Energi Tetap Aman

Sebelum diberangkatkan, seluruh bantuan dikumpulkan terlebih dahulu di Fuel Terminal Maumere. Total nilai bantuan yang dihimpun mencapai sekitar Rp42 juta.

Bantuan tersebut terdiri atas kebutuhan pangan, perlengkapan kesehatan, peralatan rumah tangga, hingga dukungan energi.

Untuk kebutuhan sehari-hari, bantuan yang dikirim antara lain beras, air mineral, mi instan, kopi sachet, telur, roti, gula, minuman energi, minyak goreng, dan minyak kayu putih.

Selain itu, berbagai perlengkapan untuk menunjang aktivitas sehari-hari turut disalurkan, seperti sandal jepit, selimut, tikar, kompor dan regulator, kasur busa, gayung, perlengkapan kebersihan, serta terpal dalam berbagai ukuran.

Bantuan gas juga disertakan untuk mendukung kebutuhan memasak masyarakat dan pekerja yang terdampak.

Pengiriman melalui jalur laut dipilih karena kondisi akses darat menuju Reo saat itu masih menghadapi sejumlah kendala. Beberapa titik longsor dan kerusakan jalan membuat distribusi melalui jalur darat belum dapat berjalan secara optimal.

Di sisi lain, kondisi di Reo membuat kebutuhan logistik semakin penting. Sejumlah pertokoan masih tutup pascagempa, sementara sebagian warga harus mengungsi sehingga akses terhadap kebutuhan sehari-hari menjadi lebih terbatas.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan kondisi tersebut mendorong seluruh AFT dan FT di NTT untuk bergerak bersama.

Menurutnya, bantuan dikumpulkan dari berbagai unit secara bertahap, kemudian disatukan dan dikirim melalui jalur laut agar dapat menjangkau masyarakat dan pekerja di Reo.

“Bantuan ini bukan hanya tentang barang yang dikirimkan, tetapi tentang kepedulian dari keluarga besar Pertamina di NTT kepada saudara-saudara kami di FT Reo. Ketika satu unit mengalami kesulitan, seluruh unit lainnya ikut merasakan dan bergerak bersama. Semangat inilah yang menjadi kekuatan kami untuk saling membantu, terutama dalam situasi seperti ini,” ujar Ahad dalam keterangan tertulisnya (21/8/2026).

Bagi keluarga besar Pertamina Patra Niaga di NTT, bantuan tersebut menjadi wujud nyata semangat gotong royong di tengah situasi pascabencana.

Bantuan yang dikumpulkan dari berbagai AFT dan FT di NTT akhirnya menjadi satu dukungan bersama bagi masyarakat dan pekerja FT Reo yang sedang menghadapi masa sulit.

Pengiriman bantuan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama ketika kebutuhan di lapangan meningkat akibat kondisi darurat.

Di tengah keterbatasan akses dan situasi pascabencana, kepedulian serta kebersamaan diharapkan menjadi kekuatan untuk membantu masyarakat dan pekerja melewati masa pemulihan. (uan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.