5 Pemicu Mobil Boros BBM yang Sering Tak Disadari Pemilik Kendaraan
Titis Jati Permata August 21, 2026 11:05 AM

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Di tengah fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM), efisiensi konsumsi menjadi perhatian pemilik mobil.

Beragam cara dilakukan untuk menghemat BBM, mulai dari mengubah gaya mengemudi hingga membatasi penggunaan AC.

Namun, penyebab mobil boros BBM sering kali justru berasal dari kondisi komponen kendaraan akibat servis berkala yang terlambat.

Penurunan performa komponen disebut dapat membuat konsumsi BBM meningkat hingga 15–20 persen.

Servis Berkala Berpengaruh pada Efisiensi

Mobil yang tampak normal saat dikendarai belum tentu bekerja secara optimal.

Gesekan mekanis berlebih di dalam mesin dapat membuat kendaraan bekerja lebih keras dan membutuhkan lebih banyak bahan bakar.

CEO Garasi.id, Ardyanto Alam, mengatakan pemilik kendaraan biasanya mulai menyadari adanya masalah ketika frekuensi pengisian BBM meningkat secara tidak wajar.

"Mobil yang rutin dirawat servis berkala performa lebih optimal. Konsumsi bahan bakar bisa efisien. Bisa mendeteksi potensi kerusakan dini," jelas Ardyanto kepada Surya.co.id, Jumat (21/8/2026).

5 Pemicu Utama Mobil Boros BBM

1. Kualitas Oli Mesin Menurun

Oli yang telah lama digunakan dapat mengental, kotor, dan kehilangan kemampuan pelumasannya. Kondisi tersebut meningkatkan gesekan antarkomponen mesin sehingga kendaraan membutuhkan energi lebih besar untuk mempertahankan performa.

2. Filter Udara Tersumbat

Mesin membutuhkan pasokan udara yang cukup untuk menghasilkan pembakaran optimal.

Filter udara yang dipenuhi debu dapat menghambat aliran udara sehingga proses pembakaran tidak berlangsung secara ideal dan berpotensi meningkatkan konsumsi BBM.

3. Tekanan Angin Ban Kurang

Ban dengan tekanan angin rendah mengalami deformasi lebih besar dan memiliki bidang kontak lebih luas dengan permukaan jalan. Akibatnya, hambatan gulir meningkat dan mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk menggerakkan kendaraan.

4. Elektroda Busi Aus

Busi yang telah melewati masa pakai optimal dapat menghasilkan percikan api yang tidak sekuat dan sefokus sebelumnya. Kondisi tersebut berpotensi membuat proses pembakaran di dalam silinder tidak sempurna.

5. Servis Berkala Ditunda

Servis berkala bukan hanya soal mengganti oli atau cairan kendaraan.

Pemeriksaan rutin juga dapat membantu mendeteksi masalah sejak dini, termasuk pada sistem pengapian, sensor elektronik, hingga komponen rem.

Garasi.id Berikan Program Diskon Servis

Ardyanto Alam dari Garasi.id juga mengajak pemilik kendaraan lebih rutin merawat mobil melalui program apresiasi dalam rangka ulang tahun ke-9 Garasi.id.

Program bertajuk "Banjir Kejutan di Tahun Kesembilan" berlangsung pada 7–31 Agustus 2026.

Pemilik kendaraan dapat memperoleh potongan harga hingga Rp1 juta untuk layanan jasa servis yang tersedia di ekosistem Garasi.id.

Pada akhirnya, melakukan servis secara teratur bukan hanya berkaitan dengan menjaga performa mesin.

Perawatan rutin juga dapat menjadi strategi untuk mengendalikan pengeluaran transportasi dalam jangka panjang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.