SURYA.CO.ID - Ini lah sosok dua wakil rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto. Banyumas, Jawa Tengah yang dibawa Komisi Pemberantasan Korupsi ke Jakarta terkait dugaan korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru.
Mereka adalah Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof. Dr. Ir. Noor Farid, M.Si dan Wakil Rektor III Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof Dr Norman Arie Prayogo.
Awalnya keduanya diperiksa di gedung Satreskrim Mapolresta Banyumas, Kamis (20/8/2026).
Pemeriksaan tersebut berlangsung sejak sekitar pukul 12.00 WIB dan masih berlangsung sampai pukul 22.45 WIB atau sekira 10 jam.
Noor Farid sempat keluar dari gedung Satreskrim sekitar pukul 15.32 WIB menunaikan salat Ashar di masjid yang berada di kawasan Mapolresta Banyumas. Setelah selesai salat, ia kembali ke gedung Satreskrim melanjutkan pemeriksaan.
Baca juga: Sosok Akhmad Sodiq Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK terkait PMB, Berikut Daftar Kekayaannya
Saat awak media mencoba meminta keterangan terkait keberadaannya di Mapolresta Banyumas, Noor Farid tidak memberikan jawaban.
Ia hanya tersenyum dan kemudian masuk kembali melalui bagian samping gedung.
Selesai pemeriksaan di Mapolres Banyumas, mereka dikabarkan dibawake Jakarta,
Norman keluar dari gedung Satreskrim Polresta Banyumas sekitar pukul 22.45 WIB.
Ia mengenakan masker, jaket hitam, berpeci hitam dan membawa tas kecil.apua
Norman berjalan keluar gedung dengan didampingi penyidik KPK.
Norman sempat merespons pertanyaan awak media yang menunggu sejak siang.
"Mau dilanjutkan ke Jakarta pertanyaannya," kata Norman singkat sambil berjalan saat ditanya awak media.
Selanjutnya, Norman diarahkan oleh penyidik KPK untuk segera masuk ke dalam mobil yang telah disiapkan di parkiran.
Pada saat yang bersamaan, Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Unsoed Eko Sumanto turut dibawa ke Jakarta.
Ia dibawa menggunakan mobil yang berbeda.
Selain itu, tampak juga tiga orang lain yang ikut dibawa ke Jakarta dengan mobil berbeda.
Ketiga orang itu merupakan pihak luar Unsoed yang diketahui bernama Mulyono alias Nono, Adhi Wiharto, dan Dian Mulia Wardhana.
Sementara itu Noor Farid baru keluar dari gedung yang sama pada pukul 23.45 WIB.
Ia keluar dengan dikawal penyidik KPK dan langsung menuju mobil.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memastikan telah menangkap 14 orang di Jakarta dan Purworejo dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq pada Kamis (20/8/2026).
“Salah satu pihak yang diamankan adalah Rektor Unsoed,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
Budi merinci, sebanyak 2 orang yang ditangkap di Jakarta dan langsung dilakukan permintaan keterangan secara intensif di Gedung Merah Putih KPK.
Sedangkan 12 orang yang diamankan di Purworejo, sempat menjalani pemeriksaan awal di Polresta Banyumas.
Lalu, 7 orang di antaranya dibawa ke Jakarta untuk permintaan keterangan lebih lanjut.
“Sehingga sampai dengan saat ini pihak-pihak yang diamankan dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan tersebut dan sedang menjalani permintaan keterangan di KPK, total sejumlah 9 orang,” ujarnya.
Budi mengatakan, OTT ini terkait dengan dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dalam penerimaan mahasiswa baru.
“Adapun barang bukti yang diamankan di antaranya uang tunai sejumlah ratusan juta rupiah,” tuturnya.
Budi mengatakan, KPK menyayangkan terjadinya dugaan korupsi di ruang-ruang pendidikan.
Dia mengatakan, ruang yang seharusnya tidak sekadar diisi dengan pembelajaran ilmu pengetahuan, tapi juga penanaman nilai dan karakter.
“Terlebih dugaan korupsi terjadi saat proses awal, proses penerimaan. Artinya, transaksional sudah terjadi saat mahasiswa baru membuka gerbang masuk kampus. Gerbang yang semestinya menjadi gapura cita-cita dan masa depan bangsa,” ucap dia.
Prof Dr. Ir. Noor Farid, MSi kini menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik.
Dia menyelesaikan pendidikan S1 Agronomi di Universitas Jenderal Soedirman.
Kemudian dilanjutkan S2 Pemuliaaan Tanaman di Institut Pertanian Bogor. Begitu juga dengan gelar Doktor Pemuliaaan Tanaman juga dari ITB.
NOor Farid pernah mendapatkan penghargaan sebagai Dosen Teladan III Tingkat Fakultas.
Dia juga meraih Penghargaan Satya Lencana 20 Tahun atas pengabdiannya sebagai pendidik.
Norman Arie Prayogo lahir di Banyumas pada 7 September 1982.
Saat ini ia menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsoed.
Riwayat Pendidikan:
S1 Universitas Jenderal Soedirman, Manajemen Sumberdaya Perairan
S2 Universitas Jenderal Soedirman, Biologi
S3 Universitas Gadjah Mada, Bioteknologi
Organisasi
Anggota ASEAN Fisheries Education Network
Penghargaan
Penerima beasiswa Habibie Center pada tahun 2008-2011.
Penerima beasiswa DIKTI Sandwich pada tahun 2010.
Cum Laude S2 Unsoed tahun 2008.
Cum Laude S3 UGM tahun 2012.
Dosen berprestasi Universitas Jenderal Soedirman pada tahun 2018.
Norman Arie Prayoga sempat disorot saat mahasiswa mengadakan aksi protes di Gedung Rektorat, Jumat (26/4/2024) lalu.
Mereka protes lantaran UKT 2024 kabarnya mengalami peningkatan sebesar lima kali lipat.
Di tengah aksi protes itu, Wakil Rektor Unsoed bernama Norman Arie Prayoga itu tampak mengenakan barang mewah. Mulai dari jam tangan Rolex hingga baju dan jas Louis Vuitton.
Norman Arie Prayoga diduga memakai jam tangan Rolex Submariner Date dengan harga Rp 254 jutaan.
Kemudian ia juga memakai cincin berlian seharga Rp 50 juta.
Lalu Norman Arie Prayoga juga diduga memakai gelang berlian harga Rp 100 juta.
Lalu ia memakai jas Louis Vuitton dan kemeja brand sama total Rp 80 jutaan.
Kemudian terlihat juga Norman Arie Prayoga membuka jasnya.
Terlihat ia mengantongi iPhone seri terbaru di saku bajunya, dengan posisi bagian kamera belakangnya menghadap ke depan.