TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Hari Jumat di Bulan Rabiul Awal 1448 Hijriyah merupakan salah satu hari yang memiliki keutamaan bagi umat Islam.
Umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah, zikir, membaca Al-Qur'an, bershalawat serta memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Serta rahasia waktu di Hari Jumat yang paling ijabah untuk memanjatkan doa yang sayang sekali untuk dilewatkan.
Satu keutamaan hari Jumat adalah adanya waktu yang disebut sebagai sa'ah ijabah, yakni waktu ketika doa seorang Muslim yang bertepatan dengannya memiliki keutamaan untuk dikabulkan Allah SWT.
Para ulama menjelaskan beberapa pendapat mengenai kapan tepatnya waktu tersebut. Di antara pendapat yang masyhur adalah waktu antara imam duduk di mimbar untuk menyampaikan khutbah hingga salat Jumat selesai.
Pendapat lainnya menyebut waktu tersebut berada pada penghujung hari Jumat, khususnya setelah salat Ashar hingga sebelum Magrib.
Baca juga: Shalat Jumat: Jangan Tinggalkan Ibadah Sunah Ini Yang Miliki 8 Keutamaan
Jumat, 21 Agustus 2026, bertepatan dengan 8 Rabiul Awal 1448 Hijriah berdasarkan kalender yang memuat penanggalan Hijriah Indonesia. Tanggal tersebut bukan merupakan hari libur nasional.
Momentum hari Jumat dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selain salat Jumat bagi laki-laki Muslim yang memenuhi kewajiban, sejumlah amalan juga dapat dilakukan sepanjang hari, seperti membaca Al-Qur'an, memperbanyak istighfar, berzikir dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
1. Antara Dua Khutbah Shalat Jumat
Salah satu riwayat menyebut adanya waktu mustajab sejak imam duduk di mimbar untuk menyampaikan khutbah hingga salat Jumat selesai.
Dalam Sunan Abu Dawud disebutkan:
هِيَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الإِمَامُ إِلَى أَنْ تُقْضَى الصَّلاَةُ
Artinya:
"Waktu tersebut adalah antara imam duduk hingga salat selesai."
Waktu tersebut berlangsung relatif singkat. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperhatikan khutbah dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berdoa.
Namun, saat khutbah berlangsung, jamaah tetap harus memperhatikan adab mendengarkan khutbah dan tidak melakukan aktivitas yang mengganggu kekhusyukan.
2. Setelah Salat Ashar hingga Menjelang Magrib
Pendapat lain yang sangat kuat menyebut waktu mustajab berada pada penghujung hari Jumat, khususnya setelah salat Ashar.
Dalam hadis riwayat Abu Dawud disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya mencari waktu tersebut pada satu jam terakhir setelah Ashar. Hadis ini dinilai sahih oleh Al-Albani.
Karena itu, waktu menjelang Magrib pada hari Jumat dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak doa.
Umat Muslim dapat mengisinya dengan berzikir, membaca Al-Qur'an, bershalawat, beristighfar dan memohon kepada Allah SWT atas berbagai kebutuhan dunia maupun akhirat.
Tata Cara Berdoa
Tidak ada satu tata cara khusus yang membatasi doa hanya pada hari Jumat. Namun, seorang Muslim dianjurkan memperhatikan adab dalam berdoa.
Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:
Berdoa dengan hati yang ikhlas dan penuh keyakinan kepada Allah SWT.
Menghadap Allah dengan penuh kerendahan hati.
Memuji Allah SWT dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Memperbanyak istighfar sebelum memanjatkan doa.
Memohon sesuatu yang baik dan tidak bertentangan dengan syariat.
Berdoa dengan penuh harapan serta tidak mudah berputus asa.
Memanfaatkan waktu-waktu yang memiliki keutamaan, termasuk penghujung hari Jumat.
Berwudhu juga merupakan kondisi yang baik untuk beribadah dan berdoa, meskipun wudhu bukan syarat sah untuk sekadar memanjatkan doa.
1. Doa Memohon Perlindungan dan Kebaikan
Salah satu doa yang dapat diamalkan adalah:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوَّلَ يَوْمِي هَذَا صَلَاحًا، وَأَوْسَطَهُ فَلَاحًا، وَآخِرَهُ نَجَاحًا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ يَوْمٍ أَوَّلُهُ فَزَعٌ، وَأَوْسَطُهُ جَزَعٌ، وَآخِرُهُ وَجَعٌ
Artinya:
"Ya Allah, jadikanlah permulaan hariku ini sebagai kebaikan, pertengahannya keberhasilan dan akhirnya keberuntungan. Aku berlindung kepada-Mu dari hari yang awalnya ketakutan, pertengahannya kegelisahan dan akhirnya kesakitan."
Doa tersebut dapat menjadi salah satu bentuk permohonan agar Allah SWT memberikan kebaikan dan perlindungan dalam menjalani kehidupan.
2. Doa Pagi
Doa berikut dapat dibaca pada pagi hari:
اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ
Allahumma bika ashbahna, wa bika amsaina, wa bika nahya, wa bika namutu, wa ilaikan nusyur.
Artinya:
"Ya Allah, dengan-Mu kami berpagi hari, dengan-Mu kami bersore hari, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati, dan kepada-Mu kami kembali."
Doa ini dapat menjadi pengingat bahwa seluruh kehidupan manusia berada dalam kekuasaan Allah SWT.
3. Doa Memohon Rezeki yang Baik
Umat Islam juga dapat memanjatkan doa agar diberikan rezeki yang halal, baik dan penuh keberkahan.
Salah satu doa yang populer diamalkan adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا طَيِّبًا
Allahumma inni as'aluka rizqan halalan wasi'an thayyiban.
Artinya:
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu rezeki yang halal, luas dan baik."
Selain membaca doa, permohonan rezeki juga hendaknya disertai ikhtiar, bekerja dengan sungguh-sungguh dan mencari penghasilan melalui jalan yang halal.
4. Doa Memohon Keberkahan Rezeki
Doa lain yang dapat diamalkan:
اَللهُمَّ اِنِّىْ أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِىْ رِزْقًا حَلَالاً وَاسِعًا طَيِّبًا
Allahumma inni as'aluka an tarzuqani rizqan halalan wasi'an thayyiban.
Artinya:
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu agar Engkau memberikan kepadaku rezeki yang halal, luas dan baik."
Doa tersebut dapat dipanjatkan kapan saja, termasuk ketika memanfaatkan waktu mustajab pada hari Jumat.
Hari Jumat tidak hanya menjadi waktu untuk melaksanakan salat Jumat. Sejak pagi hingga menjelang Magrib, umat Islam memiliki banyak kesempatan untuk memperbanyak amal ibadah.
Terlebih menjelang Magrib, terdapat hadis yang secara khusus menganjurkan umat Islam mencari waktu mustajab pada penghujung hari Jumat setelah Ashar.
Karena itu, umat Muslim dapat memanfaatkan waktu tersebut dengan meninggalkan kesibukan sejenak dan memperbanyak doa.
Doa dapat berisi permohonan kesehatan, keselamatan, keberkahan rezeki, kemudahan urusan, ampunan dosa, kebaikan untuk keluarga serta keselamatan dunia dan akhirat.
Selain berdoa, umat Islam dapat memperbanyak berbagai amalan pada hari Jumat.
Di antaranya membaca Al-Qur'an, memperbanyak istighfar, bershalawat, bersedekah dan menjaga salat wajib.
Bagi laki-laki Muslim, salat Jumat juga menjadi salah satu ibadah utama pada hari tersebut.
Yang terpenting, setiap amalan dilakukan dengan niat karena Allah SWT dan tidak hanya dilakukan pada hari Jumat, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan ibadah sehari-hari.
Hari Jumat, 21 Agustus 2026, dapat menjadi momentum untuk kembali memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.