TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG — Memperingati Hari Juang Polri yang jatuh pada Jumat (21/8/2026), Polda Sumatera Selatan meneguhkan kembali nilai perjuangan dan pengabdian para polisi pejuang melalui kegiatan anjangsana ke kediaman keluarga almarhum AKBP Agoestjik Bakri di kawasan Makrayu, Kota Palembang.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., setelah pelaksanaan Upacara Hari Juang Polri.
Kapolda didampingi Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol. Sudrajad Hariwibowo, S.I.K., M.Si., Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol. Robertho Pardede, S.I.K., M.I.K., Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, S.I.K., M.H., serta Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Rombongan disambut Yetti Zafrullah selaku menantu dan Anindya selaku cucu almarhum AKBP Agoestjik Bakri.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus mengenang kembali jasa seorang polisi pejuang yang memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Sumatera Selatan.
Almarhum AKBP Agoestjik Bakri lahir pada 17 Agustus 1917 dan wafat pada 13 Oktober 1986.
Dalam catatan sejarah perjuangan di Sumatera Selatan, beliau turut mengangkat senjata dan memimpin perlawanan bersama laskar, tentara, dan rakyat dalam peristiwa Pertempuran Lima Hari Lima Malam pada 1–5 Januari 1947.
Kawasan Makrayu dan Talang Kerangga menjadi salah satu sektor pertahanan penting dalam perjuangan tersebut.
Almarhum juga pernah bertugas dan bergerilya di Lubuklinggau yang pada masa itu menjadi pusat Karesidenan Palembang sekaligus basis militer Subkoss Sumatera Selatan.
Di tengah perjuangan menghadapi agresi Belanda pada 30 Desember 1948, putra sulungnya, almarhum Kombes Pol. Drs. Harab Zafrullah, lahir dan kemudian mengikuti jejak pengabdian kepolisian melalui Akpol 1973.
Baca juga: Fakta Baru Kasus Polisi Polda Sumsel yang Dibegal Saat Nyambi Ngojek, Para Pelaku Ternyata Residivis
Rangkaian sejarah tersebut menjadi bagian dari estafet pengabdian yang diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.
Kegiatan anjangsana ini sekaligus menegaskan bahwa perjuangan anggota kepolisian pada masa lalu tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari perjuangan mempertahankan kedaulatan bangsa.
Nilai keberanian, pengorbanan, loyalitas, dan kecintaan kepada Tanah Air tersebut menjadi warisan moral yang terus relevan dalam pelaksanaan tugas Polri saat ini.
Bagi Polda Sumsel, peringatan Hari Juang Polri menjadi momentum untuk memastikan sejarah perjuangan kepolisian tetap dikenal oleh generasi penerus. Penghormatan kepada para pendahulu tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diterjemahkan menjadi semangat untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa anjangsana tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus upaya merawat sejarah perjuangan Polri di Sumatera Selatan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan dan ikatan kekeluargaan yang tidak terputus. Jejak perjuangan dan pengorbanan almarhum AKBP Agoestjik Bakri pada masa revolusi harus menjadi energi dan inspirasi bagi seluruh personel Polda Sumsel saat ini. Ketangguhan beliau mengingatkan kita bahwa tugas polisi adalah pengabdian kepada masyarakat dan negara,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Menurutnya, semangat Hari Juang Polri harus mendorong setiap personel untuk memahami bahwa pengabdian kepolisian memiliki akar sejarah yang panjang. Nilai perjuangan tersebut perlu diwujudkan melalui kerja profesional, keberanian dalam menjalankan tugas, kepedulian terhadap masyarakat, serta komitmen menjaga keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Anjangsana ke keluarga almarhum AKBP Agoestjik Bakri menjadi bagian dari upaya Polda Sumsel merawat memori perjuangan polisi pejuang sekaligus memperkuat hubungan emosional antara institusi Polri dengan keluarga para pendahulu.
Semangat perjuangan dari masa revolusi tersebut kini diteruskan melalui pengabdian Polri dalam menjaga keamanan, memberikan perlindungan, serta melayani masyarakat di Bumi Sriwijaya.
Melalui momentum Hari Juang Polri 2026, Polda Sumatera Selatan menegaskan bahwa sejarah bukan sekadar untuk dikenang, tetapi menjadi sumber nilai bagi generasi Polri untuk terus melanjutkan estafet pengabdian dengan integritas, keberanian, dan kepedulian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Ikuti dan gabung di saluran WhatsApps Tribunsumsel.com