15 UMKM Binaan BI Lampung Tampil di KKI 2026, Bidik Peluang Ekspor ke Pasar Mancanegara
taryono August 21, 2026 02:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Sebanyak 15 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan dan mitra Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung ambil bagian dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026.

Baca juga: Gebyar Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Semarakkan HUT ke-81 RI di Sukaraja

Belasan UMKM Lampung tersebut membawa beragam produk unggulan, mulai dari wastra tapis, fesyen, kopi, olahan pisang, makanan berbahan kulit ikan, teh, hingga cokelat.

Pameran tahunan yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-11 tersebut berlangsung pada 20-23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, mengatakan keikutsertaan 15 UMKM tersebut merupakan bagian dari upaya BI Lampung memperluas akses pasar sekaligus mendorong pelaku usaha lokal naik kelas.

"KPw BI Provinsi Lampung berkesempatan untuk mendukung dan meramaikan pagelaran KKI 2026 melalui partisipasi 15 UMKM binaan dan mitra," ujar Bimo, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi wujud komitmen BI Lampung dalam memperluas akses pasar dan pembiayaan, sekaligus mendorong digitalisasi produk lokal Sai Bumi Ruwa Jurai.

Ia menambahkan, KKI tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM Lampung untuk memperluas jejaring bisnis melalui pameran luring, etalase digital, hingga business matching ekspor.

"Melalui partisipasi di pameran luring, daring, hingga business matching ekspor, kami berharap produk unggulan Lampung, mulai dari wastra tapis, kopi, olahan pisang, hingga cokelat semakin tangguh, bangkit, dan berdaya saing di pasar nasional maupun mancanegara," katanya.

Bimo juga mengajak masyarakat untuk turut mendukung UMKM dengan mencintai dan menggunakan produk buatan pelaku usaha lokal.

Terlebih, KKI 2026 juga dapat diikuti secara daring melalui situs karyakreatifindonesia.co.id.

"Mari semarakkan KKI 2026 dengan mengunjungi pameran secara langsung di Hall A dan B JICC Jakarta maupun secara daring. Bersama-sama kita dukung UMKM Indonesia untuk terus bangkit, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan bangsa," ujarnya.

15 UMKM Lampung

Bimo memaparkan, KPw BI Provinsi Lampung mengikutsertakan 15 UMKM dalam tiga skema utama KKI 2026, yakni business matching ekspor, pameran wastra secara luring, dan pameran secara daring.

Dalam business matching ekspor, terdapat tujuh UMKM Lampung yang dijadwalkan mengikuti temu bisnis untuk membuka peluang pasar mancanegara.

Ketujuh UMKM tersebut yakni Si Bintang Buah dan Banabee yang memproduksi keripik pisang; Rafins Snack dengan produk keripik kulit ikan; Mr. Zian Coffee, Ghalkoff, dan Dr. Koffie di sektor kopi; serta PT Aneka Coklat Kakoa atau Krakakoa yang bergerak di bidang cokelat.

Sementara itu, enam pelaku usaha wastra dan fesyen Lampung tampil secara langsung di JICC. Mereka adalah Sekura Art, Exclusive Tapis Ruwa Jurai, Soleha Tapis Collection, House Tapis Citra, Jan Ayu, dan Nabilla.

Produk yang mereka tampilkan mencakup wastra tapis dan ready to wear (RTW).

Selain tampil secara langsung, seluruh 15 UMKM Lampung juga masuk dalam etalase digital KKI 2026. Etalase tersebut mencakup enam pelaku usaha wastra dan fesyen serta sembilan UMKM dari sektor makanan dan minuman, kopi, cokelat, dan teh.

UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing

Secara nasional, KKI 2026 mengusung tema "Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing".

Gelaran tahun ini mengangkat semangat "BeudayaMeusareSare" dari Aceh yang bermakna berdaya dan bersama-sama. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kebangkitan UMKM, termasuk pelaku usaha di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam.

Acara KKI 2026 dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Selvi Gibran Rakabuming.

Turut hadir sejumlah menteri dan pimpinan lembaga, di antaranya Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri, serta Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Doddy Zulverdi.

Dalam pembukaan KKI 2026, Destry mengatakan penguatan UMKM ke depan bertumpu pada tiga hal, yakni bangkit, tangguh, dan berdaya saing.

"Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor," jelas Destry.

550 UMKM Ikuti Pameran Luring

UMKM menjadi salah satu pilar penting perekonomian nasional. Saat ini terdapat sekitar 64 juta unit UMKM yang menyerap 97 persen tenaga kerja dan berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Karena itu, Bank Indonesia terus mendorong pengembangan UMKM melalui penguatan ekonomi inklusif dan berdaya saing, perluasan pembiayaan inklusif dan keuangan berkelanjutan, serta peningkatan literasi dan sinergi ekonomi-keuangan inklusif.

Pada penyelenggaraan ke-11 ini, KKI 2026 menghadirkan sejumlah program baru, termasuk CANGKIR BARISTA dan CITRA NUSA, perluasan kolaborasi, penguatan ekosistem rantai nilai, inovasi generasi muda untuk produk lokal, serta penerapan prinsip keberlanjutan melalui KKI Bijak.

KKI Bijak diarahkan pada penerapan konsep zero emission dan zero waste to landfill, sekaligus pengembangan zona hijau dalam penyelenggaraan kegiatan.

Tahun ini, lebih dari 550 UMKM mengikuti pameran secara luring di JICC, sedangkan lebih dari 1.300 UMKM berpartisipasi secara daring.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan 1.100 UMKM secara daring.

Secara keseluruhan, KKI 2026 menghadirkan 44 rangkaian kegiatan, mulai dari talkshow ekonomi dan keuangan inklusif berkelanjutan, peragaan karya kreatif, business matching pembiayaan dan ekspor, value chain, showcase UMKM unggulan, area Cangkir Nusantara, showcase pariwisata, hingga instalasi hijau dan atraksi desa wisata.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.