Profi Norman Arie Prayoga, Wakil Rektor III Unsoed Ikut Terjaring OTT KPK Bersama Rektor
Weni Wahyuny August 21, 2026 02:00 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM — Nama Norman Arie Prayogo, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni di Universitas Jenderal Soedirman turut diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Norman Arie Prayogo diamankan bersama sang Rektor Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, pada Kamis (20/8/2026).

Lembaga antirasuah ini mensinyalir penangkapan para petinggi kampus negeri tersebut berkaitan erat dengan praktik manipulasi pada proses seleksi penerimaan mahasiswa baru.

Dari operasi ini, tim penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya uang tunai dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah.

Baca juga: Tembus Rp3,1 Miliar, Inilah Rincian Harta Kekayaan Akhmad Sodiq Rektor Unsoed Terjaring OTT KPK

Profil Norman Arie Prayogo

Melansir dari laman Unsoed, Norman Arie Prayogo, S.Pi, M.Si., lahir di Banyumas, 7 September 1982.

Norman merupakan akademisi di bidang bioteknologi dan perikanan yang menjabat sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

Ia menyelesaikan pendidikan S1 Manajemen Sumberdaya Perairan dan S2 Biologi di Unsoed, sebelum melanjutkan studi S3 Bioteknologi di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Berdasarkan catatan di laman resmi Unsoed, Norman Arie Prayogo dikukuhkan sebagai guru besar bidang Bioteknologi Perikanan tahun lalu, tepatnya pada 18 Februari 2025.

Ia dikukuhkan bersama tiga orang lain, yakni Noor Farid, Kuat Puji Prayitno, dan Waluyo Handoko.

Norman memulai perjalanan kariernya sebagai dosen di Unsoed pada 2009. Tercatat, ia pernah mengampu sejumlah jabatan, sebagai berikut: Koordinator Program Studi Manajemen Sumberdaya Perikanan di FPIK Unsoed, Kepala Pusat Publikasi LPPM Unsoed hingga kini Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

Selama berkarier sebagai dosen dan peneliti, Norman aktif melakukan riset seputar reproduksi ikan, seperti ekspresi gen hormon pada ikan nilem dan gurami.

Baca juga: Duduk Perkara KPK OTT Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Penerimaan Mahasiswa Baru

Ia juga meneliti dampak pencemaran logam berat cadmium dan merkuri terhadap ekosistem perairan.

Sejumlah hasil penelitiannya telah dipublikasikan di jurnal ilmiah terindeks Scopus, seperti Turkish Journal of Fishery and Aquatic Science, Biodiversitas, dan Journal of Global Veterinaria.

Harta Kekayaan

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 2 April 2026 untuk periode 2025, Norman memiliki total harta kekayaan bersih sebesar Rp1,75 miliar (Rp1.750.000.000).

DATA HARTA

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 950.000.000

1. Tanah dan Bangunan Seluas 262 m2/200 m2 di KAB / KOTA BANYUMAS, HASIL SENDIRI Rp. 950.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 430.000.000

1. MOBIL, PAJERO SPORT Tahun 2018, HASIL SENDIRI Rp. 250.000.000
2. MOBIL, VELVHIRE PREMIUM SOUND Tahun 2010, HASIL SENDIRI Rp. 180.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. ----

D. SURAT BERHARGA Rp. ----

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 500.000.000

F. HARTA LAINNYA Rp. ----

Sub Total Rp. 1.880.000.000

III. UTANG Rp. 130.000.000

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 1.750.000.000

OTT KPK

Namun, rekam jejak akademis tersebut kini berhadapan dengan proses hukum.

Norman ditangkap oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Purwokerto pada Kamis (20/8/2026) malam.

Penangkapan ini terkait dugaan pengondisian dalam proses penerimaan mahasiswa baru di Unsoed.

"Dugaan adanya pengkondisian penerimaan mahasiswa baru," kata Setyo Budiyanto kepada wartawan pada Jumat (21/8/2026).

Selain Norman, KPK mengamankan delapan orang lainnya.

Di antaranya adalah Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. Noor Farid, Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Eko Sumanto, serta Wakil Ketua DPC Gerindra Banyumas Adhi Wiharto.

"Benar, ada rektor juga. Sekitar sembilan, termasuk rektor. Saat ini bersama beberapa orang lain masih didalami keterangannya. Rektornya juga sudah di Gedung Merah Putih," ucap Setyo mengonfirmasi.

Usai menjalani pemeriksaan awal di Mapolresta Banyumas, Norman digiring tim KPK menuju Jakarta sekitar pukul 22.45 WIB dengan mengenakan jaket, masker, dan peci hitam.

Saat ditanya oleh awak media mengenai penangkapannya, Norman hanya memberikan pernyataan singkat.

Ia menyatakan bahwa penjelasan lebih lanjut akan disampaikan saat tiba di Jakarta.

Saat ini, Norman bersama pihak-pihak yang tertangkap dalam OTT tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.