Sekutu AS di kawasan Teluk Persia menerima tembakan peringatan keras dari panglima militer Iran yang mewanti-wanti mereka agar tidak terlibat langsung dalam perang.
Mengutip Tehran Times pada (21/8), Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, memperingatkan negara-negara Teluk Persia selatan untuk tidak memberikan dukungan apa pun kepada militer AS.
Jenderal Abdollahi meminta negara-negara tetangga tersebut melarang militer AS menggunakan wilayah udara maupun darat mereka untuk melancarkan agresi terhadap Iran.
“Negara-negara di selatan Teluk Persia yang mengeluarkan berbagai pernyataan yang mengklaim bahwa mereka tidak akan mengizinkan Amerika Serikat menggunakan wilayah mereka untuk melawan Iran harus tahu bahwa kami memantau tindakan mereka dengan cermat,” kata Mayor Jenderal Abdollahi pada hari Rabu.
Ia menanggapi klaim sejumlah negara Teluk yang sebelumnya menyatakan tidak akan mengizinkan pangkalan mereka dipakai oleh Amerika Serikat.
Pihak militer Iran menegaskan bahwa mereka terus memantau dengan sangat cermat seluruh pergerakan dan tindakan negara-negara di selatan Teluk Persia tersebut.
Abdollahi menilai sangat tidak mungkin penempatan pesawat militer AS dalam jumlah besar terjadi tanpa sepengetahuan penuh negara tuan rumah.
Secara khusus, ia menyoroti kehadiran pesawat pengisian bahan bakar di udara milik AS yang terparkir di pangkalan-pangkalan kawasan Teluk.
Iran memberikan peringatan tegas bahwa bantuan atau fasilitasi apa pun untuk militer AS akan dianggap sebagai tindakan keterlibatan perang secara langsung.
Konsekuensinya, negara mana pun yang membantu armada Washington akan diperlakukan sebagai pihak yang berpartisipasi dalam agresi bersama militer AS.
“Kami memperingatkan bahwa setiap bantuan atau fasilitasi yang diberikan kepada militer AS yang agresif akan dianggap sebagai partisipasi bersama pasukan militer AS,” tegasnya.
Para pejabat tinggi militer Teheran telah berulang kali menekankan ancaman senada kepada seluruh sekutu Washington di Timur Tengah.
Pihak IRGC dan militer Iran menegaskan bahwa kehadiran pasukan AS serta proksinya hanya akan melipatgandakan kerugian bagi para agresor.
Angkatan Bersenjata Iran mengklaim siap menimbulkan kerusakan besar pada pihak lawan meski musuh dibekali persenjataan canggih dan taktik perang hibrida.
Gertakan terbuka ini ditujukan untuk memutus dukungan logistik serta pangkalan udara bagi pasukan Amerika Serikat di sekitar wilayah Teluk.