TRIBUNNEWS.COM, BORONG - Anggota Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) viral di media sosisal adu mulut dengan Camat Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Agustinus Supratman.
Keduanya bertukar kata-kata saat membahas pembagian bantuan bagi warga terdampak gempa.
Peristiwa itu terekam dalam sebuah video berdurasi 6 menit 23 detik diterima TribunFlores.com, Jumat (21/8/2026).
Dalam rekaman tersebut, Agustinus tampak mempersoalkan pembagian bantuan yang harus disalurkan kepada warga di 11 desa.
Agustinus mengaku tertekan karena harus membagi bantuan yang jumlahnya terbatas kepada warga terdampak gempa di 11 desa.
"Saya harus bagi ke sebelas desa, Pak," kata Agustinus dalam rekaman tersebut.
Ia mengatakan, kondisi itu membuat dirinya mendapat tekanan dari warga. Menurut dia, sejumlah desa terus mempertanyakan bantuan yang masuk ke wilayah mereka.
"Semua desa sekarang protes ke saya, semua pada teriak, Pak. Semua pada bilang masuk bantuan," ujarnya.
Agustinus kemudian menjelaskan bahwa bantuan yang tersedia harus dibagi kepada warga di seluruh desa dalam wilayah Kecamatan Lamba Leda Utara.
Ia menyebut jumlah warga yang harus dilayani mencapai 21.171 jiwa.
Baca juga: Wapres Gibran Salat Jumat Bersama Warga Korban Gempa di Manggarai, Doakan NTT Segera Pulih
"21.171 jiwa di Lamba Leda Utara. Harus bagi rata. Saya buat begitu, Pak," katanya.
Dalam video tersebut, Agustinus berulang kali meminta agar bantuan dibagikan secara merata. Ia juga menyampaikan keberatan jika ada pihak yang menyebut bantuan yang masuk ke wilayahnya dalam jumlah banyak.
Menurutnya, bantuan yang tersedia masih harus dibagi kepada banyak warga yang terdampak gempa.
"Saya bagi rata ke sebelas desa," katanya berulang kali.
Mengaku Stres
Situasi dalam video kemudian semakin emosional. Agustinus beberapa kali mengaku tidak sanggup menghadapi tekanan dalam mengurus warga terdampak bencana.
"Saya stres. Saya sudah tidak kuat lagi," ucapnya.
Ia juga meminta agar Kepala Dinas datang ke lokasi untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut.
Agustinus mengatakan dirinya berada dalam posisi sulit karena harus memenuhi kebutuhan warga di sejumlah desa, sementara bantuan yang tersedia terbatas.
Baca juga: Tim SAR Gabungan Evakuasi 2 Lansia Korban Gempa di Manggarai Timur Pakai Helikopter
Ia kemudian meminta agar pihak yang membawa bantuan ikut melihat langsung kondisi warga di desa-desa lain.
"Kita ke desa. Kita ke sana. Mereka belum makan," katanya.
Namun, ia juga mengakui bahwa warga di desa lain mengalami kondisi yang sama dan membutuhkan bantuan.
"Sebelah desa juga sama, Pak. Sama, sebelah desa," ujarnya.
Lamba Leda Utara Terdampak Gempa
Kecamatan Lamba Leda Utara merupakan salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat gempa bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.
Sebelumnya, Camat Lamba Leda Utara juga menyampaikan bahwa warga di wilayahnya masih membutuhkan berbagai bantuan, antara lain obat-obatan, tenaga medis, air minum, beras, listrik, dan jaringan internet.
Dilansir dari tribunnews.com, pemerintah pusat telah meninjau langsung wilayah tersebut. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengunjungi Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Senin (17/8/2026) lalu.
Dalam kunjungan itu, Tito meminta pemerintah daerah mempercepat pendataan kerusakan rumah warga sebagai dasar penyaluran bantuan.
Tito juga menyerahkan bantuan berupa genset dan velbed untuk mendukung posko pengungsian serta bantuan kepada dua desa di Kecamatan Lamba Leda Utara.
TribunFlores.com masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak terkait mengenai video yang beredar tersebut. (KAN).