Ratusan Warga Ikuti Pemeriksaan Mata dan Skrining Operasi Katarak Jelang Harjad ke 832 Trenggalek
Rendy Nicko August 21, 2026 04:46 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Ratusan warga mengikuti pemeriksaan mata dan skrining operasi katarak serta pterigium dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Trenggalek ke-832.

Kegiatan dikemas melalui program Melayani Masyarakat Dalam Kesehatan dan Sosial yang Terpadu dan Langsung (MENAK SOPAL) tersebut digelar di Pendhapa Manggala Praja Nugraha, Kabupaten Trenggalek.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Trenggalek dengan Klinik Mata EDC Trenggalek.

Baca juga: Rektor Universitas Brawijaya Sebut Metri Bumi Trenggalek Beri Manfaat bagi Manusia di Dunia

Manager Operasional Klinik Mata EDC Trenggalek, Azis Dwi Jayansya, mengatakan kerja sama tersebut telah berlangsung sekitar tiga tahun dan rutin dilaksanakan setiap peringatan Hari Jadi Trenggalek.

"Ini kegiatan dari program Pemerintah Kabupaten Trenggalek bekerja sama dengan Klinik Mata EDC Trenggalek. Kolaborasi ini sudah kurang lebih tiga tahun. Setiap tahun kami laksanakan dalam rangka HUT atau Hari Jadi Trenggalek," terang Azis Dwi Jayansya, Jum'at (21/8/2026).

Menurutnya, program tersebut menyasar masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan mata.

Dalam kegiatan ini, warga yang memiliki diagnosis katarak dan pterigium mendapatkan kesempatan menjalani operasi secara gratis.

"Di sini masyarakat mendapatkan operasi mata gratis, khususnya bagi yang mempunyai diagnosis katarak dan pterigium atau daging tumbuh pada mata," jelasnya.

Tak hanya biaya operasi, pelayanan gratis juga mencakup pemeriksaan dan pengobatan setelah operasi.

Aziz menjelaskan, hingga pelaksanaan kegiatan, jumlah warga yang telah mendaftar mencapai sekitar 250 hingga 300 orang. Sementara itu, kuota operasi yang disediakan pada kegiatan tersebut sebanyak 100 orang.

"Yang sudah mendaftar kurang lebih ada 250 sampai 300. Untuk kuota operasi, kami menyediakan 100," ungkapnya.

Ia menerangkan, katarak umumnya ditandai dengan kondisi penglihatan yang kabur akibat lensa mata menjadi keruh.

Dalam tindakan operasi, lensa mata yang keruh tersebut akan ditangani dan diganti dengan lensa buatan.

"Kalau katarak itu biasanya kabur pada mata sehingga lensa matanya keruh. Nanti dioperasi, yang keruh pada lensa matanya diambil kemudian ditanam dengan lensa buatan," ulasnya.

Azis menambahkan, pemeriksaan pada kegiatan tersebut merupakan tahap skrining untuk menentukan peserta yang memenuhi syarat menjalani operasi.

Bagi masyarakat kurang mampu yang dinyatakan lolos skrining, nantinya dapat melengkapi persyaratan berupa surat keterangan tidak mampu dari desa atau kelurahan setempat.

"Jadi hari ini pemeriksaan skrining untuk kelolosan. Bagi masyarakat tidak mampu, sasarannya nanti dengan membuktikan surat keterangan tidak mampu yang bisa diurus di desa atau kelurahan setempat," imbuhnya.

Selain masyarakat dengan keluhan katarak dan pterigium, kegiatan tersebut juga melibatkan pelajar di Kabupaten Trenggalek.

Baca juga: Kecelakaan Vario dan Innova, Pelajar SMKN 2 Tulungagung Meninggal di Jalan Raya Ngantru Kepuhrejo

Para siswa mendapatkan pemeriksaan untuk mengetahui gangguan penglihatan nonkatarak, seperti mata minus, plus, dan silinder.

Salah satu siswa SMPN 1 Trenggalek, Muhammad Fauzi Al Akbar, turut menjalani pemeriksaan mata dalam kegiatan tersebut.

Ia mengatakan hasil pemeriksaannya cukup baik. Namun, dari pemeriksaan diketahui dirinya mengalami mata minus dengan ukuran 2,25.

"Hasil pemeriksaan baik. Keluhannya minus mata, belum pakai kacamata. Kalau rekomendasi dikasih kupon nanti ke EDC dan diberikan kacamata," ujar Fauzi.

(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.