Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 32 melaksanakan program kerja di bidang psikologi dengan menggelar kegiatan pelatihan kemampuan sensorik dan motorik anak di TK KB Al-Ikhlas Bunda, Desa Meunye Cut Bahagia Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara baru-baru ini.
Kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak sekaligus membantu menstimulasi perkembangan motorik halus dan motorik kasar melalui berbagai permainan edukatif yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak.
“Selain melatih kemampuan fisik dan koordinasi tubuh, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan konsentrasi, kreativitas, kemampuan mengenal warna, serta kemampuan anak dalam memahami dan mengikuti instruksi,” ujar Humas KKN Kelompok 32 Desa Meunye Cut Bahagia, Nadia Saputri, kepada Serambinews.com, Jumat (21/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menyiapkan lima permainan edukatif.
Permainan pertama berupa memasukkan tutup botol ke dalam wadah menggunakan sendok.
Permainan ini melatih koordinasi antara mata dan tangan sekaligus membantu anak mengembangkan kemampuan motorik halus.
Selanjutnya, anak-anak diajak mengikuti permainan tebak warna.
Melalui permainan tersebut, anak dilatih mengenali warna sekaligus meningkatkan konsentrasi dan kemampuan merespons instruksi.
Permainan berikutnya adalah kaki batok kelapa, yang mengajak anak menggunakan alat sederhana untuk melatih keseimbangan dan koordinasi gerak tubuh.
“Anak-anak juga mengikuti permainan karet tali yang memberikan stimulasi terhadap gerakan dan koordinasi tubuh,” kata Nadia.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mewarnai.
Aktivitas ini tidak hanya melatih koordinasi tangan dan mata, tetapi juga memberikan ruang bagi anak untuk mengekspresikan kreativitas melalui pilihan warna dan gambar.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN Kelompok 32 secara aktif mendampingi anak-anak dalam setiap permainan.
Pendampingan dilakukan secara interaktif untuk memastikan kegiatan berlangsung tertib, aman, dan menyenangkan.
Mahasiswa juga memberikan arahan secara sederhana agar mudah dipahami anak-anak.
Dengan pendekatan bermain sambil belajar, anak-anak diberi kesempatan untuk mencoba, bergerak, mengenali warna, mengikuti instruksi, sekaligus berinteraksi dengan teman-temannya.
Untuk meningkatkan motivasi dan antusiasme peserta, mahasiswa KKN menerapkan sistem reward berupa bintang.
“Setiap anak yang berhasil mengumpulkan tiga bintang dapat menukarkannya dengan satu hadiah,” kata Nadiah.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi anak sekaligus mendorong mereka agar lebih aktif mengikuti seluruh rangkaian permainan.
Sistem reward juga membuat suasana kegiatan semakin menarik karena anak-anak memiliki motivasi tambahan untuk menyelesaikan setiap tantangan yang diberikan.
Suasana kegiatan berlangsung penuh keceriaan. Anak-anak tampak antusias mengikuti permainan yang telah disiapkan mahasiswa KKN.
Mereka tidak hanya bermain, tetapi juga belajar mengoordinasikan gerakan, berkonsentrasi, mengenali warna, mengikuti aturan, dan mengekspresikan kreativitas.(*)