Jakarta (ANTARA) - Komunitas Bike to Work (B2W) Indonesia kembali menyuarakan bahwa sepeda bukan sekadar alat olahraga atau rekreasi, melainkan alat transportasi ramah lingkungan untuk menekan emisi karbon dan memulihkan kualitas udara ibu kota.

“B2W Indonesia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mulai memprioritaskan sepeda dalam aktivitas harian dan bersama-sama merebut kembali hak atas udara bersih di langit Jakarta”, tegas Ketua Umum B2W Indonesia Hendro Subroto di Jakarta, Jumat.

Untuk itu, B2W Indonesia bersama Komisi Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) dan Koalisi Pejalan Kaki mendorong pemerintah agar mempertahankan, memperluas dan mengintegrasikan jalur sepeda protektif.

Menurut B2W Indonesia, jalur sepeda tidak boleh sekadar pajangan, melainkan harus terhubung dengan aman antarwilayah permukiman, kawasan bisnis, dan stasiun transit serta memberikan rasa aman dan nyaman ketika bermobilitas.

Mereka juga meminta pemerintah membuat fasilitas pendukung di ruang publik dan perkantoran. Misalnya menyediakan parkir sepeda yang aman serta fasilitas ruang bilas di gedung-gedung perkantoran, stasiun, halte angkutan umum dan pusat perbelanjaan.

Terakhir, mereka juga meminta pemerintah melakukan sterilisasi lajur sepeda dengan penegakan hukum ketat. Misalnya dengan menindak tegas pelanggaran penyerobotan jalur sepeda oleh kendaraan bermotor guna menjamin keselamatan pengayuh sepeda.

Di sisi lain, aktivis Koalisi Pejalan Kaki Amalia S Bendang sekaligus Indonesia Council for CMC SEA (Clean Mobility Coalition South East Asia) mengatakan moda transportasi kota untuk perjalanan warga harus proporsional dengan mengutamakan moda berjalan kaki, bersepeda dan angkutan umum massal.

Dengan demikian, kata Amalia, warga punya pilihan dalam bermobilitas yang manusiawi dan berkeadilan.