Sebelum Kena OTT, Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Undang KPK Bahas Integritas dan Budaya Antikorupsi
Bobby Wiratama August 21, 2026 05:35 PM

TRIBUNNEWS.COM - Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq terjaring giat operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (20/8/2026) kemarin.

Ia ditangkap atas dugaan praktik jual beli calon mahasiswa yang ingin masuk ke Fakultas Kedokteran Unsoed.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengungkapkan, penyidik tidak hanya melakukan penangkapan, tapi juga penyitaan barang bukti berupa uang ratusan juta rupiah.

"Ini seperti ketika mahasiswa baru masuk ke gerbang kampus sudah ada praktik-praktik transaksional. Gerbang kampus yang seharusnya jadi gapura untuk meraih cita-cita dan masa depan bangsa," ungkap Budi pada Jumat (21/8/2026).

Sementara, Ketua KPK Setyo Budiyanto, membenarkan bahwa penangkapan terhadap Akhmad Sodiq terkait dugaan manipulasi seleksi mahasiswa baru.

Baca juga: Sosok Adhi Wiharto, Politisi Gerindra yang Ikut Diamankan Bersama Rektor Unsoed dalam OTT KPK

Selain Akhmad, Setyo mengatakan penyidik turut melakukan penangkapan terhadap Wakil Rektor I Unsoed Noor Farid, Wakil Rektor III Norman Arie Prayogo, hingga pihak luar yaitu Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Banyumas Adhi Wiharto.

"Dugaan adanya pengkondisian penerimaan mahasiswa baru. Benar, ada rektor juga. Sekitar sembilan, termasuk rektor. Saat ini bersama beberapa orang lain masih didalami keterangannya," ujar Setyo.

Kini, para terduga pelaku sudah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Akhmad Sodiq Pernah Undang KPK, Bahas Integritas dan Budaya Korupsi

Di sisi lain, tepat setahun yang lalu atau 17 Juli 2025, Akhmad Sodiq dan jajaran Unsoed sempat mengundang petinggi KPK untuk membahas terkait integritas dan budaya antikorupsi di lingkungan pendidikan tinggi (PT).

Dikutip dari laman Unsoed, pihak KPK yang hadir yakni Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo, Direktur Jejaring Pendidikan KPK Dian Novianthi, hingga Fungsional Direktorat Jejaring Pendidikan KPK Nur Setiyo.

Saat memberikan sambutan, Akhmad menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial.

Dia mencontohkan hal yang bisa dilakukan salah satunya yakni membangun ekosistem integritas dan tata kelola yang bersih.

Demi tercapainya tujuan itu, Akhmad mengatakan pihaknya bisa berkolaborasi dengan KPK.

"Kami percaya bahwa kolaborasi dengan KPK ini adalah bagian dari penguatan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan transparansi yang akan menjadi pondasi penting dalam pengembangan sumber daya manusia unggul," jelasnya.

Baca juga: Bongkar OTT Rektor, KPK Sebut Transaksi Penerimaan Maba Unsoed Gunakan Sistem Layering

Ibnu pun setuju dengan pernyataan Akhmad terkait PT sebagai pihak yang memiliki tanggung jawab strategis untuk membangun karakter generasi muda.

Dia pun menyoroti pentingnya kurikulum antikorupsi, keteladanan pimpinan, serta sistem tata kelola yang akuntabel di lingkungan kampus.

"Korupsi adalah musuh bersama yang tidak hanya merusak ekonomi, tetapi juga moral dan peradaban. Oleh karena itu, KPK tidak hanya bergerak di ranah penindakan, tetapi juga pencegahan dan pendidikan," katanya.

Setelah pertemuan, Akhmad mengungkapkan bahwa Unsoed berkomitmen untuk menjadikan nilai integritas sebagai bagian dari kehidupan akademik dan kelembagaan di kampus.

Ia berharap melalui kolaborasi dengan KPK maka dapat memperkuat sistem tata kelola, memperkaya kurikulum antikorupsi, serta membangun ekosistem pembelajaran yang berlandaskan nilai kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas.

"Dengan adanya sinergi ini, diharapkan Unsoed dapat menjadi salah satu lokomotif dalam gerakan nasional pemberantasan korupsi melalui jalur pendidikan," katanya.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto/Ilham Rian Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.