Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Kena OTT KPK, Mengulang Skandal Karomani di Unila
Noval Andriansyah August 21, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Dunia pendidikan tinggi di Indonesia kembali diguncang skandal besar. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq, di Purwokerto, Jawa Tengah.

Baca juga: KPK Periksa 6 Pejabat dan Pihak Eksternal Unsoed, Diduga Terkait Praktik Jual Beli

Akhmad Sodiq ditangkap bersama 13 orang lainnya dari lingkungan internal kampus terkait dugaan suap penerimaan mahasiswa baru, dan langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK pada Kamis (20/8/2026) malam.

Penangkapan Rektor Unsoed ini seolah mengulang cetak biru (blueprint) kejahatan serupa empat tahun silam yang pernah mengguncang Universitas Lampung (Unila). Kasus ini menegaskan bahwa praktik transaksional pada gerbang masuk perguruan tinggi negeri masih menjadi celah rawan yang berulang.

Pada Agustus 2022, masyarakat Indonesia dihebohkan oleh OTT KPK terhadap Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Karomani, M.Si. Karomani diamankan tim penyidik KPK di Bandung, Jawa Barat, sementara sejumlah pejabat kampus lainnya seperti Wakil Rektor I Heryandi dan Ketua Senat Muhammad Basri ditangkap di Lampung.

Praktik culas yang terjadi di Unila memanfaatkan celah seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri (SMMPTN) dan SBMPTN.

Rektor beserta kroninya mematok "tarif" atau uang pelicin berkisar antara Rp 100 juta hingga Rp 350 juta per calon mahasiswa agar bisa diluluskan, khususnya di fakultas favorit seperti Fakultas Kedokteran.

Dari rangkaian penindakan di Lampung, Bandung, hingga Bali, KPK menyita barang bukti uang tunai dan emas batangan senilai miliaran rupiah.

Persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang membeberkan fakta bahwa puluhan calon mahasiswa diluluskan meski nilainya berada di bawah standar (passing grade) demi uang suap bernilai total puluhan miliar rupiah.

Pada Mei 2023, Majelis Hakim PN Tanjungkarang menjatuhkan vonis 10 tahun penjara, denda Rp 400 juta, serta kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp 8,07 miliar kepada Prof Karomani.

Vonis berat ini mulanya diharapkan menjadi angin segar pembersihan instansi pendidikan tinggi, namun celah sistemik nyatanya belum sepenuhnya tertutup.

Skandal Jalur Masuk di Unsoed Purwokerto

Empat tahun pasca-kasus Unila, pola kejahatan serupa kembali meletus di Jawa Tengah. Pada Kamis, 20 Agustus 2026,

KPK melakukan OTT tertutup di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto.

Rektor Unsoed Akhmad Sodiq diamankan bersama 13 orang lainnya dalam rangkaian operasi di Purwokerto dan Jakarta.

Pihak-pihak yang ditangkap terdiri dari jajaran pejabat struktur kampus, dosen, hingga pihak swasta. Dari lokasi penangkapan, KPK mengamankan barang bukti awal berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga kuat merupakan komitmen fee terkait penerimaan mahasiswa baru, terutama di Fakultas Kedokteran Unsoed.

Para pihak yang tertangkap langsung diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

KPK menyayangkan berulangnya fenomena komersialisasi dan tindak pidana korupsi di gerbang awal perguruan tinggi yang seharusnya menjadi benteng integritas dan akademis.

Dikutip dari Tribunnews.com, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menilai, kampus seharusnya mencetak karakter dan moral bangsa, bukan menjadi tempat transaksi koruptif sejak awal mahasiswa memulai pendidikannya.

"Ini seperti ketika mahasiswa baru masuk ke gerbang kampus sudah ada praktik-praktik transaksional. Gerbang kampus yang seharusnya jadi gapura untuk meraih cita-cita dan masa depan bangsa," ungkap Budi.

Ketua KPK Setyo Budiyanto juga membenarkan dugaan manipulasi seleksi mahasiswa baru ini. 

Setyo menegaskan bahwa tim penyidik sedang menggali keterangan para pihak yang terjaring, termasuk Wakil Rektor I Prof Dr Ir Noor Farid, MSi, Wakil Rektor III Prof Dr Norman Arie Prayogo, serta pihak luar yakni Wakil Ketua DPC Gerindra Banyumas Adhi Wiharto.

"Dugaan adanya pengkondisian penerimaan mahasiswa baru. Benar, ada rektor juga. Sekitar sembilan, termasuk rektor. Saat ini bersama beberapa orang lain masih didalami keterangannya," ujar Setyo Budiyanto.

Sebelumnya, tim KPK menggiring para petinggi kampus tersebut dari Mapolresta Banyumas menuju Jakarta pada Kamis (20/8/2026) malam. 

Menanggapi desas-desus mengenai keterlibatan seorang guru besar hukum pidana dan rombongan artis dalam OTT tersebut, Budi Prasetyo berjanji KPK akan membeberkan konstruksi perkara, peran masing-masing pihak, hingga penerapan pasal pidana secara utuh dalam konferensi pers sore ini.

Benang Merah yang Sama

Rekam jejak dari Unila (2022) hingga Unsoed (2026) memperlihatkan benang merah yang sama:

Diskresi Berlebih pada Jalur Mandiri: Kewenangan diskresi penuh yang dipegang pimpinan kampus dalam menentukan kelulusan jalur mandiri membuka ruang negosiasi tertutup.

Komersialisasi Fakultas Favorit: Fakultas Kedokteran dan program studi berprospek tinggi terus menjadi ladang empuk transaksi kuota.

Lemahnya Pengawasan Internal: Keberadaan Senat Kampus dan Satuan Pengawas Internal (SPI) acap kali tumpul karena berada di bawah kontrol langsung pimpinan rektorat.

Maraknya OTT pimpinan perguruan tinggi menegaskan pentingnya evaluasi total terhadap tata kelola penerimaan mahasiswa baru di Indonesia agar integritas dunia pendidikan dapat dipulihkan.

Punya Bisnis Rumah Makan Mewah

Dikutip dari Tribunnews.com, satu di antara yang digiring KPK ke Jakarta adalah Wakil Rektor III Unsoed Prof Dr Norman Arie Prayogo. 

Sebelum namanya terseret kasus rasuah penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Fakultas Kedokteran Unsoed tersebut, Prof Norman sempat menjadi sorotan.

Norman Arie Prayogo ternyata punya bisnis rumah makan bernama Mas Norman di Purwokerto, Jawa Tengah. Rumah makan Mas Norman menyediakan menu rahang tuna dan ikan panggang.

Menu rahang tuna sendiri merupakan makanan khas Manado, Sulawesi Utara. Terlihat restoran milik Norman Arie Prayogo itu bernuansa semi outdoor.

Di bagian belakangnya terhampar padang rumput yang luas. Resto Mas Norman ini tampak bisa menampung 100 orang.

Selain memiliki restoran, Norman Arie Prayogo juga sering memposting bisnisnya di media sosial Facebook. Ia memiliki bisnis bernama Publikasi.

Tak hanya itu, Norman juga kerap menjadi pembicara seminar. Norman Arie Prayogo terlihat beberapa kali hadir dalam seminar besar dan menjadi pembicara. Kekinian, Prof Norman juga dikabarkan memiliki bisnis karaoke di Purwokerto, Jawa Tengah.

Sekadar info, besaran gaji yang diterima Norman Arie Prayogo sebagai Wakil Rektor di Perguruan Tinggi Negeri berkisar Rp 2,5 - 6 jutaan. Kemudian Wakil Rektor juga akan mendapatkan tunjangan sebesar Rp 5 jutaan tiap bulannya.

Gaya Hidup Mewah

Prof Norman Arie Prayogo juga sempat viral setelah penampilannya saat aksi protes mahasiswa terkait kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) 26 April 2024 silam yang dinilai tak pantas. Sebab, Norman mengenakan baju hingga barang-barang berharga fantastis.

Mulai dari jam tangan Rolex Submariner Date seharga Rp 254 jutaan. Cincin berlian seharga Rp 50 juta, jas dan kemeja Louis Vuitton Rp 80 jutaan.

Norman Arie Prayogo menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsoed. Ia menyelesaikan pendidikan S1 Manajemen Sumberdaya Perairan di Unsoed.

Kemudian, melanjutkan studi magister di Program Studi Biologi Unsoed. Belum selesai sampai di situ, Norman Arie menyelesaikan studi S3 di Universitas Gadjah Mada (UGM), dengan mengambil jurusan Bioteknologi. Pria 42 tahun ini juga menjadi anggota ASEAN Fisheries Education Network.

Adapun beberapa penghargaan yang pernah diraih Norman Arie, di antaranya:

1. Penerima beasiswa Habibie Center pada tahun 2008-2011.

2. Penerima beasiswa DIKTI Sandwich pada tahun 2010.

3. Cum Laude S2 Unsoed tahun 2008.

4. Cum Laude S3 UGM tahun 2012.

5. Dosen berprestasi Universitas Jenderal Soedirman pada tahun 2018.

Sementara dipantau dari kolom komentar pada sebuah unggahan TikTok, warganet banyak yang mengungkap sosok asli Norman. Menurut beberapa netizen, Norman memang sudah kaya sejak lama.

"Ga lagi ngebelain beliau. Fyi aja. Beliau ini pengusaha juga. Dan mahasiswa unsoed beberapa ada yg kuliahnya dibayarin beliau, sampe ada yg s2, dan yg kuliah di jepang jg kuliahnya beliau yg bayar," tulis akun @flowerofneptune.

"Beliau ini bukan sembarang beliau, suka bagi-bagi duit. Kemarin perna pas diundang ke acara, ngasih atm sama pass nya ke anak panitia, suruh ngambilin duit wkwk," tulis @imurgurlcrush.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.