TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA -- Dunia politik Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) diselimuti kabar duka atas meninggal dunianya sosok pimpinan senior, Firza H Lakoni, pada Jumat (21/8/2026) siang.
Kepergian politisi yang dikenal ramah dan mengayomi ini mengagetkan banyak pihak, khususnya jajaran pengurus serta kader DPD Partai NasDem Muratara.
Sebelum menghembuskan napas terakhirnya secara mendadak akibat riwayat penyakit jantung, almarhum dikenal memiliki rekam jejak panjang sebagai figur pengayom dan tokoh masyarakat yang dihormati di wilayahnya.
Baca juga: Breaking News : Ketua DPD Partai Nasdem Muratara, Firza H Lakoni Meninggal Dunia, Dikabarkan Sakit
Firza H Lakoni merupakan putra daerah kelahiran Pauh pada 18 Juli 1965.
Sepanjang perjalanan hidupnya di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, ia dikenal sebagai pimpinan yang dekat dengan masyarakat serta rendah hati.
Diketahui, Firza menempuh pendidikan dasar di SDN Pauh (1975–1981), lalu melanjutkan pendidikan menengah di PKBM Sumber Ilmu (2005–2008), hingga menuntaskan jenjang SMA di PKBM Sekantenan (2014–2017).
Di luar aktivitas politik, pria beragama Islam ini aktif dalam keorganisasian kemasyarakatan, salah satunya mengemban amanah sebagai Penasehat Ikatan Keluarga Pauh Rawas (IKPR) periode 2019–2024.
Kiprah kepemimpinannya semakin menguat saat dipercaya menjabat sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Muratara sejak tahun 2020.
Di mata para kader dan pengurus partai, sosok Firza bukan sekadar ketua, melainkan figur guru yang senantiasa membimbing dan membagikan ilmunya.
Di tengah pengabdiannya, kabar duka menyelimuti panggung politik Muratara.
Firza H Lakoni dilaporkan meninggal dunia secara mendadak pada Jumat (21/8/2026) siang WIB saat berada di Desa Ketapat Bening, Kecamatan Rawas Ilir.
Sekretaris Jenderal DPD Partai NasDem Muratara, Zulkhoiri, mengonfirmasi kabar kepulangan sang pimpinan.
"Yang pasti dapat kabar almarhum meninggal dunia tadi, untuk penyebabnya belum tahu karena apa, yang jelas mendadak," kata Zul saat dihubungi, Jumat (21/8/2026).
Zul menyebutkan bahwa almarhum memang memiliki riwayat penyakit jantung. Meski begitu, kondisi fisiknya selama ini selalu tampak bugar saat menjalankan tugas-tugas organisasi.
Pertemuan terakhir Zul dengan almarhum terjadi saat keduanya mengikuti pelatihan kader NasDem di Jakarta beberapa waktu lalu.
"Riwayatnya memang sakit jantung. Saat itu almarhum sehat, segar mengikuti acara sampai selesai," ungkapnya.
Kepergian Firza secara tiba-tiba meninggalkan rasa kehilangan yang mendalam bagi seluruh keluarga besar NasDem di daerah tersebut.
"Kami turut berduka dan berbelasungkawa. Kami berduka berat atas kepergian almarhum. Semoga kebaikan almarhum dapat dihitung sebagai amal jariah," ujar Zul.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com