Jadwal Misa Hari Minggu 2026 di Gereja Katolik Santo Thomas Morus Maumere, Tetap Waspada Gempa
Nofri Fuka August 21, 2026 06:47 PM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Umat Katolik di wilayah Paroki St. Thomas Morus Maumere dapat mengikuti perayaan Misa Minggu, 23 Agustus 2026. 

Di tengah situasi pascagempa dan masih adanya kewaspadaan terhadap gempa susulan, umat diimbau tetap memperhatikan kondisi keamanan selama mengikuti perayaan Ekaristi.

Berdasarkan jadwal yang dibagikan Paroki St. Thomas Morus Maumere, perayaan Misa akan dilaksanakan di sejumlah tempat ibadah dengan beberapa pilihan waktu.

Berikut jadwal lengkap Misa Minggu, 23 Agustus 2026:

 

Baca juga: Jadwal Misa Paskah Sabtu Suci 2026 di Gereja Katolik Paroki Roh Kudus Labuan Bajo

 

 

Jadwal MisaGereja St. Thomas Morus

Misa pertama: 06.00 WITA
Misa kedua: 08.00 WITA

Gereja St. Yoh. Paul II Centrum

Misa pertama: 06.00 WITA
Misa kedua: 08.00 WITA

Kapela Kuwu Wire

Misa: 08.30 WITA

Umat yang hendak mengikuti Misa diharapkan tetap tenang, memperhatikan arahan petugas dan mengutamakan keselamatan selama berada di lingkungan gereja.

Untuk diketahui, Gedung Paroki Santo Thomas Morus juga terdampak gempa berkekuatan 7,7 Magnitudo pada 15 Agustus 2026 lalu.

Guncangan gempa menyebabkan sebagian atap Gedung Gereja Paroki Santo Thomas Morus Maumere di Jalan Kesehatan, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, roboh.

Peristiwa tersebut terjadi saat umat sedang mengikuti misa pagi yang dipimpin Pater Dion MI dari Ordo Kamilian.

Sekretaris DPP Paroki Santo Thomas Morus Maumere, Yane Ray, mengatakan gempa terjadi ketika Pater Dion hendak membagikan hosti kudus kepada umat.

"Saat Pastor hendak membagikan hosti Kudus kepada umat, tanah berguncang berbarengan dengan atap bangunan tepat di atas panti imam yang mulai roboh," ujar Yane beberapa waktu lalu Ketika diwawancarai Tribunflores.com.

Suasana di dalam gereja, kata Yane, seketika berubah mencekam. Umat yang mengikuti misa diliputi ketakutan dan kecemasan. Beberapa di antaranya bahkan bergegas keluar dari gereja untuk menyelamatkan diri.

Namun, Pater Dion memilih tetap bertahan di dekat altar. Ia tetap memegang hosti dan melanjutkan pembagian komuni kepada umat.

Menurut Yane, posisi Pater Dion saat itu berada tidak jauh dari bagian bangunan yang mengalami kerusakan.

"Situasi sangat mencekam. Bahkan nyawa Pastor terancam karena reruntuhan kaca dan plafon kayu jatuh tepat di lokasi duduk sang Pastor," tuturnya.

Beruntung, Pater Dion berada di dekat altar yang cukup berjauhan dari titik jatuhnya material kaca, kayu dan besi. Ia pun tidak mengalami luka.

Di tengah kondisi tersebut, Pater Dion tetap melanjutkan perayaan ekaristi hingga selesai.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.