Akui Vietnam Favorit Juara ASEAN Championship 2026, Pelatih Thailand Bicara soal Tekanan Jelang Final
Wila Wildayanti August 21, 2026 07:33 PM

MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM
Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, membuat pengakuan jelang laga final ASEAN Championship 2026 lawan Vietnam.

BOLASPORT.COM - Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, melontarkan pernyataan mengejutkan menjelang laga leg pertama final ASEAN Championship 2026 melawan Vietnam.

Duel klasik dua tim raksasa Asia Tenggara ini akan tersaji di Stadion Rajamangala, Bangkok, pada Sabtu (22/8/2026).

Thailand saat ini sebenarnya bersatatus sebagai pemilik gelar terbanyak dengan koleksi tujuh trofi.

Namun, Vietnam tentu saja bukan lawan yang bisa dianggap mudah, karena mereka dating sebagai juara bertahan edisi sebelumnya.

Bahkan dengan kekuatan Vietnam saat ini, tim asuhan Kim Sang-sik tersebut disebut sebagai tim favorit juara tahun ini.

Menurut pelatih asal Inggris tersebut, tim berjulukan The Golden Star Warriors tersebut datang dengan kekuatan penuh dan persiapan yang jauh lebih matang ketimbang timnya.

"Saya rasa kita semua tahu sejak awal turnamen bahwa Vietnam datang dengan kekuatan penuh," ujar Anthony Hudson sebagaimana dikutip BolaSport.com dari laman resmi ASEAN United, Jumat (21/8/2026).

Vietnam memang menjalani persiapan panjang untuk bisa meraih gelar juara beruntun ASEAN Championship ini.

Tak tanggung-tanggung mereka bahkan menjalani pemusatan Latihan (TC) ke Korea Selatan agar tim lebih siap tempur, dan hasilnya mereka sukses melaju ke final.

Bahkan dalam laga final ini, seperti ulangan edisi 2024, Vietnam bertemu kembali dengan Thailand di partai puncak.

Bertemu juara bertahan, Anthony Hudson justru membuat pernyataan mengejutkan karena ia menilai bahwa Vietnam memang favorit juara untuk tahun ini.

Ia bahkan menyebut di atas kertas The Golden Star Warriors memiliki peluang besar untuk bisa mengangkat trofi ASEAN Championship 2026.

"Mereka telah menjalani pemusatan latihan selama beberapa bulan di Korea Selatan dan melakoni tiga pertandingan uji coba, jadi menurut saya, di atas kertas saat ini, Vietnam adalah favoritnya," ucapnya.

Meski ia mengakui Vietnam memang favorit juara ajang dua tahunan ini, tetapi ia menegaskan bahwa Thailand pun punya tekad tinggi.

Untuk itu, Hudson menyatakan bahwa pengakuannya itu bukanlah bagian dari strategi perang urat syaraf atau mind games untuk menjatuhkan mental lawan.

Ia menilai secara objektif bahwa tekanan besar kini justru berada di pundak Vietnam untuk mempertahankan gelar juara mereka.

"Menurut saya, ekspektasi dan tekanan untuk memenangkan pertandingan ini ada pada Vietnam," kata Anthony Hudson.

"Tekanan jelas tertuju pada mereka. Kita bisa mengatakannya secara jujur; ini bukan permainan psikologis atau upaya saya untuk memberikan tekanan. Ini hanyalah kenyataan," tegasnya.

Vietnam memang tampil impresif sepanjang turnamen dengan mengalahkan Timnas Indonesia di fase grup serta menyingkirkan Malaysia di semifinal.

Dua striker mereka, Nguyen Xuan Son dan Nguyen Dinh Bac, juga tengah tajam-tajamnya dengan masing-masing mengoleksi 5 gol.

Di sisi lain banyak yang meragukan Thailand bisa melangkah jauh dengan kombinasi pemain senior dan talenta muda yang ia panggil.

Namun, Hudson berhasil membuktikan kualitasnya dengan membawa tim berjuluk Gajah Perang itu ke partai puncak.

"Kami berhasil meningkatkan kebugaran pemain, memperbaiki aspek-aspek tertentu dalam permainan kami, dan meraih hasil yang dibutuhkan untuk melaju ke final ini," ungkap Anthony Hudson.

"Di awal turnamen, semua orang meremehkan kami. Segala sesuatu yang saya baca berbunyi, ‘tim ini tidak bagus’, ‘mengapa dia memilih skuad ini?’, ‘tim ini tidak akan lolos dari fase grup’."

"Bagi saya, tim ini telah melakukan pekerjaan luar biasa untuk mencapai tahap ini, namun saat mencapai final, segalanya bisa terjadi."

"Para pemain telah membuktikan kepada saya di turnamen ini bahwa mereka mampu mengatasi berbagai situasi sulit."

Menurutnya, setelah Thailand sudah melangkah sejauh ini, tentu saja tekad Gajah Perang saat ini cuma satu yakni membuktikan untuk bisa meraih gelar juara.

Untuk itu, Hudson menekankan bahwa para pemain saat ini siap untuk bisa memberikan yang terbaik agar bisa mengalahkan Vietnam nantinya.

Apalagi laga final ini digelar dengan dua leg, sehingga apapun bisa terjadi dan Hudson bertekad bawa tim meraih kemenangan nantinya.

Pelatih berusia 45 tahun tersebut bahkan menegaskan saat ini ia dan tim termotivasi untuk bisa mengalahkan Vietnam nantinya.

Semua bertekad membuktikan diri bahwa Thailand siap untuk bisa membawa pulang trofi nantinya.

"Kami juga memiliki kualitas dalam tim yang kami yakini mampu meraih kemenangan bagi Thailand," jelas Hudson.

"Kami meyakini hal itu, namun saya rasa kita semua bisa menerima dan mungkin bagian inilah yang akan membuat saya dikritik habis-habisan bahwa Vietnam memang lebih diunggulkan untuk memenangkan pertandingan ini. Ini adalah fakta, bukan sekadar permainan psikologis."

"Namun, kami sangat antusias menghadapi tantangan ini. Besok akan menjadi pertandingan terbesar kami di turnamen ini. Memang harus demikian," tuturnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.