Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pengelola Pasar Jongke Solo terus mencari cara agar pasar yang telah direvitalisasi itu kembali ramai dikunjungi masyarakat.
Berbagai kegiatan digelar, mulai dari pertunjukan musik hingga pengembangan kawasan kuliner sebagai daya tarik baru.
Lurah Pasar Jongke, Ali Mukhlison, mengatakan upaya tersebut dilakukan bersama para pedagang dan komunitas yang ada di pasar.
Menurutnya, kegiatan rutin telah digelar hampir setiap akhir pekan untuk mendatangkan pengunjung.
"Cuma kita merangkul paguyuban dan komunitas untuk mengadakan agenda-agenda kegiatan di sana seperti yang sudah berjalan setiap malam minggu ada kegiatan dari paguyuban pedagang pasar dan kegiatan itu kurang lebih sudah 30-an kali digelar," ungkap Ali saat ditemui TribunSolo.com, Jumat (21/8/2026).
Tak hanya itu, sejumlah pedagang juga mengambil inisiatif sendiri untuk menghidupkan suasana pasar. Salah satunya dengan menggelar pertunjukan musik langsung di area kuliner.
Baca juga: Pasar Jongke Solo Sepi, Pedagang Duga Sistem Pengklasteran Bikin Pembeli Malas Belanja
"Ada pedagang sendiri yang mengadakan kegiatan seperti live musik di saat jam pasar. Yang mana tujuannya untuk meramaikan pasar juga," kata dia.
Ali mengakui upaya promosi pasar sebenarnya membutuhkan anggaran yang cukup besar. Namun karena keterbatasan dana, pengelola memilih memaksimalkan kolaborasi dengan komunitas dan pedagang.
"Ya kalau untuk kita yang di lapangan, dikala kita mau membranding atau mengadakan program-program demi kemajuan pasar itu kan juga butuh dana. Dan kita di lapangan itu kan tidak ada anggaran untuk itu," ujarnya.
Selain kegiatan hiburan, kawasan kuliner yang berada di lantai tiga Pasar Jongke juga dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat.
Baca juga: Kendala Pengelola Tarik Pengunjung Datang ke Pasar Jongke Solo, Akui Tak Ada Anggaran untuk Promosi
Ali menilai keberadaan tenant kuliner mampu menarik pengunjung sekaligus memberi dampak positif bagi pedagang lain di sekitarnya.
"Iya dengan adanya usaha kuliner itu juga mendukung kemajuan pasar salah satunya TFP di situ bisa sangat membantu karena di sekitarnya itu juga ada kuliner lain yang bisa terangkat juga," pungkas dia.
Meski demikian, tantangan masih ada. Sebab, sebagian pedagang lama masih memilih berjualan di luar pasar karena merasa lokasi tersebut lebih ramai pembeli.