Gudang Barang Bekas Toko Kebutuhan Rumah Tangga di Sobokerto Boyolali Terbakar
Ryantono Puji Santoso August 21, 2026 10:14 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi ke langit dari sebuah gudang penyimpanan barang bekas milik Toko Semoga Jaya di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Jumat (21/8/2026).

Asap tebal tersebut terlihat dari kejauhan setelah api membakar tumpukan kardus dan plastik bekas di dalam gudang sekitar pukul 13.30 WIB.

Kepulan asap yang membumbung tinggi sempat membuat warga di sekitar lokasi panik.

Warga pun berdatangan dan berusaha membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

Sejumlah warga menyiramkan air ke arah gudang.

Sementara itu, beberapa alat pemadam api ringan (APAR) milik Toko Semoga Jaya juga dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api.

Bhabinkamtibmas Desa Sobokerto Polsek Ngemplak Polres Boyolali, Aiptu Murdiyanto, mengatakan kebakaran diduga bermula saat seorang karyawan membakar sampah di sekitar gudang.

Sampah yang dibakar berupa plastik dan berbagai barang yang sudah tidak terpakai.

Aktivitas tersebut biasa dilakukan di sekitar lokasi penyimpanan kardus dan plastik bekas.

"Setelah membakar itu muncul semacam ledakan-ledakan kecil, kemungkinan dari botol-botol bekas atau botol parfum. Api saat itu masih dijaga oleh karyawan, tetapi kemudian tiba-tiba dari bagian belakang gudang, tempat kardus-kardus ditumpuk, diketahui terjadi kebakaran," kata Murdiyanto, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, api kemudian membesar dengan cepat hingga karyawan diminta keluar dari dalam gudang.

"Apinya sudah mulai membesar sehingga karyawan langsung disuruh keluar karena api sudah besar," imbuhnya.

Api Cepat Membesar

Material yang terbakar membuat api dengan cepat membesar.

Gudang tersebut digunakan untuk menyimpan kardus dan plastik bekas milik Toko Semoga Jaya.

Barang-barang bekas tersebut dikumpulkan untuk kemudian dipres menggunakan mesin khusus sebelum dikirim dan didaur ulang.

Murdiyanto mengatakan warga sempat berupaya melakukan pemadaman untuk mencegah api merembet ke permukiman.

"Setelah kami mendapatkan laporan, kami langsung datang ke TKP bersama warga. Sambil menunggu mobil pemadam datang, warga berusaha menggunakan air yang ada untuk mencegah api merembet ke permukiman, karena ada beberapa rumah yang lokasinya dekat dengan gudang," ujarnya.

Namun, proses pemadaman tidak mudah lantaran tumpukan kardus dan plastik cukup banyak.

Baca juga: Terindikasi Judol, 4.631 Penerima Bansos di Karanganyar Dihentikan

Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi.

Dua unit berasal dari Mako Induk Pemadam Kebakaran Kabupaten Boyolali dan satu unit dari Pos Pemadam Kebakaran Klego.

Satu unit truk tangki dari BPBD Kabupaten Boyolali turut dikerahkan untuk membantu menyuplai air.

Petugas pemadam kebakaran Satpol PP Kabupaten Boyolali, Setiabudi Oktavianto, mengatakan proses pemadaman telah berlangsung sekitar dua jam.

Hingga Jumat sore sekitar pukul 16.00 WIB, api belum sepenuhnya padam.

Petugas masih menemukan titik-titik api kecil di bagian belakang dan bawah tumpukan kardus.

"Masih ada titik-titik api kecil di bagian belakang dan bawah tumpukan kardus. Kami masih melakukan pemadaman sekaligus pendinginan," kata Setiabudi.

Petugas juga menghadapi kendala karena material yang terbakar berupa tumpukan kardus dan plastik dalam jumlah banyak.

Api dapat bertahan di bagian dalam tumpukan sehingga proses pendinginan membutuhkan waktu.

Di dalam gudang terdapat satu unit mesin press yang digunakan untuk memadatkan kardus dan plastik sebelum dikirim untuk didaur ulang.

Mesin tersebut turut terbakar.

Berdasarkan keterangan pemilik, mesin press itu diperkirakan bernilai Rp40 juta hingga Rp45 juta.

Sementara itu, total kerugian akibat kebakaran, termasuk bangunan dan peralatan, diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.