BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Upaya memperluas akses edukasi, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat hingga ke wilayah terpencil kembali dilakukan melalui Youth Synergy for Health.
Kegiatan kolaborasi tersebut digagas PT Arutmin Indonesia Tambang Batulicin melalui Batulicin Community Center (BCC) bersama Duta Peduli Cegah HIV/Aids dan Napza dan Ikatan Mahasiswa (IKMA) Tanahbumbu, Kalsel.
Kegiatan ini menyasar masyarakat Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe, sebagai bagian dari upaya menghadirkan edukasi dan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah pelosok.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga hari 7-9 Agustus 2026.
Tercatat, sebanyak 121 peserta, terdiri atas 54 orang dewasa dan 67 anak-anak, mengikuti berbagai kegiatan mulai dari edukasi pendidikan dan perlindungan keluarga, pemeriksaan kesehatan gratis, kegiatan lingkungan, literasi, keagamaan, hingga pengenalan potensi desa.
Kegiatan hari pertama, Jumat (7/8), diawali pembukaan yang dihadiri Camat Mantewe, Nyariman, dan Kepala Desa Gunung Raya, Satra.
Kehadiran pemerintah kecamatan dan desa menjadi bentuk dukungan terhadap upaya kolaboratif yang membawa berbagai layanan dan edukasi lebih dekat kepada masyarakat.
Setelah pembukaan, peserta mendapatkan edukasi dari Dinas Pendidikan mengenai pentingnya memenuhi program wajib belajar 13 tahun. Materi tersebut mengajak masyarakat, khususnya orangtua, untuk memberikan dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan anak agar tidak terputus di tengah jalan.
Edukasi kemudian berlanjut dengan materi dari Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Ibu Kartini, yang mengangkat isu pencegahan perkawinan usia anak.
Peserta diajak memahami berbagai risiko perkawinan pada usia anak sekaligus pentingnya menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak.
Materi berikutnya disampaikan Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak mengenai pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Edukasi tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bentuk-bentuk kekerasan, pencegahan, serta pentingnya membangun keluarga yang aman dan saling melindungi.
Pada kesempatan yang sama, layanan kesehatan juga hadir lebih dekat kepada masyarakat. Puskesmas Mantewe bersama IKMA Tanbu Kalsel melaksanakan Cek Kesehatan Gratis di Dusun Tunyan. Warga memanfaatkan layanan tersebut untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan mereka.
Kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas edukatif untuk siswa. Anak-anak diajak mengikuti praktik eco printing bersama Duta Pepelingasih. Melalui praktik tersebut, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan bahan-bahan alami sekaligus diajak mengenal kreativitas yang tetap memperhatikan aspek lingkungan.
Kegiatan juga diisi dengan praktik pemilahan sampah dan pembuatan tempat sampah terpilah. Anak-anak dan masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga diajak menghasilkan sarana sederhana yang dapat digunakan untuk mendukung kebiasaan memilah sampah dari sumbernya.
Memasuki hari kedua, Sabtu, rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama. Suasana kemudian berlanjut dengan kegiatan lapak baca yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk membaca dan belajar bersama.
Layanan kesehatan kembali dilaksanakan melalui Cek Kesehatan Gratis di Posyandu dan PAUD. Masyarakat mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan sekaligus informasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan secara rutin.
Selain kesehatan dan literasi, peserta diajak melakukan penanaman tanaman obat keluarga (Toga) sebagai bagian dari edukasi pemanfaatan lingkungan dan penguatan kesadaran masyarakat terhadap tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga.
Rangkaian hari kedua kemudian ditutup dengan tausiah keagamaan yang memberikan penguatan nilai-nilai spiritual dan kehidupan bermasyarakat.
Pada hari ketiga, Minggu, kegiatan dilanjutkan dengan mengeksplor desa. Peserta dan tim kolaborasi mengenal lebih dekat kondisi, potensi, serta kehidupan masyarakat Desa Gunung Raya. Kegiatan kemudian ditutup bersama Pemerintah Desa Gunung Raya.
Kepala Desa Gunung Raya, Satra menyatakan, apresiasi atas kehadiran berbagai pihak yang telah membawa kegiatan edukasi dan layanan masyarakat ke wilayahnya.
"Kami sangat berterima kasih atas kegiatan Youth Synergy for Health yang dilaksanakan di Desa Gunung Raya. Masyarakat mendapatkan banyak manfaat, mulai dari kesehatan, pendidikan, lingkungan, sampai kegiatan untuk anak-anak. Kami berharap kolaborasi seperti ini tidak berhenti di Gunung Raya, tetapi dapat terus dilanjutkan dan menjangkau desa-desa 3T lainnya," ujarnya.
Dari pihak perusahaan, Superintendent Admin & CDEA PT Arutmin Indonesia Tambang Batulicin, Andik Mirta Yusianto, menilai kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
"Youth Synergy for Health merupakan bentuk nyata bagaimana berbagai pihak dapat bergerak bersama untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Ketika perusahaan, pemerintah, mahasiswa, komunitas, dan masyarakat berkolaborasi, kita bisa menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga memberikan manfaat langsung seperti layanan kesehatan dan penguatan kapasitas masyarakat," katanya.
Sementara, Penanggung Jawab Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Arutmin Indonesia Tambang Batulicin, Irfan Nurhidayat mengatakan, kehadiran kegiatan ini merupakan bagian dari semangat untuk memastikan program pemberdayaan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
"Kami ingin memastikan bahwa semangat pengembangan dan pemberdayaan masyarakat tidak hanya hadir di wilayah yang mudah dijangkau. Desa-desa yang memiliki tantangan akses seperti Gunung Raya juga perlu mendapatkan ruang untuk belajar, mendapatkan layanan, dan mengembangkan potensinya. Karena itu, kolaborasi dengan IKMA dan berbagai pihak menjadi sangat penting," ujarnya.
Manajer Batulicin Community Center (BCC), Hani Nur Latifah turut mengambil bagian
dalam rangkaian kegiatan dengan memberikan sosialisasi mengenai kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui perkuliahan yang terjangkau, berkualitas dan fleksibel.
Informasi tersebut diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat, keterbatasan jarak maupun status pekerjaan tidak harus menjadi penghalang untuk melanjutkan pendidikan.
"Kami ingin masyarakat di wilayah seperti Gunung Raya juga mengetahui bahwa
kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tetap terbuka. Ada pilihan perkuliahan yang murah, berkualitas, dan fleksibel sehingga masyarakat yang sudah bekerja sekalipun tetap dapat melanjutkan pendidikan," jelasnya.
Ketua IKMA Tanahbumbu Kalsel, Bintang mengatakan, kegiatan pengabdian
masyarakat di wilayah 3T menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi secara langsung.
"Bagi kami, pengabdian bukan hanya datang dan melaksanakan kegiatan, tetapi juga mendengarkan kebutuhan masyarakat. Dari sini kami belajar bahwa banyak potensi yang bisa dikembangkan dan banyak hal yang bisa dikolaborasikan. Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari hubungan yang berkelanjutan dengan masyarakat Gunung Raya," ujarnya.
Antusiasme juga dirasakan langsung masyarakat. Maria, warga Dusun Tunyan, mengaku, senang dengan kehadiran kegiatan yang memberikan berbagai layanan sekaligus kepada masyarakat.
"Kami senang sekali ada kegiatan seperti ini. Ada pemeriksaan kesehatan, kegiatan untuk anak-anak, belajar tentang lingkungan, dan banyak informasi yang sebelumnya belum kami dapatkan. Semoga ke depan kegiatan seperti ini bisa datang lagi ke desa kami," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
Bangun Kolaborasi
TIGA hari kegiatan di Desa Gunung Raya menjadi gambaran, pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan dengan pendekatan yang kolaboratif dan menyentuh berbagai aspek kehidupan.
Tidak hanya membawa edukasi, Youth Synergy for Health juga menghadirkan layanan kesehatan, aktivitas lingkungan, literasi, penguatan keluarga, pendidikan, serta ruang interaksi antara mahasiswa, pemerintah, perusahaan, komunitas, dan warga.
Melalui kegiatan tersebut, PT Arutmin Indonesia Tambang Batulicin melalui BCC bersama Duta Peduli Cegah HIV/AIDS dan NAPZA, IKMA Tanbu Kalsel, dan berbagai mitra menegaskan komitmen untuk terus membangun kolaborasi yang mampu menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok.
Desa Gunung Raya menjadi salah satu titik awal bahwa akses terhadap pengetahuan, kesehatan, dan pemberdayaan merupakan kebutuhan bersama yang perlu dihadirkan secara berkelanjutan.
Bagi anak-anak, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga pengalaman baru melalui aktivitas kreatif dan edukatif.
Sementara bagi orangtua, berbagai materi yang diberikan membuka ruang diskusi mengenai pendidikan anak, perlindungan keluarga, kesehatan, dan kehidupan sosial masyarakat. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)