Kekeringan di Desa Karangkates Disebut BPBD Kabupaten Malang Belum Terlalu Parah
Alga W August 21, 2026 10:17 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Lu'lu'ul Isnainiyah

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kekeringan di Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, ditinjau BPBD Kabupaten Malang pada Jumat (21/8/2026).

Didapatkan hasil bahwa kondisi krisis air bersih di desa ini belum terlalu parah atau kritis.

Baca juga: Meski Sudah Ada Anggaran, 26 Desa di Lumajang Masih Nunggak Bayar BPJS Ketenagakerjaan

Kegiatan monitoring dilakukan langsung oleh Kalaksa BPBD Kabupaten Malang, Purwoto.

Ia meninjau sejumlah titik tandon di Desa Karangkates.

Secara bersamaan, Perum Jasa Tirta I sedang melakukan dropping air bersih.

"Kami ingin mengetahui problemnya di mana, permasalahannya apa (kekeringan). Setelah kita lakukan monitoring di beberapa titik tadi, ternyata untuk wilayah Karangkates di Kecamatan Sumberpucung ini sebetulnya tidak terlalu parah," kata Purwoto.

Bencana krisis air bersih tidak melanda seluruh warga di Desa Karangkates.

Dijelaskannya, hanya ada beberapa kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana kekeringan.

Sebagian warga sudah beralih ke Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM).

Namun, sebagian warga ada yang masih mengandalkan sumur bor.

Akhirnya warga mengajukan bantuan ke BPBD Kabupaten Malang.

Purwoto menjelaskan penyebab air sumur surut karena ada perbaikan Kali Molek.

Padahal sungai tersebut merupakan sumber utama yang mengaliri sumur milik warga.

"Masyarakat sini sangat bergantung pada Kali Molek. Tahun lalu dan dua tahun yang lalu karena tidak ada perbaikan Kali Molek, kondisi aman. Bahkan dua tahun lalu mereka tidak minta pengiriman air. Tapi pada tahun 2023 mereka minta, dan problemnya sama seperti sekarang," jelasnya.

Kekeringan di Desa Karangkates sudah dilaporkan sejak satu bulan lalu.

Namun, belum masuk dalam kategori kekeringan ekstrem sehingga untuk proses dropping air baru dilakukan tiga hari terakhir.

Dalam hal ini, BPBD Kabupaten Malang dibantu oleh sejumlah instansi untuk menyalurkan air bersih ke warga terdampak.

Di antaranya, Perum Jasa Tirta I turut andil untuk memberi bantuan air bersih.

​"Kami sangat berterima kasih ke PJT I dalam pengiriman air bersih. Ini sistemnya kolaborasi dalam mencukupi kebutuhan air di Karangkates, Pagak, dan Kalipare. Mulai dari armadanya sampai sumber air yang diambil untuk distribusi ini milik PJT I," sambungnya.

Di sela-sela kunjungannya, Purwoto juga meninjau sumber air yang diambil oleh PJT I untuk menyuplai air bersih ke warga.

Ia berharap kolaborasi lintas sektoral ini tetap terjaga demi menanggulangi dampak bencana kekeringan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.