Daftar Biaya UKT Kedokteran Unsoed 2026 yang Disorot di Tengah OTT KPK, Capai Rp17 Juta Per Semester
Ani Susanti August 21, 2026 10:17 PM

TRIBUNJATIM.COM - Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mengungkap dugaan praktik suap dalam penerimaan mahasiswa baru.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah penerimaan mahasiswa di Fakultas Kedokteran yang diduga melibatkan transaksi hingga ratusan juta rupiah.

Dalam OTT yang berlangsung pada Kamis (20/8/2026), KPK mengamankan Rektor Unsoed Akhmad Sodiq bersama sejumlah pihak lainnya.

Total terdapat 14 orang yang diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Selain Akhmad Sodiq, dua pimpinan Unsoed lainnya, yakni Wakil Rektor I Bidang Akademik Noor Farid dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Norman Arie Prayoga, turut diperiksa.

Baca juga: Gaya Hidup Mewah Wakil Rektor Unsoed yang Punya Bisnis Makanan, Jam Rolex Rp254 Juta Pernah Disorot

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan perkara tersebut berkaitan dengan dugaan pengondisian penerimaan mahasiswa baru.

Penyidik menemukan indikasi adanya sistem berlapis atau layering dalam dugaan praktik transaksional tersebut.

Perhatian KPK terutama mengarah pada penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran. Dalam kasus tersebut, terdapat dugaan pembayaran dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah agar calon mahasiswa dapat diterima.

"Terkait dengan dugaan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara di lingkungan Unsoed atau Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto ini diduga terkait dengan penerimaan mahasiswa, di antaranya di Fakultas Kedokteran."

"Dan memang ada sejumlah uang bernilai ratusan juta untuk bisa masuk sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran di sana, dan diduga memang ada layering dalam penerimaan tersebut," ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Berapa Biaya Kuliah Kedokteran Unsoed 2026?

Di tengah kasus tersebut, besaran biaya resmi pendidikan Fakultas Kedokteran Unsoed turut menjadi perhatian.

Berdasarkan Keputusan Rektor Unsoed Nomor 2616/UN23/TM.01.02/2026, terdapat ketentuan mengenai tarif Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa Program Sarjana dan Diploma Unsoed.

Dokumen tersebut tercatat ditandatangani Rektor Unsoed Akhmad Sodiq pada 19 Mei 2026. (Admisi Universitas Jenderal Soedirman)

Untuk Program Studi Kedokteran melalui jalur SNBP, SNBT, dan Seleksi Mandiri, besaran UKT berada dalam beberapa kelompok tarif.

Tarif UKT

Untuk Program Jalur SNBP, SNBT, dan Seleksi Mandiri Unsoed di Program Studi Kedokteran biayanya berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 17 juta per semester.

Terdiri dari tujuh tingkatan UKT dengan rincian:

UKT 1: Rp 500.000
UKT 2: Rp 1.000.000
UKT 3: Rp 7.100.000
UKT 4: Rp 9.450.000
UKT 5: Rp 15.000.000
UKT 6: Rp 16.500.000
UKT 7: Rp 17.000.000

Tarif IPI

Selain UKT, mahasiswa juga dapat dikenakan Iuran Pengembangan Institusi (IPI).

Untuk Program Studi Kedokteran Unsoed, tarif IPI berada pada rentang Rp 100 juta hingga Rp 260 juta.

Tarif IPI tersebut terdiri dari empat tingkatan, yakni:

IPI 1: Rp 100.000.000
IPI 2: Rp 200.000.000
IPI 3: Rp 240.000.000
IPI 4: Rp 260.000.000

Besaran biaya resmi tersebut berbeda konteks dengan dugaan transaksi yang sedang diselidiki KPK. KPK saat ini masih mendalami dugaan adanya pembayaran di luar mekanisme resmi dalam proses penerimaan mahasiswa baru.

OTT KPK di Unsoed

OTT KPK tersebut dilakukan di dua wilayah, yakni Purwokerto dan Jakarta. Dari operasi tersebut, sebanyak 14 orang diamankan untuk dimintai keterangan terkait dugaan suap penerimaan mahasiswa baru.

KPK menyebut 12 orang diamankan di Purwokerto, sedangkan dua lainnya ditangkap di Jakarta. Sejumlah pihak kemudian dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya penyitaan uang tunai dalam operasi tersebut.

Nilainya mencapai ratusan juta rupiah dan diduga memiliki kaitan dengan proses penerimaan mahasiswa di Fakultas Kedokteran.

"Dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan tersebut, tim mengamankan sejumlah 14 orang. 12 orang di antaranya diamankan di Purwokerto dan 2 orang lainnya diamankan di Jakarta."

"Sehingga saat ini total ada 9 orang yang sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif, di mana dari 9 orang itu di antaranya adalah rektor, dua wakil rektor, dan juga pihak-pihak lainnya," kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026).

Penyidik kini masih menelusuri aliran dan penggunaan uang yang diamankan dalam OTT tersebut. KPK juga tengah mendalami dugaan pola layering yang disebut berkaitan dengan penerimaan calon mahasiswa.

Selanjutnya, KPK berencana melakukan gelar perkara untuk menentukan perkembangan status penanganan kasus tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.