Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luluul
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Warga Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengalami krisis air bersih dalam dua minggu terakhir.
Kondisi tersebut menjadi pengalaman pertama bagi warga setempat. Sejumlah sumur yang selama ini menjadi sumber air untuk kebutuhan sehari-hari mulai mengalami penyusutan debit hingga mengering.
Pada Jumat (21/8/2026), sejumlah warga terlihat berkumpul di salah satu titik distribusi air bersih.
Mereka membawa galon bekas dalam jumlah beragam, mulai 5 hingga lebih dari itu, untuk mendapatkan pasokan air.
Tak berselang lama, truk pengangkut air bersih dari Perum Jasa Tirta I tiba.
Truk tersebut membawa dua tandon besar air untuk disalurkan ke tandon-tandon milik BPBD Kabupaten Malang yang diletakkan di depan rumah warga.
Setelah proses pengisian air bersih ke tandon selesai, warga pun bergegas antre menata galon bekas.
Selanjutnya mereka bergantian mengisi air bersih dari tandon berkapasitas 1.200 liter tersebut.
Di antaranya Suwarni (74) warga RT 34 Desa Karangkates. Ia bolak-balik membawa timba untuk mengisi air yang tandonnya berada di depan rumahnya.
Di usianya yang sudah tidak muda lagi, ia mampu membawa timba berisi air sebanyak empat kali.
"Ini bawa sebisanya, orang nggak yang ngambilkan. Paling ya cuma bawa empat timba bolak-balik," kata Suwarni.
Ia mengaku sudah sepuluh hari ini sumurnya surut. Padahal miliknya itu memiliki kedalaman kisaran 21 meter. Kondisi seperti ini sebelumnya tidak pernah terjadi.
Sehingga untuk kebutuhan air sehari-hari seperti makan dan minum, Suwarni mengandalkan distribusi air dari pihak lain.
Sedangkan untuk mencuci baju maupun mandi dilakukan di sumber yang jauh dari rumahnya.
"Kalau nyuci baju dibawa ke sumber, tapi kalau mandi ya bisa sih pakai air sedikit-sedikit," imbuhnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Suwarni (68) warga dari RT lain di Desa Karangkates.
Ia juga mengaku jika sumur miliknya mulai surut. Sementara untuk kebutuhan masak ia mengandalkan air droppingan.
"Untuk nyuci baju dibawa ke rumah saudara di Kecamatan Selorejo (Kabupaten Blitar, red.). Kalau mandi ya seadanya, kadang orang-orang ada yang ke sungai juga," imbuhnya.
Terpisah, Ketua RT 33 RW 04, Agus Sumarno membenarkan jika kejadian kekeringan ini baru pertama kali terjadi di wilayahnya. Sumber air mulai surut sejak dua minggu yang lalu.
"Baru kali ini terjadi kekeringan mungkin dampak perbaikan irigasi di Sungai Molek. Sejak saat itu sungai mati dan sumur kering semua," sambungnya.
Kemudian, tiga hari yang lalu bantuan air bersih untuk warga mulai berdatangan. Bantuan berasal dari BPBD Kabupaten Malang hingga Perum Jasa Tirta I.