Madiun, Jawa Timur (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) siap mewadahi para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di wilayah Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo atau Pawitandirogo untuk andil dalam menumbuhkan ekonomi nasional.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, dalam kegiatan Sarasehan Kemerdekaan Paguyuban Pawitandirogo di Madiun, Jawa Timur, Jumat, mengatakan modal kawasan Pawitandirogo cukup menjanjikan, terutama kekayaan budaya dan keberadaan komunitas kreatif, yang mulai mengubah aktivitas berbasis hobi menjadi kegiatan bernilai ekonomi.
Hal itu sejalan dengan sektor ekraf yang saat ini telah menjadi mesin baru dalam pertumbuhan ekonomi nasional yang mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.
"Pawitandirogo ini mempunyai potensi ekonomi kreatif yang luar biasa. Komunitas yang tadinya mungkin sekadar hobi, sekarang sudah mengarah pada bagaimana memberikan nilai ekonomi di kawasan Jawa Timur dan bahkan nasional," ujarnya.
Menurutnya, kekayaan budaya di kawasan Pawitandirogo telah menjadi hulu industri kreatif.
Ketika dipadukan dengan inovasi, teknologi, dan kreativitas, produk budaya tersebut berpeluang memiliki nilai tambah sekaligus pasar lebih luas.
Karena itu, Kemenekraf siap memfasilitasi pengembangan pelaku kreatif setempat, mulai dari akses pendanaan dan pasar hingga perlindungan kekayaan intelektual.
Targetnya, produk lokal tidak berhenti di pasar daerah.
"Pegiat ekonomi kreatif di daerah perlu diberikan kesempatan, baik terkait akses pendanaan, akses pasar, maupun kekayaan intelektualnya," katanya.
Terdapat tiga hal penting yang dirumuskan dalam sarasehan tersebut sebagai aksi nyata mewadahi para pelaku ekraf Pawitandirogo yang dimulai pada semester kedua tahun ini, yakni, aktivasi Desa Kreatif, aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia.
"Program-program ini diarahkan untuk mengurasi merek lokal agar mampu naik kelas ke pasar provinsi, nasional, bahkan global," katanya.
Sementara, Pembina Paguyuban Pawitandirogo Nyoman Adhi Suryadnyana mengatakan sarasehan Pawitandirogo bukan hanya bertujuan sebagai ajang silaturahim, namun juga sebagai ruang kolaborasi nyata antar-daerah menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru.
"Sarasehan ini menjadi bentuk kolaborasi enam kabupaten/kota dalam membangun daerah masing-masing sekaligus kewilayahan untuk menunjang pembangunan nasional," kata Nyoman.
Ia menilai setiap daerah memiliki keunggulan sekaligus keterbatasan. Karena itu, potensi tersebut perlu dikolaborasikan untuk menciptakan keunggulan bersaing kawasan dengan melibatkan masyarakat, dunia usaha, komunitas, hingga pemerintah.
Nyoman berharap jejaring enam daerah dengan pemerintah pusat semakin kuat yang muara akhirnya adalah pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan taraf hidup masyarakat.
Sarasehan Kemerdekaan Paguyuban Pawitandirogo tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, serta kepala daerah dan forkopimda wilayah Pawitandirogo.





