Liputan6.com, Jakarta - Start pramusim Enzo Maresca bersama Manchester City langsung disorot. Kekalahan 0-3 dari Arsenal pada Community Shield di Cardiff, akhir pekan lalu, memantik prediksi tajam. Alex Crook menilai Maresca berpeluang menjadi manajer pertama yang kehilangan pekerjaan di Premier League musim ini.
Koresponden utama sepak bola talkSPORT itu menyoroti permainan City yang dinilainya berantakan, terutama saat bertahan. Ia juga mempertanyakan keputusan melepas James Trafford ke Leeds United setelah penampilan Gianluigi Donnarumma dinilai mengecewakan di bawah mistar. Crook mengingatkan satu laga tak cukup untuk vonis, namun ia melihat alasan kuat untuk khawatir.
"Saya tidak ingin bereaksi berlebihan terhadap apa yang kami lihat di Cardiff pada Minggu, tetapi jika saya seorang penggemar Manchester City, saya akan sangat mengkhawatirkan Enzo Maresca," kata Alex Crook.

Setelah memeriksa penampilan City di Cardiff, Crook menyimpulkan tren awal yang mengganggu. Ia menyebut kekompakan tim runtuh saat bertahan dan keputusan di area kiper memancing tanya.
"Saya pikir ada alasan kuat untuk mengatakan Maresca akan menjadi pelatih pertama yang pergi musim ini," lanjutnya.
Di antara nama lain yang ia sebut berpotensi berada di bawah tekanan ada Alvaro Arbeloa di Fulham dan Regis Le Bris di Sunderland. Namun, Crook menilai posisi Maresca lebih rawan daripada keduanya.
Crook juga mengaku meralat keyakinannya sendiri. Ia sebelumnya memprediksi City finis kedua di akhir musim, tetapi hasil di Cardiff membuatnya ragu.
"Menurut saya, ini terlihat seperti tim Manchester City yang biasa-biasa saja," kata Crook.
Menurut Crook, Maresca beruntung mendapat kesempatan menggantikan Pep Guardiola. Jejak rekamnya dinilai belum sepenuhnya meyakinkan meski pernah membawa Leicester City menjuarai Championship, dengan gaya bermain yang kala itu tidak mendapat sambutan positif dari suporter.
Setelahnya Maresca pindah ke Chelsea dan mengangkat Piala Dunia Antarklub 2025 serta Conference League 2025. Crook menilai dua trofi tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan capaian sebenarnya karena Chelsea sempat terancam gagal lolos ke Liga Champions musim lalu. Ia juga menyinggung adanya persoalan dengan petinggi klub dan gaya main yang kembali kurang disukai suporter.
Perbedaan pendekatan dengan era Guardiola turut disorot. Sebagai contoh, Nico O'Reilly dimainkan sebagai bek kiri yang bertahan lebih dalam saat melawan Arsenal. Di masa Guardiola, pemain pada posisi itu tetap diberi tugas masuk ke tengah untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain di lini tengah.
Crook mempertanyakan apakah skuad yang diwarisi Maresca masih sekuat anggapan publik. Ia menyebut sejumlah pemain penting telah pergi. John Stones dianggap memiliki kontribusi besar terhadap kesuksesan klub, meski menit bermainnya musim lalu tidak banyak, dan Bernardo Silva dinilai sebagai sosok penting lainnya. Rodri disebut sebagai penggerak utama lini tengah City.
Ia mengingatkan City gagal menjuarai Premier League ketika Rodri mengalami cedera dalam dua musim terakhir, menandakan betapa krusialnya gelandang Spanyol itu bagi keseimbangan tim.
Crook juga menyoroti potensi kepergian Omar Marmoush ke Tottenham. Jika itu terjadi, City dinilai tidak memiliki pelapis alami untuk Erling Haaland karena tidak ada striker lainnya di skuad. Sementara itu, The Citizens justru bergerak mencari gelandang.
Ayyoub Bouaddi dari Lille diperkirakan bergabung, tetapi usianya masih sangat muda. Ada pula kemungkinan perekrutan Enzo Fernandez yang dinilai tetap mungkin terjadi, kendati membawa persoalannya sendiri yang bisa menambah tekanan. Maresca disebut menginginkan Pedro Neto, tetapi Crook mempertanyakan apakah ia benar-benar peningkatan besar dibandingkan Savinho berdasarkan performa paruh kedua musim lalu.
City akan memulai Premier League musim ini dengan menjamu Bournemouth akhir pekan ini. Crook menilai laga tersebut tidak sederhana karena Bournemouth datang dengan kepercayaan diri tinggi. Tim itu kini ditangani Marco Rose yang, menurutnya, memiliki aura kepemimpinan lebih kuat dan mungkin pengalaman level atas yang lebih banyak dibandingkan Maresca.
Di sisi lain, gestur Maresca di pinggir lapangan ikut dinilai. Crook menyebut sang manajer terlihat terlalu santai usai tumbang dari Arsenal dan tidak menunjukkan intensitas seperti yang biasa diperlihatkan Guardiola. Ia bahkan menyebut Maresca seperti "Temu KW".
Sikap pemilik klub juga menjadi variabel. Crook mengingatkan Guardiola mendapatkan waktu panjang karena terus mempersembahkan trofi, sementara dua pendahulunya, Roberto Mancini dan Manuel Pellegrini, pada akhirnya disingkirkan. Mancini dipecat setelah City kalah dari Wigan Athletic pada final Piala FA 2013, sedangkan Pellegrini juga kehilangan jabatan meski sempat menjuarai Premier League.
"Pemilik Manchester City tidak akan menerima hasil yang biasa-biasa saja musim ini. Itulah alasan saya menganggap Enzo Maresca bisa menjadi pelatih pertama yang berada di ujung tanduk," ujar Crook.