Anggaran Beli Merpati HUT ke-81 RI di Istana Rp305 Juta, Bakom Singgung Citra Indonesia
Facundo Chrysnha Pradipha August 22, 2026 12:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Deputi I Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, Fahd Pahdepie, buka suara terkait adanya pengadaan anggaran pembelian merpati sebesar Rp305 juta saat acara peringatan HUT ke-81 RI di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (17/8/2026) lalu.

Sekedar informasi, anggaran ini terungkap setelah sempat diviralkan oleh akun Instagram Indonesia Corupption Watch (ICW), pada Kamis (20/8/2026).

ICW merupakan organisasi masyarakat sipil independen yang berdiri pada 21 Juni 1998 dan bergerak dalam pemantauan korupsi, riset, advokasi kebijakan, pendidikan antikorupsi, serta penguatan partisipasi publik.

Sejak awal berdiri pada era Reformasi, ICW mengambil peran sebagai kelompok masyarakat sipil yang mengawasi penyelenggaraan negara dan mendorong transparansi serta akuntabilitas. Organisasi ini secara rutin menerbitkan kajian dan pemantauan tren korupsi serta menyuarakan kritik terhadap kebijakan yang dinilai berisiko membuka celah korupsi.

Menanggapi viral unggahan ICW, Fahd menganggap anggaran sebesar itu untuk pembelian merpati karena acara yang digelar di Istana berskala nasional.

Menurutnya, pembelian merpati dengan anggaran sebesar itu tidak bisa dibandingkan ketika acara digelar dalam skala lebih kecil.

"Sebetulnya kita harus lihat skalanya ya nasional. Kita bisa nggak membandingkan sebuah program atau kegiatan yang skala nasional dengan ukuran yang pribadi atau lebih kecil, kan tidak bisa juga," katannya dikutip dari program ROSI yang ditayangkan di YouTube Kompas TV, Jumat (21/8/2026).

Baca juga: Sukses Buat Bolu Terbesar di Dunia saat HUT RI, Tasyi Athasyia Dapat Penghargaan dari MURI

Adapun Fahd lalu menyinggung soal citra Indonesia di mata dunia bahwa negara memiliki martabat dan kedaulatan sebagai bangsa merdeka dalam bentuk perayaan HUT ke-81 RI yang digelar di Istana.

"Di sana kan ketika kita bicara perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, bukan hanya punya dimensi nasional tetapi juga dimensi internasional sebagai national dignity (martabat nasional) kepada dunia internasional di mana Indonesia negara yang berdaulat dan punya pride untuk merayakan sesuatu," jelasnya.

Dengan alasan di atas, Fahd menganggap bahwa pembelian burung merpati untuk kebutuhan acara peringatan HUT ke-81 RI hingga ratusan juta rupiah tidak bisa dipandang hanya dalam sisi efisiensi anggaran.

"Jadi kita tidak bisa menilai ini (pembelian burung merpati) sebagai efisien atau tidak efisien. Efisiensi itu adalah terhadap hal-hal yang selama ini dilakukan tumpang tindih misalnya," katanya.

Anggaran Beli Merpati Rp305 Juta, Buat Suvenir Telan Anggaran Rp21,7 M

Sebelumnya, sorotan terkait pengadaan pembelian burung merpati sebesar Rp305 juta untuk acara HUT ke-81 RI di Istana Negara, Jakarta, disorot oleh ICW melalui unggahan di akun Instagram resminya, @sahabaticw.

Adapun temuan ICW itu berdasarkan pengecekan di situs Data Indonesia Procurement (INAPROC).

Organisasi tersebut pun menyindir terkait pengadaan tersebut melalui takarir atau caption yang ditulis.

 "Kalau beli merpati dengan duit segitu, kira-kira merpatinya spek apa dan buat ngapain ya warga? Mimin cuma tau merpati yang bentuknya amplop," tulisnya.

Sebagai informasi, Data INAPROC merupakan portal pengadaan skala nasional resmi yang dikembangkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk mengintegrasikan sistem informasi dan manajemen akun terpusat dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE).

Adapun data di dalamnya mencakup profil pengadaan, nama penyedia, hingga e-katalog.

Situs ini dikembangkan oleh LKPP yang bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2022 dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Percepatan Informasi Digital di Bidang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Baca juga: Anggaran Acara HUT ke-81 RI oleh Istana: Suvenir Habis Rp21,7 M, Dana Beli Merpati Tembus Rp300 Juta

Tribunnews.com pun lantas melakukan pengecekan di situs Data INAPROC. Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, memang ada pengadaan burung merpati oleh Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).

Anggaran yang disediakan untuk pengadaan tersebut sebesar Rp305.250.000.

Sementara, metode pengadaan yang digunakan adalah e-purchasing di mana tata cara pembelian melalui sistem e-katalog.

Dikutip dari laman Kementerian Keuangan (Kemenkeu), metode ini memungkinkan instansi pemerintah maupun badan usaha melakukan transaksi secara langsung tanpa proses tender.

Namun, status paket pengadaan masih 'On Process' yang berarti sedang berjalan dan belum selesai.

"Pengadaan Burung Merpati Dalam Rangka Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026. Status paket: On Process. Tahapan pengadaan: Kontrak. Total nilai: Rp305.250.000," demikian tertulis dalam pengadaan tersebut.

Adapun penyedia dari pengadaan ini perusahaan bernama Indoglobal Multi Karya.

Tak cuma itu, pengadaan lain untuk acara HUT ke-81 RI di Istana yaitu terkait suvenir.

Masih berdasarkan penelusuran di situs yang sama, ada total tiga pengadaan yang dilakukan Kemensesneg.

Baca juga: OPM Serang Pos TNI di Mimika Saat HUT RI: Prajurit TNI Gugur dan 9 Perempuan Disandera

Pengadaan pertama membutuhkan anggaran sebesar Rp2.794.425.000 dengan penyedia yaitu perusahaan bernama Buana Kencana Sejahtera.

Selanjutnya, anggaran suvenir kedua sebesar RpRp8.824.500.000 dengan penyedia dari Buana Kencana Sejahtera.

Terakhir, yakni anggaran suvenir sebesar Rp10.148.175.000 dengan penyedia dari perusahaan bernama Nusantara Dharma Optima.

Apabila dijumlahkan, anggaran pengadaan suvenir sebesar Rp21.767.100.000 (Rp21,7 miliar).

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.