TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Rektor Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu, Prof. Dr. KH. Khairuddin, M.Ag, menyambangi kantor Tribun Bengkulu, Sabtu (22/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka menghadiri Podcast Bincang Tribun untuk berbincang mengenai berbagai hal terkait UINFAS Bengkulu.
Prof. Dr. KH. Khairuddin, M.Ag, tiba di lingkungan Tribun Bengkulu menggunakan mobil dinas berpelat merah BD 13.
Kedatangannya disambut Content Manager Tribun Bengkulu, M Syah Beni, sebelum kemudian melanjutkan agenda menuju ruang podcast.
Suasana ruang podcast tampak sederhana dengan sejumlah perlengkapan pendukung produksi.
Di antara keduanya terdapat meja kaca, sementara rak di bagian belakang ruangan dihiasi tanaman kecil dan sejumlah benda penghargaan.
Khairuddin terlihat mengenakan peci hitam dan busana batik bermotif cokelat. Sementara M Syah Beni tampak mengenakan pakaian kasual berwarna abu-abu.
Percakapan dalam Podcast Bincang Tribun kemudian diarahkan pada berbagai persoalan dan perkembangan UINFAS Bengkulu.
Pembahasan mencakup dinamika kampus serta sejumlah hal yang berkaitan dengan perkembangan perguruan tinggi tersebut.
Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum silaturahmi antara Rektor UINFAS Bengkulu dan jajaran Tribun Bengkulu.
Pertemuan dikemas melalui ruang podcast agar pembahasan mengenai kampus dapat disampaikan secara lebih dekat dan ringan kepada masyarakat.
Profil Rektor UINFAS Bengkulu
Prof. Dr. Khairuddin Wahid resmi mengemban amanah sebagai Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu periode 2026–2030 setelah dilantik Menteri Agama pada 10 Maret 2026 di Jakarta.
Ia menggantikan Prof. Dr. KH. Zulkarnain, M.Pd yang sebelumnya memimpin UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
Khairuddin Wahid lahir di Desa Pasar Seluma, Kabupaten Seluma, pada 14 November 1967. Ia merupakan putra bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H. Abd. Wahid dan Azidah.
Perjalanan pendidikannya dimulai di Madrasah Ibtidaiyah Swasta di desanya. Pada usia 13 tahun, ia melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Pancasila Kota Bengkulu, kemudian meneruskan pendidikan Madrasah Aliyah di pesantren yang sama hingga tamat pada 1985.
Setelah itu, Khairuddin melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta. Di sela pendidikan pesantren, ia menempuh studi di Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan menyelesaikan pendidikan sarjana pada 1990 dengan predikat lulusan terbaik.
Selain aktif dalam kegiatan akademik, Khairuddin juga aktif dalam organisasi. Ia pernah menjadi pengurus cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), pengurus wilayah Gerakan Pemuda Ansor Yogyakarta, serta aktif di Korps Dakwah Mahasiswa dan menjadi pendiri sekaligus ketua pertama Himpunan Santri Sumatera di Yogyakarta.
Karier akademiknya dimulai pada 1993 sebagai dosen tetap Fakultas Syariah IAIN Raden Fatah Palembang yang saat itu berada di Bengkulu. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister di UIN Sumatera Utara pada 1997 hingga 1999 dan pendidikan doktoral di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 2014 hingga meraih gelar doktor pada 2018.
Dalam perjalanan kariernya di lingkungan kampus, Khairuddin pernah dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Wakil Direktur Pascasarjana pada 2020 dan Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan pada 2021.
Pada 1 Januari 2023, Khairuddin dikukuhkan sebagai Guru Besar di bidang Hukum Ekonomi Syariah.
Selain berkarier di dunia akademik, Khairuddin aktif dalam organisasi keagamaan di Bengkulu. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Wilayah GP Ansor Bengkulu selama dua periode, yakni 1999 hingga 2009, serta pernah dipercaya sebagai Sekretaris Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Bengkulu dan hingga kini menjabat sebagai Ketua Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Bengkulu.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini