Jejak Kebaikan Ahmad Zaki Relawan Gempa Flores yang Meninggal Saat Bawa Bantuan, Diduga Kelelahan
Musahadah August 22, 2026 12:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Terungkap jejak kebaikan Ahmad Zaki Ali (38), relawan meninggal dunia saat menjalankan misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026).

Founder Yayasan Gerak Bareng ini ditemukan meninggal dunia saat berada di wilayah Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, pada Jumat (21/8/2026). 

Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah menjelaskan, sebelumnya, pada pukul 14.00 Wita, korban bersama tiga orang temannya berangkat dari Posko Relawan Gerak Reo menuju Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, menggunakan mobil Fortuner dengan nomor polisi EB 1305 GC.

Saat itu, mereka hendak menyalurkan bantuan kepada korban gempa di Desa Satar Padut.

"Dalam perjalanan, korban menghentikan kendaraan yang dikendarainya dan meminta bantuan kepada rekannya untuk melepas helm dan jaket yang dikenakannya. Beberapa saat kemudian korban tidak sadarkan diri," kata Levi, dilansir dari Kompas.com.

Baca juga: Agenda Lengkap Wapres Gibran di NTT: Ke Lokasi Gempa Maumere hingga Bermalam di Istana Keuskupan

Korban lalu dibawa ke posko medis Damer.Namun saat diperiksa, ia dinyatakan telah meninggal dunia.

Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso mengatakan almarhum sempat mengeluh terkait kondisi yang dirasakannya kepada rekannya saat mendistribusikan bantuan dari Reo Kabupaten Manggarai, menuju Desa Satar Padut Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, pada Jumat (21/8/2026) petang.

Almarhum  juga sempat tidak sadarkan diri dalam perjalanan tersebut dan dibawa ke Puskesmas terdekat.

Namun, pada saat pemeriksaan dokter di Puskesmas, almarhum dinyatakan meninggal dunia.

Ia mengatakan proses evakuasi dilakukan secara cepat untuk memastikan jenazah dapat segera dibawa keluar dari lokasi bencana dan untuk selanjutnya dipulangkan ke Jakarta.

"Pukul 07.04 WITA, Tim Heli Dauphin Basarnas telah mendarat di Helipad Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, dan langsung memproses evakuasi jenazah almarhum Ahmad Zaki Ali," kata Edy dalam keterangan Kantor SAR Maumere pada Sabtu (22/8/2026).

Setelah dievakuasi dari lokasi penanganan bencana, Helikopter Dauphin Basarnas membawa jenazah Zaki menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo.

Setibanya di Labuan Bajo, jenazah kemudian dibawa ke RSUD Pratama Komodo untuk menjalani proses pemulasaraan.

Setelah proses tersebut selesai, jenazah akan melanjutkan perjalanan menuju rumah duka di Jakarta.

Jejak Kebaikan Ahmad Zaki 

Ahmad Zaki bersama sejumlah relawan berangkat ke wilayah terdampak pada Minggu (16/8/2026), sehari setelah gempa Magnitudo 7,7 mengguncang Flores.

Ia datang untuk membantu mendistribusikan kebutuhan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @ahmadzaki_ali, pada 16 Agustus 2026, Zaki menyampaikan harapannya agar misi kemanusiaan yang dijalankan dapat memberikan manfaat bagi warga.

"Bismillah, berharap keridhaan Allah, semoga hadirnya kita memberi manfaat kepada masyarakat," tulis Zaki pada unggahan Instagram, 16 Agustus 2026.

Masih Beri Pesan Kebaikan

Selama berada di lokasi bencana, Zaki juga rutin membagikan perkembangan aktivitasnya melalui media sosial.

Pada Jumat (21/8/2026), beberapa waktu sebelum dikabarkan meninggal dunia, Zaki masih sempat membagikan kabar terbaru mengenai aktivitasnya di NTT.

Dalam unggahan tersebut, ia mengatakan telah enam hari berada di lokasi bencana.

"Alhamdulillah, sekarang Jumat tanggal 21 Agustus 2026, saya sudah enam hari berada di NTT, dan alhamdulillah sebagian besar amanah kawan-kawan baik telah tersampaikan, tersalurkan ke ratusan keluarga yang terdampak gempa," ucapnya.

Ia juga menyebut kondisi di wilayah terdampak masih mengkhawatirkan, terlebih dengan adanya gempa susulan.

"Kondisi saat ini masih mengkhawatirkan, ditambah gempa susulan yang terjadi," lanjutnya.

Dalam caption video tersebut, Zaki juga mengungkapkan bahwa persediaan logistik yang dibawa relawan mulai menipis.

"Logistik kita menipis, semoga Jumat ini bisa bertambah lagi. Agar makin banyak dan luas jangkauan bantuan yang bisa kita salurkan."

"Di Fase Tanggap darurat kita akan Fokus pada Kebutuhan dasar, oleh karenanya kita butuh support orang orang baik," tulisnya.

Unggahan tersebut menjadi salah satu kabar terakhir yang disampaikan Zaki dari lokasi penanganan bencana.

Belum diketahui penyebab meninggalnya Ahmad Zaki, meski dugaan mengarah kepada kelelahan dalam bertugas.

Kantor SAR Maumere bersama seluruh potensi SAR menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Ahmad Zaki Ali.

Zaki dikenang sebagai relawan yang mendedikasikan tenaga dan kepeduliannya untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur.

Dedikasinya dalam mendistribusikan bantuan kepada warga terdampak gempa menjadi bagian dari perjuangan kemanusiaan di tengah kondisi bencana yang masih berlangsung.

Kepergian Zaki menambah duka di tengah upaya berbagai pihak membantu masyarakat Flores yang terdampak gempa Magnitudo 7,7 beserta gempa susulan yang terjadi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.