TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Harga daging ayam di Pasar Induk Bondowoso, Jawa Timur meroket hingga tembus Rp42 ribu per kilogram.
Kenaikan secara berangsur-angsur merangkak naik dari Rp30 ribu dengan kenaikan berkisar Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram sejak 3 minggu terakhir. Hingga puncak kenaikan terjadi pada sepekan ini.
Menurut Rere, pedagang daging ayam di Pasar Induk Bondowoso, tak tahu pasti penyebab kenaikan. Namun diperkirakannya karena saat ini musim acara selamatan hari besar, ditambah memang sejak ada Makan Bergizi Gratis harga daging ayam terus naik.
Bahkan, saat MBG libur beberapa waktu lalu disebutnya sempat turun ke Rp24ribu per kilogram.
Baca juga: MBG Kembali Aktif, Harga Buah, Sayur, dan Ayam di Bondowoso Naik
"Dua malam baru naik, sebelumnya Rp42ribu, sebelumnya Rp41 ribu," teragnya dikonfirmasi pada Jumat (21/8/2026).
Ia mengatakan untuk daya beli tak serta merta langsung turun. Hanya saja sekarang warga membeli dengan jumlah lebih sedikit.
Seperti ibu rumah tangga yang biasanya membeli 1 kg, sekarang jadi turun membeli 1/2 kg.
"Kadang beli 30 ribu, kekuatan mereka kan cuma dilevel itu," jelasnya.
Ita, seorang ibu rumah tangga dari Kecamatan Tenggarang, menyebut meski harga naik dirinya tetap membeli daging ayam. Pasalnya, itu menjadi makanan berprotein favorit anak-anaknya.
Namun karena saat ini harga daging ayam mahal, Ita membeli dengan jumlah lebih sedikit dan intesitas menurun. Jika biasanya setiap pekan membeli 4 kali daging ayam. Kini, hanya membeli 1 kali dalam sepekan, dengan jumlah 1 kg.
"Harganya kan mahal, ya mungkin mulai sudah habis liburan. MBG mulai lagi, kan mahal lagi," ujarnya.
Ia pun mengganti asupan protein keluarga dengan tempe, tahu, dan telur dengan dimasak lebih variasi. Karena harga telur disebutnya harganya masih stabil.
Untuk itu, dirinya berharap pemerintah bisa membuat kebijakan yang bisa menstabilkan harga daging ayam. Karena, semenjak ada MBG harga daging ayam disebutnya terus merangkak naik. Ditambah hari-hari besae biasanya harganya makin naik lagi.
"Bisa menstabilkan lagi, bisa menjangkau lagi," terangnya.
Puput, Pelaku UMKM ayam Pop Bondowoso, mengatakan terpaksa menaikka harga jual dagangannya hingga 10-20 persen. Akibat kenaikan daging ayam yang terjadi 2 minggu terakhir.
Semula paling tinggi harga daging ayam berkisar sekitar Rp37 ribu. Tapi semakin hari terus naik, yang hari ini saja mencapai hingga Rp42 ribu.
"Harga ayam makin lama makin naik, ini harganya aja per hari ini di angka 40 sampai 42 per kilogram," jelasnya.
Dia mengaku mempertanyakan kenaikan harga daging ayam yang terjadi akhir-akhir ini. Pasalnya kenaikan daging ayam ini benar-benar mempengaruhi usahanya yang telah mempekerjakan sekitar 8 orang itu.
"Saya juga heran kenapa kok bisa sangat tinggi. Karena saya juga merasa, sebagai usaha mikro di bawah ngefek banget," pungkasnya.