TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Partai Golkar Jawa Tengah mencoba membangun pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda melalui kegiatan budaya, kreativitas dan kegiatan sosial.
Pendekatan tersebut dilakukan melalui rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia yang digelar DPD Partai Golkar Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut mengusung tema "Nguri-nguri Tradisi dan Budaya untuk Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur."
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah Mohammad Saleh mengatakan tema tersebut dipilih karena partainya melihat budaya dan tradisi sebagai modal sosial masyarakat.
"Kami mengangkat kearifan lokal karena kami percaya dengan modal sosial yaitu budaya yang kuat, kemudian tradisi yang mengakar, kita bisa menjadi Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur," kata Saleh saat ditemui Tribun Jateng di DPD Golkar Jawa Tengah, Sabtu (22/8/2026).
Sejumlah kegiatan digelar dalam rangkaian acara tersebut. Mulai dari lomba tradisional 17 Agustus seperti lomba sarung dan memasukkan sedotan ke dalam botol hingga lomba tari kreasi Jawa Tengah.
Sebanyak 11 organisasi masyarakat yang didirikan maupun menjadi pendiri Partai Golkar turut mengikuti rangkaian lomba.
Saleh mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas dengan nuansa tradisi untuk melibatkan masyarakat sekaligus menjaga budaya yang telah berkembang di tengah masyarakat.
Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah lomba tari kreasi Jawa Tengah.
Pesertanya datang dari berbagai daerah, mulai Blora, Brebes, Cilacap hingga kabupaten dan kota lainnya.
Terdapat 35 grup yang mengikuti lomba tersebut dengan jumlah peserta sekitar 200 hingga 300 orang.
Baca juga: Update Harga BBM Pertamina Terbaru Sabtu 22 Agustus 2026, Pertamax Turbo Turun Rp1.000
Saleh mengatakan tingginya antusiasme peserta menunjukkan seni dan budaya masih memiliki peminat di kalangan masyarakat.
"Ini berarti bahwa kesenian itu masih ada. Tinggal kita ikut menjaganya. Kesenian yang senang pelakunya ada, kami ikut menjaganya dan penontonnya supaya semakin banyak peminatnya," ujarnya.
Di balik kegiatan budaya tersebut, Golkar Jateng juga mulai mengarahkan kegiatan kaderisasi kepada generasi muda.
Saleh mengatakan perubahan komposisi pemilih menjadi salah satu alasan partainya memperluas pendekatan kepada kelompok usia muda.
Menurut dia, sekitar 60 hingga 70 persen pemilih berada pada kelompok usia di bawah 50 tahun.
"Nanti pemilih itu 60-70 persen di bawah 50 tahun. Maka dari sekarang kita juga program dari pengurusnya, kaderisasinya lebih ke generasi muda," katanya.
Pendekatan tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan yang menyasar anak muda.
Salah satunya lomba yang diperuntukkan bagi peserta berusia sekitar 15 hingga 20 tahun.
Golkar juga menggelar kegiatan senam menggunakan lagu yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Saleh mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu cara agar generasi muda melihat Partai Golkar sebagai ruang untuk berkreasi.
"Harapannya juga kita bisa kaderisasi orang-orang buat melihat Partai Golkar ini lebih terbuka sama anak-anak muda," ujarnya.
Menurut Saleh, Golkar perlu beradaptasi dengan perkembangan kreativitas anak muda, termasuk aktivitas yang berkembang di media sosial.
"Kami bisa jadi wadah berkreasi anak-anak muda, mengikuti dan beradaptasi dengan kreativitas anak muda sekarang," ujarnya.
Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia juga menjadi bagian dari pembicaraan dalam kegiatan tersebut.
Saleh mengatakan lagu yang berkaitan dengan program MBG dan ramai di media sosial ikut menjadi bagian dari aktivitas kader Golkar.
"Pak Bahlil itu kan ketua umum kami. Dengan viralnya lagu MBG itu bikin kami juga senang. Jadi wajar kader-kadernya sendiri juga ikut menyanyikan itu," ujar Saleh.
Menurutnya, lagu tersebut kemudian berkembang menjadi kegiatan senam yang diikuti kader dan masyarakat.
Saleh menilai fenomena tersebut menunjukkan adanya perubahan cara berkomunikasi dengan generasi muda.
Saleh juga menyinggung sejumlah program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menurutnya memiliki perhatian terhadap pemerataan dan keadilan sosial.
Ia mengatakan pendidikan dan kesehatan merupakan dua bidang yang menjadi perhatian.
"Program-program Pak Prabowo itu kita sudah pernah mendengar dulu di eranya waktu Golkar memimpin. Yang berfokus pada pemerataan keadilan sosial," katanya.
Menurut Saleh, salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan Golkar Jateng adalah pemeriksaan kesehatan gratis.
Kegiatan tersebut digelar bekerja sama dengan Puskesmas Pandanaran. Masyarakat dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan tanpa dipungut biaya.
Saleh mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya partainya untuk membantu masyarakat.
"Ini upaya kami ikut berbagi supaya sehat semua," ujarnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan juga menyasar pelajar dan kelompok usia muda melalui lomba dan aktivitas kreatif.
Adapun Ketua Srikandi Partai Golkar Jawa Tengah Ratih Pratiwi mengatakan lomba tari kreasi Jawa Tengah digelar sebagai bagian dari upaya menjaga kebudayaan sekaligus memberikan ruang kreativitas bagi anak muda.
"Jadi lomba tari kreasi Jawa Tengah ini adalah upaya kami untuk nguri-nguri kebudayaan dari anak-anak usia 15 sampai 20 tahun," ujar Ratih.
Ia mengatakan antusiasme peserta cukup tinggi. Sebanyak 35 tim mengikuti lomba tersebut.
Bahkan, sejumlah calon peserta masuk daftar tunggu karena keterbatasan waktu dan kuota.
"Alhamdulillah banyak sekali peminatnya sehingga bukan tidak mungkin nanti kami akan mengadakan lagi lomba tari kreasi Jawa Tengah volume dua," katanya.
Kegiatan tersebut juga melibatkan sejumlah pihak, termasuk unsur Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta akademisi dari Universitas Negeri Semarang atau UNNES.
Ratih mengatakan lomba tari tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mengembangkan kesenian daerah. (bud)