Sosok Ahmad Zaki Relawan Gempa NTT Meninggal Kelelahan saat Salurkan Bantuan
TRIBUNJATENG.COM - Ahmad Zaki Ali, relawan sekaligus Founder Yayasan Gerak Bareng, gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (21/8/2026).
Itu adalah hari keenamnya berada di tengah masyarakat korban gempa untuk menyalurkan bantuan.
Sejak gempa NTT terjadi pada Sabtu (15/8/2026), dia sudah menyatakan siap berangkat ke NTT.
Ahmad Zaki dan relawan lain sudah berada di lokasi Minggu 16 Agustus 2026.
Baca juga: Pemerintah Didesak Tetapkan Kebakaran Hutan Kalimantan dan Gempa NTT Jadi Bencana Nasional
Ahmad Zaki meninggal dunia sekitar pukul 16.40 WITA di wilayah Satar Padut, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Korban bersama tiga rekannya diketahui telah berada di Manggarai sejak hari Minggu (16/8/2026) untuk mendistribusikan logistik bencana.
“Korban bersama tiga rekannya berangkat dari Posko Relawan Gerak Bareng di halaman Masjid Nurul Huda Reo menuju Satar Padut untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa,” ujar Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, Jumat.
Dalam perjalanan sekitar pukul 14.00 WITA, Ahmad Zaki yang mengemudikan Toyota Fortuner bernomor polisi EB 1305 GC tiba-tiba menghentikan kendaraan dan meminta bantuan rekannya untuk melepas jaket yang ia kenakan.
Tak lama berselang, ia kehilangan kesadaran.
Rekan-rekan korban sempat melarikannya ke Posko Medis Damer, namun dokter menyatakan korban telah meninggal dunia.
Berdasarkan informasi awal, korban diduga mengalami kelelahan akibat aktivitas kemanusiaan yang intens.
Atas peristiwa duka tersebut, jajaran kepolisian menyampaikan apresiasi sekaligus belasungkawa mendalam atas dedikasi almarhum.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya Saudara Ahmad Zaki. Beliau datang ke Manggarai dengan niat kemanusiaan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa. Semoga amal dan kebaikannya diterima Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ungkap AKBP Levi.
Ahmad Zaki, akrab disapa Bang Jek, dikenal sebagai relawan kemanusiaan yang mendirikan Yayasan Gerak Bareng.
Ahmad Zaki wafat di usia 42 tahun.
Yayasan Gerak Bareng diketahui bergerak aktif dalam lima bidang utama yang berfokus pada kemanusiaan, pemulihan sosial, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat prasejahtera.
Pada bidang sosial kemanusiaan dan mitigasi bencana, yayasan ini memiliki tim tanggap darurat (Emergency Response) yang bergerak cepat dalam evakuasi korban, pendirian dapur umum, serta distribusi logistik saat bencana alam melanda.
Selain fase darurat, aksi berlanjut ke tahap pemulihan jangka panjang seperti pembangunan hunian sementara, pipanisasi air bersih, pembuatan sumur bor di wilayah kekeringan, serta penyediaan armada ambulans dan mobil jenazah gratis bagi kaum dhuafa.
Diketahui Ahmad Zaki beralamat di Kelurahan Sukabumi Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Berbagai aksi kemanusiaan yang dilakukan Ahmad Zaki kerap diunggahnya melalui akun Instagram @ahmadzaki_ali yang memiliki lebih dari 53.000 pengikut.
Ahmad Zaki juga merupakan pemilik rumah makan Dapur Bang Jek yang berlokasi di Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ahmad Zaki sudah menyatakan kesiapannya menjadi relawan kemanusiaan di NTT pada Sabtu (15/8/2026) tepat di hari gempa tersebut terjadi.
"Insya Allah saya dengan kawan kawan Relawan Kemanusiaan akan Terbang ke NTT. Teman teman yang mau ikutan Support Perpanjangtangan Kebaikan, bisa DM saya," tulisnya dalam unggahan Instagram.
Sehari setelahnya, atau H+1 gempa M 7,7 Flores, Ahmad Zaki dan sejumlah relawan berangkat ke NTT.
"Bismillah, berharap keridhaan Allah, semoga hadirnya kita memberi manfaat kepada masyarakat," tulis Zaki pada unggahan Instagram, 16 Agustus 2026.
Pria yang akrab disapa Bang Jek itu sempat membagikan kabar terbaru aktivitasnya di NTT melalui akun Instagram pribadinya, @ahmadzaki_ali, pada Jumat.
Ia mengungkapkan hari ini adalah hari keenamnya di lokasi bencana.
"Alhamdulillah, sekarang Jumat tanggal 21 Agustus 2026, saya sudah enam hari berada di NTT, dan alhamdulillah sebagian besar amanah kawan-kawan baik telah tersampaikan, tersalurkan ke ratusan keluarga yang terdampak gempa," ucapnya.
"Kondisi saat ini masih mengkhawatirkan, ditambah gempa susulan yang terjadi," lanjutnya.
Pada keterangan atau caption unggahan video tersebut, ia menyebut logistik mulai menipis.
"Logistik kita menipis, semoga Jumat ini bisa bertambah lagi. Agar makin banyak dan luas jangkauan bantuan yang bisa kita salurkan."
"Di Fase Tanggap darurat kita akan Fokus pada Kebutuhan dasar, oleh karenanya kita butuh support orang orang baik," tulisnya.
(Tribunnews.com)