Data Tidak Sesuai, Camat di Flores Tolak Tanda Tangan Berita Acara Logistik Gempa: Saya Stress
Vivi Febrianti August 22, 2026 02:05 PM

Penolakan tersebut memicu perdebatan sengit dengan petugas BNPB di posko logistik Damer, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8/2026) pagi.

"Saya tidak ingin membuang energi untuk hal itu dan bergelut dalam situasi tersebut. Saya ingin fokus mengurus masyarakat dulu," kata Agustinus saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat malam. 

Dalam rekaman tersebut, Agustinus tampak emosional saat berhadapan dengan petugas BNPB.

Ia meminta agar dilakukan pengecekan fisik secara langsung terhadap bantuan yang tersedia di posko pengungsian sebelum dokumen resmi ditandatangani.

Agustinus khawatir klaim mengenai besarnya bantuan yang masuk tidak sebanding dengan fakta di lapangan, sehingga memicu polemik di kalangan masyarakat terdampak gempa bumi.

"Bapak bicara di sana bahwa bantuan banyak supaya orang dengar di sana. Saya rekam, Pak. Saya rekam. Bapak sudah keterlaluan," ujar Agustinus dalam video tersebut sembari membanting sebuah paket bantuan dalam plastik putih.

Ia menegaskan, dirinya tidak menolak bantuan pemerintah pusat maupun BNPB.

Namun, ia meminta transparansi data agar distribusi logistik dapat tercatat secara akurat dan dipertanggungjawabkan kepada warga di wilayahnya. 

Agustinus mengaku mengalami tekanan mental dan stres berat karena harus mengatur pembagian logistik yang terbatas bagi 21.171 jiwa yang tersebar di 11 desa di Kecamatan Lamba Leda Utara.

Seluruh desa di wilayahnya mengalami kerusakan akibat bencana gempa Flores bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan tersebut pada Sabtu (15/8/2026). 

"Saya pusing, Pak. Bapak bilang bantuan banyak turun ke sini. Saya tersinggung, Pak. Saya marah, Pak," kata Agustinus.

"Saya merasa ditekan. Saya harus bagi ke 11 desa, Pak. Bukan begitu caranya. Saya sangat tidak setuju. Saya tahu semua desa protes ke saya. Semua teriak ke saya," lanjutnya.

Dalam rekaman video tersebut, Agustinus sempat mengajak petugas BNPB untuk turun langsung memantau kondisi warga di desa-desa yang belum tersentuh bantuan secara optimal.

"Ini Pak punya bantuan? Ini Pak? (Sebanyak) 21.171 jiwa di Lamba Leda Utara harus bagi rata. Saya buat begitu, Pak. Jangan lari, Pak, ke sini lihat," tegasnya.

"Bantuan sedikit untuk bagi ke banyak orang, sebelas desa. Saya stres. Bagaimana cara membaginya? Pak tolong," kata Agustinus menambahi.

Fokus Penanganan Dampak Gempa dan Pelayanan Medis

Saat ini, ia memilih fokus menangani kebutuhan penanganan bencana gempa Flores di wilayahnya, termasuk koordinasi perawatan pasien dan evakuasi korban.

Sebelumnya, pada wawancara Kamis (20/8/2026), Agustinus mengungkapkan bahwa masih ada sembilan desa di Kecamatan Lamba Leda Utara yang belum terjangkau tim medis.

Selain logistik pangan, warga terdampak gempa Flores di Lamba Leda Utara sangat membutuhkan obat-obatan, tenaga medis, air bersih, pasokan listrik, dan pemulihan jaringan internet.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sendiri telah meninjau lokasi bencana di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, pada Senin (17/8/2026) lalu untuk menyerahkan bantuan berupa genset serta velbed.

Sumber: Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.